10 Hal Ini Cuma Dirasakan Mahasiswa Yang Menjadi Asisten Dosen atau Asisten Penelitian

Ya bagaimanapun cara yang ditempuh untuk menjadi asisten dosen, kalian wajib punya pengalaman untuk menjadi asisten dosen ini loh. Dijamin tidak akan menyesal. Nah disini penulis merangkum hal-hal yang cuma bisa dirasakan oleh asisten dosen atau asisten penelitian. Yuk mari disimak. Siapa tau kalian jadi tertarik untuk jadi asisten dosen/asisten riset.


0

Rasanya Menjadi Mahasiswa Yang Merangkap Jadi Asisten Dosen atau Asisten Riset. Halo teman-teman yang masih berkuliah! Gimana kabarnya? Semoga sehat selalu yak! Gimana nih kabar teman-teman semua setelah mendengar bahwa kegiatan kuliah untuk semester ganjil tahun 2020/2021 juga tetap harus dijalankan dari rumah saja? Sedih atau senang? Mungkin karena belum meredanya pandemi corona saat ini sehingga keputusan untuk tetap berkuliah daring menjadi pilihan yang cukup bijak.

Meskipun kuliah daring dari rumah teman-teman harus tetap semangat yak.

Memang sih sedih tidak bisa bertemu teman kuliah dan beraktivitas di kampus, tapi bersyukur dahulu saja karena pasti ada hikmah di balik ini semua. Berbicara dengan aktivitas di kampus, siapa yang disini pernah jadi asisten dosen? Baik itu asisten dosen mata kuliah, asisten dosen untuk praktikum, atau asisten dosen untuk riset. Pengalaman menjadi asisten dosen bisa dibilang jarang untuk dirasakan setiap mahasiswa. Hanya beberapa mahasiswa beruntung saja yang bisa merasakan posisi menjadi asisten dosen. Bisa karena mahasiswa tersebut pintar, baik di mata dosen, atau terkadang pernah terkena masalah oleh si dosen.

Ya bagaimanapun cara yang ditempuh untuk menjadi asisten dosen, kalian wajib punya pengalaman untuk menjadi asisten dosen ini loh. Dijamin tidak akan menyesal. Nah disini penulis merangkum hal-hal yang cuma bisa dirasakan oleh asisten dosen atau asisten penelitian. Yuk mari disimak. Siapa tau kalian jadi tertarik untuk jadi asisten dosen/asisten riset.

1. Hidup Dengan Bayang-Bayang Deadline

Sumber: twitter.com

Hal pertama yang akan kalian rasakan ketika menjadi asisten dosen atau asisten riset adalah hidup di bawah bayang-bayang deadline. Terdengar menyeramkan bukan. Eitss tapi tenang kawan. Tunggu dulu tidak perlu langsung panik, tegang, atau bahkan keringat dingin tersebut.

Ketika kalian menjadi asisten dosen atau asisten riset otomatis kalian akan mengerjakan sebagian tugas dosen yang dilimpahkan kepada kalian. Baik itu tugas mata kuliah atau tugas penelitian, misalnya memeriksa tugas mahasiswa, memeriksa ulangan, memasukkan nilai, memeriksa laporan, hingga membantu menulis jurnal. Hal-hal itu menjadi suatu konsekuensi ketika kalian menjadi asisten dosen atau asisten riset. Tugas-tugas tersebut harus diselesaikan.

Nah biasanya dosen akan memberi tenggat waktu pengerjaan tugas-tugas tersebut kepada asistennya, atau bahasa kerennya deadline. Tapi kalian jangan khawatir atau berkecil hati, karena pasti si dosen akan memberi waktu deadline yang manusiawi kok. Sesuai kemampuan dan target tugas tersebut.

Terkecuali bagi kalian memang suka hidup menantang, sehingga mengerjakan tugas yang diberikan dari dosen h-1 sebelum deadline. Kalau tidak kelar kan jadi konyol dan bunuh diri namanya. Maka dari itu, buatlah target dan capai deadline sesuai keinginan dosen kalian. Dengan begitu kalian akan menjadi asisten dosen atau asisten riset yang selalu mendapat tempat di hati dosen kalian tersebut. Selain tepat waktu pengerjaannya pun harus maksimal yak, agar makin baik hubungan kalian dengan si dosen.

2. Harus Selalu Siap Sedia Ketika Dosen Butuh

Sumber: Shutterstock

Dosen biasanya selalu memiliki beragam kesibukan dan aktivitas, sehingga perubahan yang mendadak sudah menjadi hal biasa bagi dosen. Nah kondisi ini lah yang bisa dirasakan para asisten dosen atau asisten riset.

