UI Peringkat 201 Universitas Terbaik 2009 (THES 2009)


0

DEPOK–Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat 201 sebagai universitas terbaik dunia pada 2009 , meningkat dari 2008 yang meraih peringkat 287, dan 2007 pada peringkat 395. “UI mengalahkan beberapa universitas prestisius di Filipina, Malaysia dan Vietnam,” kata Kepala Humas dan Protokol/Juru Bicara UI Vishnu Juwono di Depok, Kamis.

Peringkat tersebut disusun lembaga pemeringkat perguruan tinggi prestisius Times Higher Education – QS World University Ranking (THE – QS World ) yang mengumumkan secara resmi peringkat 500 universitas terbaik di dunia untuk 2009.

Ia mengatakan prestasi tersebut merupakan hal yang membanggakan bagi bangsa dan negara, seiring dengan pengakuan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dengan masuk ke dalam kelompok ekonomi dunia yang penting yakni G 20.”Prestasi tinggi UI tidak lepas dari kerja keras bangsa Indonesia, seperti pemerintah, industri, masyarakat serta seluruh warga civitas Akademika UI (karyawan, para dosen dan mahasiswa),” katanya.

Menurut dia, prestasi UI bersama-sama dengan ITB dan UGM (tahun lalu ITB dan UGM berada di kelompok 400) masuk dalam kelompok universitas penting besar dunia turut merefleksikan meningkatnya pengaruh Indonesia dalam kancah global, terutama pada sektor pendidikan.Selain itu untuk mewujudkan misinya sebagai “the World Class Research University”, UI terus menerus mengimplementasikan integrasi melalui tiga pilar yaitu konsolidasi internal, horisontalisme, dan kolaborasi global.

Sebagai wujud dari pelaksanaan konsolidasi internal, hasil audit eksternal yang dilakukan oleh perusahaan Akuntan Publik terpandang menunjukkan UI memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hasil audit ini mencerminkan UI mampu berkembang sebagai organisasi yang sehat, transparan dan akuntabel di bidang keuangan (Good Corporate Governance).

Hal tersebut menggembirakan civitas akademika, mengingat audit eksternal baru diadakan pertama kali di UI. Selama kurang dari satu tahun, UI terus menerus meningkatkan pengelolaan dan pelaporan keuangan yang `prudent`. Aktivitas audit eksternal itu sendiri dilaksanakan pada pertengahan April hingga akhir Agutus 2009.

Vishnu mengatakan peringkat UI dalam bidang “social science” (rangking 102) dan “arts and humanities” (rangking 104), UI mendekati rangking 100 dunia. Dengan demikian, UI termasuk dalam universitas elite di Asia (rangking 34 Asia) dan ASEAN (rangking 5) dan peringkat tersebut mencerminkan UI diperhitungkan di dunia sebagai “raising university. ant/kpo

Source : Republika Online

Masih tidak yakin dan tidak percaya. Terutama bagian yang ini :

Hasil audit ini mencerminkan UI mampu berkembang sebagai organisasi yang sehat, transparan dan akuntabel di bidang keuangan (Good Corporate Governance).

Tapi, congrats deh 😀

update 9 Oktober 2009 jam 10 pagi:

ini link hasilnya: http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2009/results

Tiga universitas terbesar di Indonesia menempati peringkat 400 teratas: UI di 201, Universitas Gadjah Mada (UGM) ada di 250, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ada di 351.

Untuk 200 besar tingkat asia, UI ada di peringkat 50, UGM di 63, ITB di 80, Institut Pertanian Bogor (IPB) di 119, Universitas Airlangga (Unair) ada di 130, Universitas Diponegoro (Undip) ada di 171, Universitas Sebelas Maret di 171, dan terakhir Universitas Brawijaya (Unibraw) di 191.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
emier

22 Comments

Leave a Reply

  1. UI di 201, Universitas Gadjah Mada (UGM) ada di 250, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ada di 351.. buat hasil lebih lengkap, ada di updatean artikelnya..

    selamaaat buat kita semua!

