WANTED: Eno Bening Swara


0

Wawancara Orang Terakreditasi

Eno Bening Swara

“Bocah Kamera Bernafas Sutradara”

Semua orang tahu tentang kondisi perfilman Indonesia yang kian hari tidak bertambah dewasa, bisa dikatakan senantiasa nyampah dan membodohkan. Yang ditampilkan tidak jauh dari dunia sex dan hantu yang tidak terakreditasi keseramannya, bahkan terkadang dikombinasikan menjadi hantu yang melakukan sex. Entah mau dibawa kemana arah perfilman Indonesia. Bukan hanya di layar lebar, layar kaca pun seringkali tidak berkualitas. Kebanyakan menampilkan sinetron yang plot ceritanya rata-rata sama. Cinta dan perusahaan, tuker-tukeran anak, dan kawan-kawannya yang hanya mengandalkan teknologi zoom in-zoom out.

Eno Bening Swara adalah seorang mahasiswa yang bertekad untuk mendobrak semua keterpurukan itu. Berangkat dari kekecewaan terhadap dunia sinematografi Indonesia tersebut, Eno Bening Swara mendirikan CleanSound Studio. Bukan sebuah Studio besar di mana terdapat fasilitas melainkan kreatifitas, bukan kelengkapan alat melainkan kelengkapan ‘otak’. Berbekal memiliki partner yang terdiri dari orang-orang (calon) profesional,  ia menjalankan satu demi satu projectnya.

Tujuan awal pendirian CleanSound studio adalah menyalurkan bakat anggota teater yang nganggur karena adanya vacuum of power pada kegiatan teater tersebut. Dimulailah video pertamanya yang berisi lipsync: CleanSound studio feat. Terasontime. Video pertama ini terbilang sukses berat mendapat banyak celaan.Begitu pula dengan video-video selanjutnya.

Nggak bermutu lo; Plagiat; Kayak maho; Video lo nggak jelas.

“komentator di youtube sama kaskus adalah guru buat gue”, ucapnya dengan senyum kumis tipis. Penderitaannya tidak sampai di situ, pernah seharian ia berada di mall untuk wawancara tentang wanita dan pria maskulin sampai terkunci di tangga darurat, push up di tengah mall, teguyur hujan sepanjang perjalananan. Semua demi mendapatkan nafas bagi kameranya, namun data terhapus. “Yang jelas, gue bakal terus bawa kamera gue untuk terus berkarya”, katanya tegas. Bocah jurusan filsafat yang berimpian menjadi sutradara ini selalu mengalungkan kameranya kemanapun ia pergi dari kelas 2 SMA, ke WC, Masjid, Kantin, Olahraga. “kali-kali aja ada kejadian unik yang bisa gue rekam”, ungkapnya.

Tidak hanya sebatas merekam bakat, eno membawa CleanSound dalam social project, pernah ia buat tentang Ujian Nasional 2010, Tips Berkereta, Antara Wanita dan Rokok, dan masih banyak hal lainnya yang bisa para pembaca lihat di channel youtube CleanSound: TheCleansound. Hal tersebut tergolong sulit karena sering kali banyak orang yang menolak untuk diwawancara. Wujud lainnya adalah mewawancarai orang-orang yang dulu pernah muda untuk memberikan wejangan kepada generasi muda sekarang. Seperti Andi /Rif, mas Yon KoesPloes dan Saykoji.

CleanSound bangkit dari celaan dan hambatan yang dialami, Eno membuktikannya dengan membawa CleanSound menjuarai beberapa Lomba Video. Bahkan ia mendapatkan netbook pertamanya dari video yang ia buat, di antaranya: ‘‘Aha, Let’s Do It’’ dan “Van Putt feat Yellow Fellow”

“CleanSound ada buat Indonesia. Meskipun fasilitas yang kami punya gak lebih dari sebuah kamera SDR Panasonic, kami bakal tetap berkarya. Banyak orang yang menyalahkan karya miliknya dengan alasan fasilitas, padahal dirinya sendiri yang nggak berkualitas,”

Itulah Eno Bening Swara, Mahasiswa Filsafat 2010, yang kelak akan menjadi Sutradara yang siap menelurkan film-film berkualitas untuk kita, untuk Indonesia.

“Kita Beruntung menjadi kaum intelek, kelak jadi sarjana. Lebih beruntung lagi kalau nanti kita bisa ‘mensarjanakan’ orang lain. Itu bisa menjadi bentuk pengabdian kita terhadap Negara dan memajukannya.”

Interviewed and written by: Khryt – Japanology 2010 FIB UI

Nama : Eno Bening Swara

Prodi : Filsafat 2010

TTL : Jakarta, 16 Agustus 1992

Twitter : @Eno_Bening

Youtube : http://youtube.com/thecleansound


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
1
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Freezy

The NERD Moviegoer

21 Comments

Leave a Reply

  1. Kenapa menggunakan kata terakredutasi ya… Umm supaya pas sama kata WANTED.

    Ya, ibarat sebuah lembaga pendidikan, baru diakui kualitasnya setelah mendapatkan akreditasi…
    Begitu juga yang saya pikirkan, kami ingin membuat orang-orang yang kami anggap berkualitas dan beda untuk diakui di khalayak umum.

    Semua terbesit saat saya Masih Fresh MABA 2010 silam.
    Saat pemira, saya mulai merasa bosan.. Karena publikasi yang terdapat hanya seputar calon ketua BEM. Saya berpikir. Kenapa tidak ada publikasi mengenai orang biasa dengan pengalaman outstanding??

    Jika tidak ada yang membuat, maka saya yang akan membuatnya, ucap batin saya. Tapi pada saat itu saya nggak tergabung dalam lembaga apapun sampai akhirnya formasi menunjuk saya sebagai ketua departemen media islam. Saya merealisasikannya.

    Saya meyakini suatu hal. ”Hewan belajar dari pengalamannya sendiri. Manusia belajar dari pengalaman orang lain.”