Ketika dosen butuh asistennya untuk mengerjakan sesuatu atau melakukan sesuatu, maka mau tidak mau sang asisten pun harus selalu siap sedia. Kalau perlu alat komunikasi selalu dinyalakan ketika dosen sedang banyak aktivitas, karena kemungkinan untuk dimintai bantuan akan sangat tinggi. Misalnya saja minta tolong untuk menggantikan dosen di kelas mengawasi mahasiswa ujian, atau minta tolong mengerjakan artikel yang mendadak, atau membelikan barang keperluan penelitian yang akan digunakan besok.

Bagaimanapun bentuk bantuan yang diminta oleh dosen, asisten dosen atau asisten riset harus selalu siap sedia ketika dosen butuh. Dengan begitu kapasitas dan kapabilitas kalian sebagai asisten dosen atau asisten riset wajib diacungi jempol bahkan empat jempol.

BACA JUGA: 7 Cara Belajar Efektif Solusi Bagi Para Pecinta SKS

3. Jalan-Jalan Bareng Dosen Seperti Dengan Teman Sendiri

Sumber: lloydspharmacy.com

Kalau hal ini biasanya dirasakan oleh asisten riset atau asisten penelitian dosen. Karena memerlukan tinjauan lapangan atau proses pengumpulan data. Sehingga membuat dosen harus turun ke lapangan mengambil sampel, maka asisten riset pun turut menemani dosen.

Sembari menemani dosen mengambil sampel di lapangan atau sekadar mengamati lapangan, biasanya asisten akan jalan bareng dosen layaknya teman sendiri. Mungkin memang akan terasa canggung bagi asisten, tapi demi keperluan penelitian maka hal itu pun dihiraukan.

Selepas mengambil sampel atau mengamati lapangan, pastinya dosen tidak lupa untuk berkeliling di sekitar daerah penelitian. Mencari tempat makan atau sekadar melihat-lihat alam sekitar menjadi momen yang menunjukkan bahwa jalan bareng dosen seperti dengan teman sendiri. Dosen tidak segan untuk menawari si asisten makan, membeli sesuatu, atau melihat-lihat sekeliling. Hal ini bisa membuat hubungan antara dosen dengan asistennya menjadi semakin baik.

4. Lihat Outfit Dosen Kalau Sedang Tidak Mengajar

Sumber: harapanrakyat.com

Berhubungan dengan poin no. 4 nih kawan, biasanya kalau sedang melakukan tinjauan lapangan atau mengambil sampel di daerah penelitian dosen akan tampak lebih stylish. Dengan outfit yang berbeda saat mengajar di kelas, yang lebih sporty dan luwes agar kegiatan lapangan jadi lebih mudah dilakukan.

Nah di kondisi seperti ini lah asisten bisa melihat outfit sang dosen kalau sedang tidak mengajar. Lebih santai dan lebih menyesuaikan kondisi lapangan menjadi cerminan dosen ketika mengambil sampel atau turun ke daerah penelitian. Hal ini juga merupakan pilihan yang bijak bagi para dosen karena bisa lebih leluasa untuk bergerak dan berkegiatan. Tidak dengan kemeja atau blouse yang dikenakan saat mengajar, yang membuat pergerakan terhambat. Kegiatan pengambilan sampel di lapangan menjadi momen yang cocok bagi asisten untuk totalitas membantu dosen, jadi jangan disia-siakan yak kawan.

BACA JUGA: 7 Hal Yang Bikin Anak Teknik Bisa Jadi Pacar Yang Menarik

5. Kecipratan Penelitian Dosen Sekaligus Menambah Ilmu

Sumber: Shutterstock

Bagi asisten dosen mungkin membantu sebagian besar pekerjaan dosen menjadi hal yang biasa. Mulai dari  tugas memeriksa PR mahasiswa, memeriksa ujian, membantu mengajar di kelas, hingga memeriksa laporan. Semua itu merupakan tugas seorang asisten ketika berada di kampus.

Nah kadang pula dosen mendapat berbagai macam proyek atau penelitian yang membutuhkan bantuan untuk menanganinya. Maka tidak heran, jika asisten dosen yang biasanya membantu di kelas atau memeriksa tugas saja akan ditarik sekalian untuk membantu mengurusi penelitian. Suatu rejeki bukan? Ibarat kata sambil menyelam minum air. Jadi asisten dosen di kelas eh sekalian ditarik jadi asisten penelitian. Suatu keberuntungan bagi kalian yang bisa merasakannya.

