Siapa disini yang kangen kuliah? Ayo ngacung!

Bagi kalian para alumni kampus, selamat mengenang dan mengingat momen-momen seru kalian selama kuliah mumpung lagi #dirumahaja. Bagi kalian para mahasiswa, semangat belajar online dari rumahnya, jangan terlalu banyak rebahannya. Bagi kalian para pelajar SMA baik yang belum lulus atau baru lulus, ditunggu kehadiran dan kontribusi kalian di universitas-universitas yang ada di Indonesia, persiapkan dengan matang dan jangan sampai menyesal. Bagi kalian yang baca tulisan ini, semoga bisa menghibur dan menginspirasi.

Sumber: erabaru.net

Tidak bisa dipungkiri masa-masa kuliah mengukir kenangan bagi manusia-manusia yang telah melewatinya. Banyak hal manis dan pahit yang terjadi selama kuliah. Bukan hanya semata-mata tempat menuntut ilmu, kuliah menjadi sarana mendapatkan pelajaran hidup. Bisa dibilang kuliah merupakan masa transisi dari remaja menuju dewasa. Mahasiswa sudah dianggap mandiri untuk bisa menentukan pilihannya sendiri. Pilihan-pilihan tersebutlah yang memberikan pelajaran hidup bagi mahasiswa selama berkuliah, entah itu baik ataupun buruk. Berikut ini 10 pelajaran hidup yang bisa kalian dapatkan dari bangku kuliah versi AnakUI.

1. Berani Untuk Berkata “Tidak”

Selama kuliah mahasiswa selalu dihadapi dengan berbagai macam pilihan mulai dari pilihan yang berkaitan dengan akademis, organisasi, kepanitiaan, hingga kegiatan sehari-hari. Terkadang pilihan tersebut dapat menentukan keberlangsungan kuliah hingga satu semester mendatang. Hal ini dikarenakan akan muncul kesibukan dan prioritas terhadap pilihan yang telah dibuat tersebut.

Nah bagi kalian yang merasa telah melewati momen memilih ini selamat kalian telah belajar satu pelajaran hidup selama kuliah. Emang apa sih pelajaran hidup yang dapat diambil dari momen memilih tersebut? Tidak lain dan tidak bukan yaitu proses untuk menjawab tidak. Kok begitu? Ya karena tidak semua pilihan yang kalian dapatkan selama kuliah harus dijawab dengan iya atau saya bersedia  atau jawaban apapun yang menunjukkan kalau kalian menerima pilihan tersebut.

Banyak momen selama kuliah yang membuat mahasiswa dihadapkan dengan berbagai pilihan dan kalian harus berani berkata tidak. Jawaban tidak tersebut akan membuat kehidupan kuliah kalian lebih tenang. Ada momen-momen dimana kalian dihadapkan oleh pilihan yang sulit sehingga bisa mengorbankan hal lain. Tentu saja itu merugikan, sehingga dengan menjawab tidak akan membuat keputusan yang tepat. Menjawab tidak bukan berarti kalian sombong, tidak mampu, atau tidak baik hati. Akan tetapi, terkadang kalian harus tau kapasitas diri kalian sendiri. Sehingga proses pelajaran hidup bisa kalian dapatkan dengan menjawab tidak.

advertisement

BACA JUGA: Berani Punya Cita-cita?

2. Sendiri Kita Lemah, Bersama Kita Kuat

Sumber: dictio.id

Ini merupakan salah satu pelajaran hidup yang mungkin mahasiswa rasakan hingga lulus kuliah. Sejatinya, manusia adalah makhluk sosial sehingga membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Begitu juga kuliah, mahasiswa tidak akan bisa survive apabila tidak ada kehadiran orang lain di sampingnya.

Teman, sahabat, dosen, hingga pacar menjadi salah satu faktor penting selama kuliah yang dibutuhkan mahasiswa

Sendiri kalian lemah, tapi bersama kalian kuat. Mungkin rima yang tepat untuk menggambarkan kehidupan kuliah. Banyak tugas yang harus dikerjakan berkelompok, banyak kegiatan yang dilakukan bersama-sama, bahkan nongkrong pun kalian butuh teman untuk sekadar menemani untuk menyeruput kopi (beda hal kalo nongkrong di kamar mandi yak, itu mah harus sendiri).

Bersama-sama dalam menjalani aktivitas kuliah akan membuat kalian tampak lebih senang, bahagia, dan seru. Mulai dari nugas bareng, belajar bareng, hingga cabut kelas bareng. Selama hal tersebut dilakukan bersama-sama teman maka akan menjadi pelajaran hidup yang cukup berharga.

