UI Menjadi Nominator di Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2008


0

Temen-temen semua, pasti semuanya belum pada tahu kan (sok tahu mode=ON), kalo UI itu termasuk jadi nominator sebuah acara award (penghargaan) atas kemajuan teknologi dan informasi yang diselenggarakan pemerintah? Saya juga baru tahu tadi setelah membaca blog salah satu tokoh IT Indonesia, makanya saya jadi kepingin membagi informasi berharga ini kepada temen-temen semua. Lagipula, di website resmi UI, nggak sedikit pun ada informasi tentang ini.

Memasuki tahun 2008, Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia beserta seluruh pemangku kepentingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia akan menggelar Indonesia Information and Communication Technology Award 2008 yang disingkat menjadi INAICTA-2008.

Tahun ini, INAICTA mengusung tema “Kebangkitan Nasional Melalui Kreativitas Digital” dengan misi “mematangkan Information and Communication Technology (ICT) industry di Indonesia” dan visi “memposisikan ICT sebagai pemungkin (Enablement) yang dapat digunakan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan martabat bangsa di dunia International”. INAICTA-2008 bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas profesional yang berpacu dalam pembuat solusi ICT, memacu penggunaan ICT disemua lini industri, mempersiapkan Pemain ICT Local untuk menghadapi kompetisi international, memacu pertumbuhan industri ICT. Profil INAICTA.

INAICTA juga menggelar sebuah kompetisi atau perlombaan yang memiliki berbagai kategori. Salah satunya adalah kategori Telkom Smart Campus (TESCA). Peserta dalam kategori ini adalah kampus-kampus atau universitas-universitas yang ada di Indonesia, yang sudah menggunakan TIK dalam memfasilitasi kegiatan belajar mengajar, administrasi, maupun hal-hal lainnya yang mendukung proses pendidikan. Ada dua sub kategori di sini: Best Access and Connectivity, dan Best Content and Application.

Akses dan konektivitas artinya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan jaringan komunikasi di UI: infrastruktur jaringan, kecepatan internetnya, dll-dll.. Sedangkan konten dan aplikasi itu adalah ‘isi’ atau hal-hal yang dapat dilakukan di atas konektivitas itu. Contoh aplikasi di sini contohnya ya kaya SIAK NG itu.

Jadi, dua hal ini sangat berkaitan erat. Kalo koneksi internet cepatnya gila-gilaan tapi nggak ada konten bermanfaat yang bisa diakses, mahasiswa pasti akan ngebuka website yang ‘aneh-aneh’. Begitu pula kalo ga ada aplikasi yang bermanfaat, konektivitas yang bagus pun akan menjadi percuma. Sebaliknya, kalo aplikasinya bagus tapi nggak didukung dengan konektivitas yang mumpuni, yang ada kita semua bakal ngedumel. Websitenya sering nggak bisa diakses lah, buat ngeliat informasi kuliah lamanya minta ampun lah, dan sebagainya..

Mas Romi punya pendapatnya sendiri tentang konektivitas di UI

Yang cukup mencolok mungkin Universitas Indonesia (UI) yang menggunakan total 180Mbps untuk koneksi Internetnya. Dan masalah ini ditegaskan Prof Gumilar (Rektor UI) lewat ungkapan bahwa backbone besar akan menjadi langkah awal berdiri tegak dan kuatnya suatu universitas. Bandwidth besar ini biasanya digunakan oleh universitas untuk menempatkan server di dalam kampus dan juga dibagi ke mahasiswa secara gratis lewat Wireless Access Point di berbagai tempat.

Nah, dalam proses penjurian ini, berdasarkan proses penjurian INAICTA kategori TESCA (salah satu jurinya adalah Mas Romi ini), UI masuk menjadi nominasi di ketua sub kategori ini!

Telkom Smart Campus Award (TESCA): Best Access and Connectivity

No ID Nama Perguruan Tinggi
1 IC – 0147 Universitas Indonesia
2 IC – 0283 Binus University
3 IC – 0370 Universitas Gunadarma
4 IC – 0449 Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
5 IC – 0567 Institut Teknologi Telkom

Telkom Smart Campus Award (TESCA): Best Content and Application

No ID Nama Perguruan Tinggi
1 IC – 0147 Universitas Indonesia
2 IC – 0283 Binus University
3 IC – 0370 Universitas Gunadarma
4 IC – 0501 UNIKOM Bandung
5 IC – 0651 Universitas Gajah Mada

Mas Romi mengatakan bahwa intinya ada 3 faktor utama penilaian: konektivitas internet, konten dan sharing, serta aplikasi. Kalo boleh, saya ingin berkomentar tentang TIK di UI berdasarkan 3 faktor ini, berdasarkan hasil pengamatan saya selama kuliah di UI.

