Botol di Laboratorium

Botol di Laboratorium (Ilustrasi Ditambahkan Admin) (cc/flickr/zhouxuan12345678)

Ketika saya belum masuk UI sejuta impian dan harapan bergejolak di dadaku, betapa UI universitas terkemuka di Indonesia yang bertaraf internasional (katanya rektor!).

tetapi kini setelah saya diterima masuk jadi mhs UI betapa kebanggaan ini sirna, yang ada hanya rasa sedih, terkejut dan sangat prihatin dengan kondisi gedung kuliah dan laboratorium yang ada di UI (mipa), terlihat sumpek, pengap dan kotor, tidak mencerminkan nama megah UI yang dulu saya dengar.

Apalagi kalo kita masuk di ruang praktikumnya terkesan kumuh dan peralatannya jadul (kata dosen saya peralatan laboratorium ini di boyong dari sejak jaman ui di salemba ! busyet sudah berumur 50 thn!).

advertisement

Saya jadi bertanya : seperti inikah kualitas universitas yang bertaraf internasional? yang bayar sumbangan dan kuliahnya mahal? dikemanakan uang sumbangan saya? Apalagi kalo saya bandingkan dengan kondisi sekolah sma saya dulu jauh banget ibarat bagai rss dng rumah mewah.

Pertanyaan saya sekarang : Apa bisa saya nanti lulus menjadi sarjana yang berkualitas sedang memipet bahan kimia saja masih pake mulut, jangan2 saya gak bakalan lulus karena keburu mati keracunan selagi praktikum.

Ketika musim ujian tiba, suasana ujian jauh dari nyaman apalagi tenang, bayangkan 60 mhs lebih yang ikut ujian dilaksanakan diselasar gedung atau disela-sela meja praktikum yang penuh bahan berbahaya, ruangan-ruangan tersebut  sangat tidak representatif digunakan untuk ujian, belum lagi lalu lalang orang yang datang dan masuk laboratorium sangat mengganggu ketenangan berfikir, seperti inikah suasana ujian di ui? kapan saya dapat nilai bagus kalau suasana ujian bagai pasar.

advertisement

Yaahh saya sudah terlanjur terjebak di dalam sistem ini, yang tadinya sangat saya banggakan ternyata hanya nama besar yang ada, jauh dari kondisi standar layaknya universitas, apalagi berstandar internasional.



advertisement