Nah bagi kalian yang belum menemukan momen kebersamaan kalian. Tolong segeralah cari. Minimal satu orang untuk menjadi teman kalian berbagi, bekerja, dan tertawa bersama-sama.

advertisement

BACA JUGA: Minder Melulu? Jangan-Jangan Kamu Inferiority Complex!

3. Semuanya Tergantung Diri Kita Sendiri

Kebalikan dari poin nomor 2, terkadang ada momen dimana kalian harus bergantung sama diri kalian sendiri. Ya momen ini bisa menjadi pelajaran hidup yang berharga buat kalian karena akan menempa diri kalian untuk menjadi manusia yang lebih kuat, mandiri, dan berwibawa. Hal ini karena sebanyak apapun teman kalian, serame apapun tongkrongan kalian, ada kondisi dimana semua tergantung pada diri kalian sendiri.

Mengerjakan ujian, ikut kepanitiaan atau organisasi, skripsian, praktikum, dan beberapa hal lain harus kalian lakukan sendiri. Kalian tidak bisa selalu bergantung sama teman, sahabat, dosen, orang tua, atau pacar sekalipun. Karena suatu saat mereka semua tidak bisa membantu kalian bukan karena tidak mau tetapi karena tidak bisa. Jadinya kalian harus selalu siap dengan kondisi tersebut.

Kalian harus membiasakan mandiri dan bisa bergerak sendiri tanpa tergantung orang lain. Apalagi kalian sudah kuliah dan dianggap sudah bisa menentukan pilihan hidup kalian. Jadi jangan pernah malas untuk mencoba sendiri dan berkegiatan sendiri. Karena itu merupakan proses pelajaran hidup. Hal ini juga bisa membuat kalian lebih cinta terhadap diri kalian dan mengetahui potensi yang ada dalam diri kalian.

Tidak menyedihkan juga kok melakukan sesuatu sendiri. Terkadang malah lebih enak karena tidak perlu memikirkan perasaan orang lain, ya karena ini untuk perasaan kalian sendiri.

BACA JUGA: Hati-hati Berjalan Sendirian di UI!

4. Hidup Itu Pilihan, Maka Tentukan Saat Ini Juga

Berkaitan dengan poin nomor 3 yang mengharuskan kalian bergantung pada diri kalian sendiri. Ada beberapa keputusan besar dalam hidup yang harus kalian pilih dan tentukan sendiri. Teman, sahabat, orang tua, bahkan pacar hanya bisa memberi opsi/pilihan dalam keputusan besar di hidup kalian. Sisanya kalian lah yang menentukan langkah besar untuk setiap keputusan kalian sendiri.

Proses pengambilan keputusan adalah proses dimana kalian menjadi lebih dewasa dibandingkan sebelumnya. Proses ini bisa kalian dapatkan selama kuliah. Tidak boleh takut atau ragu dalam membuat keputusan besar. Karena yang namanya hidup adalah proses dimana hasilnya sukses dan gagal.

Jikalau sukses yang menghampiri maka selamat dan pertahankan. Tapi jikalau gagal yang menghampiri maka terus berjuang hingga gagal tersebut lelah menghampiri kalian dan sukses lah yang datang. Semuanya tergantung diri kalian sendiri. Hidup itu pilihan mulai dari lahir hingga nanti meninggal.

Kalian ingin menjadi Presiden, wujudkan. Kalian ingin membuat suatu perusahaan, niatkan. Kalian ingin studi S2 hingga S3, belajarlah. Apapun pilihan kalian di masa yang akan datang tentukan saat ini juga. Kehidupan kalian 1 tahun ke depan, 2 tahun depan, 5 tahun ke depan, 10 tahun depan, hingga 20 tahun ke depan tentukan saat ini juga.

“Tentukan dan putuskan tanpa ragu”

Jika ragu menghampiri maka coba dekatkan diri dengan yang maha kuasa. Itu akan membuat kalian lebih tenang dalam memilih dan memutuskan. Mulailah tentukan pilihan kalian dari bangku kuliah agar kalian bisa mendapat lebih banyak pelajaran hidup.

BACA JUGA: Beberapa Hal yang Perlu Dipikirkan Lagi Sebelum Kamu Memutuskan untuk Naik Gunung

5. Habiskan Jatah Gagal Selagi Masih Kuliah

Banyak yang bilang gagal merupakan kesuksesan yang tertunda. Hal itu bisa dibenarkan. Untuk mencapai sebuah kesuksesan tidak bisa langsung dan instan. Perlu namanya perjuangan, kerja keras, hingga doa. Dalam tiap proses mencapai kesuksesan tersebut manusia menjadi lebih dewasa dan lebih hidup.