  2. Sorry, sebagai civitas academica UI saya tidak terlalu bangga. Terlalu banyak hal-hal yang lebih mendasar masih harus diperbaiki. Pelayanan terhadap mahasiswa salah satu PR terbesar UI. Dalam beberapa kesempatan saya merasa diperlakukan tidak layak oleh “Research University” ini. Contoh: 13-15 Juni yg lalu saya presentasi paper di Asia Pacific Sociological Conference di Bali. Waktu mau berangkat dikatakan tiketnya di-reimburse saja. Dan jumlahnya sudah disetujui. Tapi sungguh luar biasa, saya perlu waktu hampir 3 bulan untuk “mengemis” penggantian dana yang sekitar Rp 1,3 juta tersebut. Kasus lain, saya mengajukan beasiswa Pasca Sarjana UI-Sasakawa untuk Riset Doktoral saya. Di website dikatakan interview tanggal 7-9 Oktober. Ternyata sampai sekarang tidak ada berita. Ketika saya tanya ke International Office. Seorang petugas (perempuan) dengan gaya yang “sengak” mengatakan, “wah mas gak tau ya. Ditunggu aja.” Intinya saya tidak melihat spirit melayani di UI. Belum lagi sejumlah kebijakan yang lain. Saya juga Dosen Tidak Tetap di FEUI. Pembayaran honorarium saya selalu sangat terlambat. Ternyata hal yang sama juga terjadi pada rekan-rekan Dosen yang lain. So …..

  3. Dalam artikel disebutkan …

    “Hasil audit ini mencerminkan UI mampu berkembang sebagai organisasi yang sehat, transparan dan akuntabel di bidang keuangan (Good Corporate Governance)”

    Sejauh ini sih NGEMENG, BOHONG BESAR, baru bisa disebut akuntabel dan transparan (yang mana menjadi prinsip2 utama GCG) kalau UI mempublikasikan laporan keuangan dan kinerjanya ke publik ….

    Kalau gak ada, mbok ya jangan klaim sepihak gitu dong …

    Kok membohongi civitas akademika sendiri …

  4. lumayan lah 201..naik dari tahun kemareenn….TAHUN harus naik lagii….jangan mau kalah sama malaysiaa….dia aja bisa…brati kita harus lebih bisa dari diaa…..

    tp jangan terlalu puas sama 201 ini..kalo mau puas, kita usahain naikin peringkat ini 200 ke atas….(jadi peringkat satu gtu…heheheh)

  5. Mungkin inilah wujud kerja keras pak gumilar.
    Restrukturisasi manajemennya tidak sia-sia.
    Alhamdulillah, walau masih peringkat ratusan, yang penting masih ada peningkatan.

    Kalau dipikir-pikir, kualitas UI sebenarnya terletak pada mahasiswanya. Jika suatu universitas memiliki mahasiswa yang memiliki budaya meneliti, menulis, tentu akan menaikan ranking.
    Setuju Kawan!!!

  6. Bangga sebagai warga UI

    Tanpa komparasi, sesuatu hanya akan jalan di tempat
    Semoga UI bisa segera menjadi World Class University 😀

  7. yuph, bagaimanapun saya sungguh merasa sangat senang dengan peningkatan peringkat ui ini.

    Semoga peningkatan ini ga sekedar sebagai kebanggaan semata tp harus dijadikan pemicu untuk lebih maju lagi.

    Maju UI ku maju Indonesia ku!

  8. Kalo dilihat dari website sumbernya

    Ada 5 penilaian

    Universitas———————–ITB—————UI—————UGM
    Arts & Humanities—————-0—————-104————–111
    Engineering & IT—————–80—————198————–233
    Life Sciences & Biomedicine—-264————–126————–103
    Natural Sciences—————–153————–242————–198
    Social Sciences——————–0—————–102————147

    ITB kurang manusiawi, ga berseni, tidak sosial !!

  9. Jika membandingkan ITB dengan UI terkait dengan ilmu sosial, ya jelas tidak relevan

    mungkin sebaiknya rasa bangga atas universitas kita sendiri tidak disertai dengan rasa sombong apalagi menjelekkan perguruan tinggi lain

    Mari sama-sama belajar 🙂

  10. kalo kata gw nih yaaa…

    orang luar negeri ajah bisa dan mau mengapresiasi kita bangsa INDONESIA.

    kenapa sih kebanyakan dari kita selalu menganggap rendah dan remeh bangsa SENDIRI

    kalo malu jadi bangsa INDONESIA, yaaa yoo wess check out ajah.. ke negara tetangga sanah..

    so THINK POSITIVE START ACTION !!!

  11. hmm, kita harus..

