UI Summit, Babak Baru Inklusifitas BEM UI, Mungkinkah?

UI Summit!!!
Dulu sempet ada Konferensi Gerakan se-UI, trus Forum Sinergisasi. Barang yg lama,tp kemasan (dan moga-moga hasil dan prosesnya) berbeda. Bem UI 2010 sepertinya (ini asumsi yg dibuat 1-2 bulan yg lalu) berharap besar UI Summit ini menjadi gebrakan baru, bukan hanya utk BEM UI 2010, tp utk UI dan negara selama setahun kedepan. Mungkinkah?

eits,bentar…sejauh yg saya bayangkan,mungkin masih banyak mahasiswa yg ga “ngeh” UI Summit atau KGUI itu apaan?naah,ini yg gw takutin.Tulisan ini pada intinya ngebahas kekhawatiran itu.Program besar,resource besar,harapan besar,tp output dan prosesnya akan seperti cerita berulang kembali.

Sejauh yg saya tahu dan pahami, UI Summit (atau apa pun namanya) adalah sebuah forum sinerginasi semua stakeholder mahasiswa UI utk beraktivitas kedepannya.Hal ini dilatarbelakangi oleh Mahasiswa UI yg plural dengan banyak potensi, jd biar maju makanya musti gerak bareng sinergis.Harapannya gada lg gerak sendiri2.Gada lg anak OR pengen fasilitas diperbaiki tp dicuekin sama yg hobinya nuntut SBY.Gada lg kalangan ekstra kampus punya pendapat tp digaringin sama anak seni karna ga ngerti.Gada lg BEM UI yg punya agenda kesma sendiri tp paguyuban cuma jd penonton.

Itulah sebabnya, di UI Summit BEM UI 2010 nanti, stakeholder yg diundang, sepanjang pengetahuan saya, lumayan komprehensif. Dr mulai kelompok ekstra, seni, OR, demonstrator rutinan, akademisi, dll. Cuma anak Kupu-kupu aja kayanya yg ga diundang (mkanya anak kupu2 harusnya bikin paguyuban spy jd pressure group).

Mulia? sepertinya,tp tahan dulu, ada beberapa catetan…

Pertama, keterlibatan kelompok yg sangat plural dengan beberapa diantaranya adalah kelompok2 yg baru di-inklusif-kan, bukanlah perkara mudah. Setiap kelompok biasanya ada “frekuensi” sendiri.Belum lg ada kelompok yg berfriksi dgn yg lain, seperti tarbiyah yg (mungkin) ga sreg dgn kelompok ekstra dan udh mulai wanti2. Keterbukaan pikiran dan toleransi kelompok-kelompok di UI akan diuji.

Kedua,dikhawatikannya isu-isu yg muncul jg sering menimbulkan kesulitan sendiri dr berbagai pihak. Kadang isu Kesma dgn isu idola semua umat (BOPB) dan isu meneriaki pemerintah (dgn segala juntrungannya) lebih disoroti banyak pihak dan berpotensi menimbulkan huru hara (smoga tidak terjadi).Saya berharap bahwa justru UI Summit adalah peluang utk mengarusutamakan isu-isu yg selama ini ga pernah didengar, seperti UKM-BO dan paguyuban. Atau kebijakan akademis UI misalnya. Kini mendapat “ruang lebih” di event rembugan terbesar mahasiswa UI. Patut diperhatikan dalam hal ini seberapa besar kepemimpinan BEM UI dan seberapa besar “intensi utk bersinerginya” kelompok2 plural di UI.

Ketiga,perjalanan isu yg ga jelas juntrungannya. Kesepakatan ttg isu-isu dibuat, trus gatau kemana kabarnya. Perlu diperhatikan institusionalisasi UI Summit utk proses evaluasi capaian. Percuma rasanya kalau kita heboh di pencanangan tp adem ayem di pelaksanaan dan evaluasi.

Saya teringat sebuah pendapat yg dikemukakan oleh Walter Mattli dan Ngaire Woods ttg global governance yg mnrt saya relevan utk UI Summit ini. Sebuah institusi/upaya pengaturan/sinergisasi memang memerlukan transparansi,keterlibatan banyak pihak,dan forum evaluasi. Tp itu saja ga cukup, perlu adanya informasi cukup utk publik secara umum ttg isu-isu yg dibahas, motivasi publik yg cukup,dan ide-ide baru dr publik. Jd supply (UI Summit yg inklusif) harus diimbangi oleh demand (sikap publik dan pengetahuan publik ttg isu-isu).

Berkaitan dgn itu, saya takutnya, UI Summit cuma akan jd sebuah forum yg mirip pedagang i-phone di antara penduduk buta huruf. Siapa peduli?

-pendapat pribadi penulis-

10 thoughts on “UI Summit, Babak Baru Inklusifitas BEM UI, Mungkinkah?”

  1. saya sangat tertarik tntg pemerhatian paguyuban yg seringkali terabaikan. Karena memang paguyuban ini adalah yg pertama kali berteriak dan berkoar di msng2 daerah kepada para calon maba mengenai semua hal tentang ui. Jd sudah sepatutnya bs disinergikan dengan sosma mgkn untuk menginformasikan artis paling populer (sebut: bop-b) atau dikaitkan dgn badan penting lainnya!

    “makara cirebon”

    Reply
  2. second Aldo,
    tentang paguyuban daerah itu juga bisa jadi bahan menarik.. karena kalu disatukan dan disinergikan, bisa jadi kekuatan nasional..
    sejauh ini, hal itu belum teraktulisasikan..
    apa kabar FORKAT (Forum Angkatan Asrama)?

    Reply
  3. Kupu2 disuruh bikin paguyuban? 😆

    Ntar kalo aktif di paguyubannya terus sukses tuh paguyuban ga kupu2 lagi dong :ngakak

    Reply
  4. yaa ditunggu sajalah. sperti yg dibilang, klo sukses brarti wah banget.. klo gagal juga ga heran kan..

    oot: gw kesel banget ada jalur S1-Paralel di FT. birokrat BASI!!

    Reply
  5. Pendapat saya untuk UI Summit ini, semoga jangan hanya dijadikan wacana semata oleh teman – teman yang telah membuat kesepakatan bersama tersebut. Mohon apa – apa saja yang telah di sepakati bersama itu dapat direalisasikan dan di jadikan sebagai langkah konkret kita semua untuk kedepannya.

    Reply
  6. wah maba nggak ngerti apa2 nih gw, ikut nimbrung doa aja deh smoga ada gebrakan yang signifikan dari BEM UI.

    Reply

Leave a Comment

error: This content is protected by the DMCA