Kegagalan demi kegagalan membuat kalian lebih dewasa dan lebih hidup. Kegagalan dapat terjadi dalam fase manapun di kehidupan manusia. Bahkan kehidupan kuliah pun tidak lepas dari yang namanya kegagalan. Gagal mendapat nilai bagus, gagal lulus suatu mata kuliah, gagal jadi ketua himpunan, gagal praktikum, gagal menang lomba, hingga kegagalan-kegagalan lain yang mungkin sudah kalian rasakan selama kuliah. Bagus. Gagal selagi masih kuliah bagus dan hal itu wajar kok. Pesan saya kalau bisa:

“Habiskan jatah gagal kalian selagi masih kuliah”

Kok gitu? Ya karena memang kuliah tempatnya belajar, mahasiswa tempatnya salah, dan ini dinamakan proses kehidupan. Jika kalian gagal selama kuliah ganjaran yang didapatkan masih terbilang ringan, misalnya gagal ujian maka nilainya jelek, gagal lulus suatu mata kuliah maka mengulang semester depan, gagal menang lomba maka bisa dicoba lagi, dan gagal-gagal lainnya pun masih bisa ditolerir selama kalian masih kuliah serta masih menyandang nama mahasiswa.

Tapi jangan juga mendapati kegagalan yang bisa merugikan orang lain saat kuliah, coba dikurangi kegagalan jenis ini. Sedangkan di dunia profesional nanti, kegagalan akan berakibat fatal pada keberlangsungan hidup orang banyak. Gagal lah sebanyak-banyaknya saat kuliah, hingga pada fase kehidupan setelah kuliah nanti jatah gagal kalian sudah habis dan sukses yang akan datang menghampiri.

Kegagalan membuat kalian belajar dan tambah kuat. Sedangkan kesuksesan seharusnya membuat kalian lebih rendah hati dan berdamai pada hidup.

BACA JUGA: Pernah Gagal Keterima di UI? Jangan Putus Asa, Coba Deh Tempuh Jalur Khusus Ini

6. Pilihan Antara Akademis, Sosial, dan Istirahat

Sumber: Twitter @MUHprasetyo

Poin nomor 6 ini sangat sering dialami oleh sebagian mahasiswa yang ada di bumi ini. Dihadapkan pada suatu kondisi pilihan antara akademis, sosial, dan istirahat. Mari ditinjau untuk masing-masing aspek untuk menentukan mana yang lebih penting atau lebih prioritas.

  • Akademis merupakan kewajiban utama mahasiswa, sehingga ini menjadi suatu aspek yang penting dalam kehidupan kuliah.
  • Sosial merupakan sarana untuk menjalin komunikasi dan kerja sama. Telah disebutkan di poin nomor 2 bahwa manusia makhluk sosial sehingga butuh kehadiran orang lain dalam hidupnya. Begitu pun dengan dunia perkuliahan, butuh adanya orang lain dalam menjalani setiap aktivitas atau kegiatan kuliah. Jadi sosial pun penting.
  • Terakhir yaitu istirahat. Istirahat yang bisa diidentikkan dengan tidur yang merupakan suatu kebutuhan tubuh manusia. Tidur merupakan proses alami yang harus dijalankan manusia. Tidur merupakan proses pengistirahatan badan setelah beraktivitas seharian. Otomatis tidur juga merupakan aspek penting.

Dari ketiga aspek di atas dapat dikatakan bahwa semuanya penting. Tidak boleh ada yang hilang dari ketiga aspek tersebut selama berkuliah bagi kalian para mahasiswa. Tapi ada yang bilang mahasiswa hanya bisa memilih dua aspek dari ketiga aspek tersebut. Ya jawabannya kalo bisa diseimbangkan ketiganya kenapa enggak? Kedengarannya naif memang tapi banyak kok di luar sana mahasiswa yang bisa menyeimbangkan ketiga aspek tersebut. Tinggal bagaimana cara kalian membagi dan memprioritaskan ketiga aspek tersebut.

Kalian punya waktu 24 yang sama. Coba renungkan sudah dipakai apa saja 24 jam kalian selama ini?

BACA JUGA: [Diskusi] Apa Pendapatmu tentang Mahasiswa yang Hanya Fokus di Akademis?

7. Lebih Baik Begadang Semalaman, Daripada Mengulang Tahun Depan

Sumber: hipwee.com

Berkaitan dengan poin nomor 6 mungkin bisa dibilang ini berlawanan. Karena poin ini merupakan pelajaran hidup yang biasanya sebagian mahasiswa alami di akhir-akhir semester. Pelajaran hidup ini banyak menerpa mahasiswa kategori deadliner.

Kenapa begitu?