    BAngga Menjadi mahasiswa UI dan
    menjadi Kebanggaan UI juga..

    ayo2.. mari kita torehkan pena emas kita di segala ajang kompetisi^^

  12. mudah2an bukan hanya pengembangan fasilitas dan infrastruktur, tapi juga kualitas dan kuantitas riset dari dosen dan mahasiswanya…Makanya, tmen2 mahasiswa jangan males2 buat ngadain penelitian =)
    Walaupun udah jadi world class university, moga2 UI juga gak lupa untuk meningkatkan pengabdian masyarakatnya…

  13. Yuph bener banget rasa pengabdian ui juga harus lebih ditingkatkan, ga hanya dalam moment insidental tetapi juga program2 yang berkelanjutan yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita semua!

  14. Selamet deh buat UI,

    Tp kl mau dibilang, budaya riset di indonesia secara umum emg belom mendarah daging di indonesia.
    @ #10 : believe it or not walo dibilang bgtu, tp ITB much much better dari UI dari segi pelayanan dan dari segi alumni, yah, tau sendiri lah ITB it bnyk bgt menelorkan enterpreneur yg well-known, buat institut yg cm punya 1 jurusan sos, ITB ud bagus bgt, jadi kl dbilang kurang manusiawi, ga berseni, dan tidak sosial, salah besar…
    ITB melayani dan memfasilitasi mahasiswa jauh lebi total dari UI, lihat aj dr besaran biaya kuliah, mekanisme pembayaran, apresiasi ke dosen, fasilitas ke mahasiswa, bahkan kita bisa tau besar gaji rektor ITB, semua transparan.
    Ga berseni? FSRD ITB menelorkan bnyk artist dan mereka done their job beautifully.
    Ga sosial? Ini yg lucu, menurut saya ITB yg cuma punya SBM sbgai fakultas IPS dan cuma 1 prodi, dibandingin sama UI, ga relevan kan?

    Overall, harusnya UI melayani civitas academica ky di Harvard, masi jaoh juga menuju kesana,
    Etos berpikir mahasiswnya juga perlu level up dr sekarang,
    Semoga tahun-tahun berikutnya UI lebih baik

  15. gw rasa yang bilang gak berseni, gak bersosial, dan gak berbudaya itu becanda kali. itu kaliman konotatif (bukan makna sesungguhnya)

    itu candaan karena ITB gak punya jurusan seni, budaya, dan sosial (klarifikasi nya ITB ada jurusan seni rupa, dan SBM kata #17)

    hehehe jadi gak usah dibanding2in seni,budaya,sosial ITB dgn UI. yaaa jelas beda atuh neng, abang, om, tante..

    mending gini, dgn apresiasi dunia terhadap Indonesia khususnya UI dgn naiknya peringkat tsb.
    APA YANG BISA KITA LAKUKAN SEKARANG TEMAN ?????

    start action !!!
    mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang.

  16. ITB adalah sangat spesifik institusi sains dan teknologi. Jadi kalau mau membandingkan ITB dengan universitas sebenarnya tidak relevan. ITB hanya dinilai oleh The Times (UK) soal TECHNOLOGY (ITB no 80 satu-satunya PTN Indonesia yang masuk 100 Besar Dunia, UI tewas di no 198, UGM hanya no 233); NATURAL RESOURCES (ITB no 153, UGM no 198 dan UI tewas di no 233) and LIFE SCIENCES & BIOMEDICINE (ITB yang tidak memiliki FAKULTAS KEDOKTERAN pun hanya Fakultas Farmasi saja masih lumayan dapat nomor 264 dibanding UGM no 103 dan UI no 126). Lagi pula kalau mau jujur jumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional versi SCOPUS, ITB yang jumlah dosennya cuma 1.025 dimana 775 bergelar PhD berhasil mencetak publikasi terbanyak yakni 1.200, UI yang jumlah dosennya 1.998 dengan dosen PhD cuma 552 hanya 1.186 saja. UI tertolong total skornya karena yang dinilai adalah skor 5 bidang studi sementara ITB cuma 3 bidang studi saja. Silakan analisis opini saya ini. Namun berapapun rankingnya, ITB memang harus belajar banyak dari UI dan UGM soal bagaimana mengemas “Public Relations” agar jerawat yang ada di muka pun bisa dipermak menjadi wajah cantik jelita.

  17. kalo kata dosen sekaligus PA saya, “mari sama2 belajar! saya saja yg sudah jadi dosen juga sama kaya kalian yg mahasiswa, buat journal, paper, dll.. PR saya juga banyak! so, let’s do more! jangan lupa saling ‘ngejaga’ temennya ya?!”

  18. mudah-mudahan dengan ini SPP ga naik dan maha siswa non reguler bisa dapet BOP-B, apalagi buat yang tidak mampu.
    dan UI juha bisa menyeimbangkan standart yang ada. terima kasih.