  1. Koneksi internet di UI. Pertama, Internet di UI memang cepet dahsyat (lihat komentar Mas Romi sebelumnya). Kedua, sivitas akademika UI mudah untuk mengakses internet ini. Selain ada hotspot UI yang semakin lama semakin meluas jangkauannya, ada juga komputer-komputer yang jumlahnya makin bertambah di setiap fakultas di UI. Ditambah lagi dengan kebijakan bahwa perpustakaan tetap buka di hari Minggu. Menurut saya pribadi, akses internet di UI sudah bisa dikatakan hampir sempurna!
  2. Konten. Mas Romi berharap bahwa semakin banyak universitas yang membuka seluruh publikasi yang hak cipta-nya dimiliki oleh Universitas, seperti jurnal ilmiah, prosiding, skripsi, tesis dan disertasi kepada masyarakat. Jadi, masyarakat bisa mengakses semua ilmu pengetahuan yang ada di UI secara gratis. Tadinya, karena saya tidak tahu, saya ingin menulis bahwa UI tidak melakukan hal ini. Tapi, setelah saya mengecek di perpustakaan UI, saya jadi tahu bahwa semua publikasi ilmiah yang dimiliki UI bisa diakses dan di-download secara gratis-tis!! Hebat bukan, kampus kita ini?
  3. Aplikasi. Secara perlahan-lahan, UI terus meningkatkan kualitas proses pengelolaan universitas melalui berbagai macam aplikasi, baik online (lewat internet) ataupun offline (tidak lewat internet) yang mempermudah setiap proses di internal kampus kita. Sebut saja satu-satu: SIAK NG, EDOM, Digital Library, Student Centered E-Learning, dan masih banyak lagi aplikasi lainnya!

Itulah sekilas gambaran tentang majunya teknologi informasi dan komunikasi di kampus tercinta kita ini, yang membuat UI masuk menjadi salah satu nominator INAICTA 2008. Lewat Direktorat Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi UI (PPSI UI), UI terus berusaha untuk memberikan pelayanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi kepada mahasiswa-mahasiswanya. Tidak lain tidak bukan, hal ini dilakukan untuk mendukung visi UI menjadi world class reseach university. Siapkah kita mahasiswa UI menikmati berbagai kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi di kampus kita?


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
ilmanakbar

suka menulis dan berbagi. sudah lulus dari kampus. sudah tidak jomblo lagi, yeay! \^_^/

13 Comments

Leave a Reply

  1. Amin.
    bener koq, yang dikatakan mas Romi. Sejak jadi “member UI” (Fasilkom-MTI), akses intranet dan internet melalui backbone, saya rasakan ‘sangat cepat’. Dibandingkan dgn im2 yang sy pake di rumah.
    Maju terus …. UI.

  2. itu manfaatnya UI nyediain 20 km fiberoptic yang ngelilingin semua bagian kampus paling strategis…

    soal perbedaan bandwidth intranet ama internet, itu mungkin pengaruh dari servernya…pada tau ga kalo server UI ternyata ada di luar pulau jawa???

    gw juga baru tau loh…

  3. cepetan Indosat sih…(salah satu hal yang bakal gw kangenin dari kerja praktek di Indosat)…

    tapi termasuk oke banget lah UI…(lebih bebas lagi…hehehe…)

  4. iya…

    scele asik loh kalo dipake…

    tergantung pihak universitasnya juga sih…

    scele UI kan emang ga terlalu diberdayakan sama mereka, cuma dipajang.

  5. Menarik juga mengamati open-content yang disediakan perpustakaan UI…

    Di atas, ilman menuliskan bahwa :
    Jadi, masyarakat bisa mengakses semua ilmu pengetahuan yang ada di UI secara gratis.

    Aku pun penasaran…

    Eh…ternyata :

    Username dan password hanya diberikan kepada Siva UI (Mahasiswa, Dosen, Peneliti)
    yang terdaftar sebagai anggota Perpustakaan UI.
    Username dan password dapat diperoleh di bagian sirkulasi.
    (Untuk mahasiswa UI silahkan mengisikan username SIAK anda
    di Bagian Keanggotaan Perpustakaan UI)
    Mahasiswa S1 dapat mengunduh koleksi eBooks dan eArticles.

    Begitulah kata-kata yang muncul ketika aku mencoba mengunduh salah satu eArtikel yang ada di sana. Ternyata, digital library UI belum open content buat seluruh masyarakat Indonesia, hanya civitas akademika UI, itu pun harus daftar dulu ke perpus UI. Kenapa ga di-default aja dengan username di SIAK-NG? Kan lebih mudah…

  6. @siapa aku
    ha? masa sih? waktu nulis ini, saya sih (coba-coba) download beberapa disertasi dan tesis, dari yang kategori UI-ana itu.. pas download file digitalnya, nggak perlu login sama sekali loh…

  7. aslm…saya mhs jurusan psikologi di UNJ sedang menyusun skripsi dan membutuhkan bantuan teman-teman yang bersedia membantu saya untuk mendapatkan jurnal tentang emosi, kecerdasan emosi dan perilaku agresif..Help me,please