Ketika kalian menjadi asisten penelitian ini adalah saat yang tepat bagi kalian untuk belajar. Cobalah serap atau tambah ilmu selama penelitian itu berlangsung. Bisa saja mulai dari apa tujuan penelitian tersebut, teori yang digunakan, penerapan di lapangan, dan setiap aspek selama kalian membantu dosen melakukan penelitian akan menjadi sumber ilmu bagi kalian. Menambah ilmu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, ya saat menjadi asisten dosen pun bisa.

6. Menambah Perspektif Ilmu Yang Lebih Dalam Terkait Mata Kuliah Yang Diampu Dosen

Sumber: kmslh.com

Dengan menjadi asisten dosen, kalian bisa menambah wawasan yang lebih luas dari ilmu yang diajarkan di suatu mata kuliah oleh dosen tersebut. Perspektif dan sudut pandang yang berbeda, membuat kamu lebih kaya terhadap pendalaman teori. Karena yang diajarkan dosen di mata kuliah hanya segelintir saja terlebih hanya diajarkan rata-rata selama 4 bulan saja di mana umumnya dalam satu minggunya hanya satu sampai dua pertemuan saja. Untuk itu kamu bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas dari dosen yang sejatinya adalah ‘master’ dari mata kuliah tersebut.

BACA JUGA: Emang Seperti Apa Tipe-Tipe Mahasiswa Dari Kacamata Dosen?

7. Pegang Kartu ATM Yang Berisi Dana Penelitian

Sumber: moneypulse.net

Nah kalo kesempatan ini jangan disalahgunakan yak kawan. Biasanya asisten dosen yang sekaligus merangkap menjadi asisten penelitian dosen akan senantiasa selalu membantu dosen untuk mengurusi penelitian yang sedang dikerjakan. Mulai dari membantu hal administrasi hingga hal keuangan. Malahan tidak jarang asisten dosen akan diberikan kartu ATM yang berisikan dana penelitian tersebut. Hal ini dilakukan dengan alasan agar asisten lebih cekatan untuk menyiapkan kebutuhan penelitian dan lebih rapi mengurusi keuangan penelitian. Karena dosen sudah memiliki beberapa tugas lainnya sehingga untuk masalah keuangan penelitian akan diserahkan kepada asisten.

Tapi ini bisa menjadi suatu beban moral loh. Karena biasanya dana penelitian akan berjumlah cukup besar, sehingga tanggung jawab untuk memegang kartu ATM tersebut juga besar. Selain berisiko kehilangan, takutnya juga ada bisikan setan yang menjerumuskan asisten untuk melakukan tindak korupsi. Itu tidak boleh dilakukan yak kawan. Kepercayaan dosen lebih berharga selama kalian kuliah.

8. Dosen Meminjam Uang Mahasiswa

Sumber: magelangekspres.com

Kalo momen ini  mungkin hanya terjadi beberapa kali saja tidak sering. Dosen yang sudah sibuk memikirkan penelitian dan tugas-tugasnya terkadang lupa untuk menyisihkan uang cash dalam dompetnya. Dikarenakan tidak ingin bercampur dana pribadi dengan dana penelitian maka dosen mengurangi untuk memegang uang cash selama turun ke lapangan penelitian. Nah di sini seorang asisten harus bisa dilihat kesigapannya.

Jikalau dosen membutuhkan sesuatu dan perlu menggunakan uang, sedangkan beliau sedang tidak memegang uang cash. Maka peran asisten menjadi penting untuk meminjami dosen tersebut uang cash. Dengan begitu asisten akan sangat membantu dan dosen merasa tertolong.

Hal ini juga terjadi apabila hubungan asisten dengan dosen sudah sangat baik. Jadi dosen tidak akan merasa segan untuk meminjam uang kepada asistennya. Tentu saja dosen tersebut akan segera melunasi hutangnya setelah penelitian selesai dan mungkin akan dilebihkan oleh beliau. Kan lumayan rejeki anak sholeh.

BACA JUGA: Selama Masih Kuliah Cobain Deh Naik Gunung Walau Hanya Sekali

9. Mendapat Kesempatan Untuk Menulis Paper dari Penelitian

Sumber: mypurohith.com

Ketika kalian menjadi asisten penelitian nih, pastinya kalian akan dimintai bantuan dalam pengerjaan penelitian tersebut. Baik itu bantuan selama di lapangan misalnya pengambilan sampel maupun bantuan administrasi seperti mengurus keuangan, laporan, dan penulisan paper. Di sini kalian bisa mendapatkan suatu kesempatan yang cukup langka, dimana belum tentu semua mahasiswa bisa mendapatkannya. Hal tersebut adalah mendapat kesempatan menulis paper dari hasil penelitian dosen yang telah dilakukan.

