Ulasan Perjalanan di Asia Pacicfic Conference 2013, Retsumeikan APU Japan

16oC, sebelumnya tidak pernah terbayangkan harus beraktivitas dalam kondisi suhu sekian. 31-33oC mungkin lebih familiar di badan dengan aktivitas kuliah dan sebagainya di kota Depok. Tapi ternyata, kami memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Negara Jepang saat musim gugur tiba, sehingga suhu udarapun mulai menurun mengawali musim selanjutnya yang akan lebih dingin. Bandara international fukuoka menyambut kami dengan segala keramah tamahannya, setelah menginap di tempat senior yang berkuliah di Kyushu university satu malam, kamipun melanjutkan tujuan kami datang ke Negara samurai ini. Menunggu bus menuju Beppu, Oita. Tempat acara dilaksanakan. Kedatangan kami ke Beppu adalah untuk menghadiri acara konferensi yang diadakan oleh APU (Asia Pacific University) yang memiliki tema besar “Revitalization and Development” 2-3 Nopember 2013. sebelumnya, kami sudah mendapat izin dari pihak kampus (Universitas Indonesia) untuk mengikuti acara tersebut.

apu campus

Hari pertama tiba di APU, kami sudah disuguhkan dengan pemandangan alam yang menarik, karena letak kampus APU ini berada diatas gunung yang menambah dinginnya udara. Hutan pinus yang berjejer rapi dan dedaunan pohon yang sudah mulai berubah warna (kuning, merah), mengantarkan kami sampai dipuncak kampus APU.

Tepat pada tanggal 2 Nopember 2013, acara dibuka dengan keynote speech dari president World Agricultural Heritage Foundation, Dr. Koohafkan Parviz mengenai “Diversity for Development and Development for Diversity: Culture, agriculture, and Innovation for Sustainable Development”

Setelah itu, acara utama presentasi dari para professor di setiap ruangan yang telah disediakan. Para peserta Asia Pacific conference 2013 datang dari berbagai belahan Negara di wilayah Asia pacific. Selain acara konferensi, pada kesempatan kali ini kami juga dapat berdiskusi mengenai komunitas-komunitas di kampus yang berperan khususnya dalam menggerakkan generasi muda untuk berkontribusi membentuk perubahan. Kami sangat merasa semakin dangkal setelah mendapat pencerahan dari ilmu yang mereka bagi. Selain berbagi ilmu, kami mendapat hal lain, berupa jaringan dan pengalaman yang tentu sangat berharga.

apu

Keberangkatan kami tersebut tidak mungkin dapat terlaksana tanpa bantuan pihak sponshor. Sponshor tunggal kami, selain dari pihak kampus adalah perusahaan JNE, mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengan nama perusahaan tersebut yang bergerak di bidang pengiriman dan logistic, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menjadi salah satu perusahaan kurir terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, kamipun ingin memperkenalkan JNE di Jepang dan sempat mempromosikannya dengan mahasiswa yang ada disana.

thankyou JNE

Leave a Comment