Kalian bisa menjadi bagian dalam penulisan paper dalam penelitian dosen dan otomatis nama kalian bisa saja masuk ke jajaran author atau nama yang muncul di paper penelitian tersebut. Suatu hal yang keren dan membanggakan bukan? Nama kalian masuk di dalam paper dan paper tersebut diakses hingga dibaca oleh banyak orang di dunia ini.

Apalagi jika paper yang kalian bantu untuk tulis masuk ke dalam jajaran publisher terkenal di dunia. Wihhh makin keren bukan. Tapi jangan menyalahgunakan kesempatan tersebut untuk sombong dan pamer yak kawan. Kesempatan membantu dosen untuk menulis paper memang langka untuk sebagian mahasiswa, ya kesempatan ini hanya datang untuk teman-teman yang menjadi asisten penelitian saja. Maka dari itu, jangan kecewakan dosen dan buatlah paper dengan baik.

10. Mendapat Kesempatan Dibuatkan Surat Rekomendasi yang Berguna Untuk Melamar Kerja Maupun Beasiswa Pasca Sarjana

Sumber: ozawazeimu.com

Lalu hal terakhir yang cuma bisa dirasakan asisten dosen atau asisten penelitian ini cukup membantu di dunia pasca kampus loh. Hmm memang apa sih? Bisa mendapat kesempatan untuk dibuatkan surat rekomendasi dari dosen yang bersangkutan. Dengan kalian menjadi asisten dosen atau asisten penelitian kalian memiliki kesempatan untuk bisa dibuatkan surat rekomendasi loh dari dosen tersebut. Apalagi jika kinerja kalian selama menjadi asisten baik, maka dosen tidak akan segan-segan untuk membuatkan surat rekomendasi bagi kalian.

Surat rekomendasi tidak semudah itu loh diberikan dosen kepada mahasiswanya. Dosen harus benar-benar tau mahasiswa yang beliau buatkan surat rekomendasinya. Karena surat rekomendasi ini harus bisa dipertanggungjawabkan, sehingga dosen pun harus cermat dalam membuat surat rekomendasi. Tidak boleh asal dan sembarangan karena juga dapat mempengaruhi reputasi sang dosen.

Memangnya apa sih fungsi dari surat rekomendasi ini?

Nah bagi teman-teman yang ingin tau, surat rekomendasi dari dosen itu bisa menjadi salah satu modal atau syarat dalam mencari kerja maupun mendapat beasiswa pasca sarjana. Dengan surat rekomendasi tersebut, si recruiter akan memiliki referensi atau sumber terpercaya untuk melihat kemampuan hingga keahlian kalian. Nah surat rekomendasi tersebut bisa menjadi salah satu syarat pendukung untuk mendapat kerja maupun beasiswa.

Tapi perlu diingat kawan, surat rekomendasi hanyalah syarat atau modal pendukung. Sisanya tetap balik ke diri kalian masing-masing dalam melamar kerja atau mencari beasiswa pasca sarjana. Jadi jangan dijadikan acuan yang berlebihan yak. Tetap asah kemampuan dan keahlian kalian agar pantas di mata recruiter nanti.

***

Begitulah kira-kira beberapa hal yang mungkin hanya dirasakan bagi asisten dosen maupun asisten penelitian. Apa teman-teman ingin mencobanya? Maka dari itu mulailah dekati dosen kesayangan temang-teman dan tanyakan apakah ada kesempatan untuk menjadi asisten dosen. Jika hal tersebut memang ada maka ambillah, lumayan kan menambah ilmu dan wawasan kalian. Semoga kalian dapat menjadi asisten dosen atau asisten riset yang baik dan benar.

BACA JUGA: Mengapa Kalian Harus Coba Ikut Kegiatan Volunter Minimal Sekali Seumur Hidup


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Fauzy Ade Priyatna
Hai... Kenalin gue Dede. Gue lulusan UI tepatnya dari jurusan Teknik Lingkungan. Gue cukup tertarik dengan kegiatan-kegiatan berbau lingkungan dan sosial. Saat ini, gue sedang belajar menekuni 3 hobi yaitu membaca, menulis, dan memotret. Kata orang sih gue orang yang ramah, ceria, menyenangkan, dan humoris.

0 Comments

Leave a Reply