Karena mungkin jika mahasiswa telah menyeimbangkan dan memprioritaskan ketiga aspek seperti nomor 6, tidak akan muncul mahasiswa kategori deadliner tersebut. Tapi ya namanya mahasiswa, suka sekali dengan tantangan dan masih mempercayai adanya suatu kekuatan ketika menjadi deadliner. Kekuatan itu dinamakan “the power of kepepet”. Kondisi yang menyebabkan mahasiswa deadliner mungkin bukan hanya berasal dari diri mereka sendiri yang menunda-nunda. Bisa jadi memang kondisi tugasnya yang menyebabkan mahasiswa menjadi deadliner. Ya bagaimanapun kondisinya, menjadi mahasiswa deadliner perlu dikurangi dan dihindari kawan hehe.

Nah untuk kalian para mahasiswa deadliner mungkin pelajaran hidup yang satu ini sangat membekas di diri kalian. Lebih baik begadang semalaman mengerjakan tugas dan belajar, daripada harus mengulang tahun depan. Pernyataan ini merupakan niat yang sangat kuat bagi para mahasiswa deadliner. Niat ini lah yang memicu adrenalin sehingga mengeluarkan “the power of kepepet” sehingga tugas yang seharusnya dikerjakan dalam kurun waktu satu bulan bisa selesai hanya dengan waktu satu malam.

Belajar yang membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan dapat selesai hanya dalam waktu satu malam dengan “the power of kepepet” dan sistem kebut semalam. Tapi tentunya kondisi ini pasti memiliki banyak efek samping. Misalnya saja setelah begadang dan sistem kebut semalam esok hari setelah ujian akan tidur 24 jam, bahkan bisa lebih parah yaitu sakit bagi yang tidak biasa begadang. Walaupun begitu, pelajaran hidup ini setidaknya harus bisa dirasakan oleh mahasiswa setidaknya sekali dalam hidup.

Karena pelajaran hidup akan mengajarkan bahwa menunda-nunda pekerjaan adalah kerugian dan begadang itu tidak baik. Seperti lagu Bang Haji Rhoma Irama “Begadang jangan begadang… Kalau tiada artinya… Begadang boleh saja… Kalau ada perlunya…” (lah malah dangdutan).

BACA JUGA: Siapa Bilang UAS Cuma Bikin Stress Doang? Nih, Hikmah Tersembunyi di Balik UAS!

8. Dosen Selalu Benar

Poin pelajaran hidup yang kedelapan ini mungkin cukup merepotkan bagi para mahasiswa. Ya apalagi kalau bukan sebuah aturan yang dibuat-buat mahasiswa tentang dosen. Aturan tersebut berbunyi:

“1. Dosen tidak pernah salah.

2. Jika dosen salah kembali ke nomor 1.”

Yang dimana intinya dosen selalu benar dan mahasiswa yang salah. Mungkin sebagian dari kalian berpikir kan dosen juga manusia, yang namanya manusia tak luput dari kesalahan dong. Itu bener sih. Cuma dosen tuh manusia spesial, karena mereka lah yang menentukan kehidupan akademis kalian selama di kampus.

Jikapun dosen salah, tetap saja harus mahasiswa yang mencoba mengerti tentang kesalahan tersebut. Mengalah dan menerima lebih baik daripada harus mengulang tahun depan. Benar kan? Coba lebih memahami dan mengerti sifat dosen. Itu akan membuat kelancaran dalam akademis kalian nantinya selama kuliah.

Mungkin memang bisa dibilang dosen bisa saja salah. Tapi perlu digaris bawahi bahwa dosen lebih berpengalaman dari para mahasiswanya. Bisa dibilang mereka telah khatam dengan segala dinamika perkuliahan sehingga perlu dipahami kalian sebagai mahasiswa masih bau kencur alias awam. Intinya sih ambil sisi positif dan baik dari para dosen kalian. Ambil setiap ilmu dan pembelajaran dari mereka. Jikalau memang ada salah yang dilakukan dosen, coba ingatkan baik-baik tanpa menyinggung perasaan mereka. Perasaan dosen lebih sensitif dibandingkan pacar.

BACA JUGA: Mahasiswa Naksir Dosen, Salah Gak Sih?

9. IPK Itu Penting

Berkaitan dengan poin nomor 8 bahwa dosen menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan akademis para mahasiswa. Dosen berkontribusi terhadap nilai IPK yang tertera di laporan akademis kalian entah itu bagus ataupun jelek. Bagaimanapun hasilnya kalian harus mensyukuri nilai IPK yang kalian dapat.

Trus bagaimana nasib IPK mu semester ini? Udah keluar? Udah bisa memprediksi? Bakal naik-naik ke puncak gunung atau terjun bebas?

Ya apapun hasilnya nanti hadapi dengan senyuman yak. Karena senyum kalian indah di tengah pandemi ini. Kembali kepada masalah IPK. Pelajaran hidup selanjutnya adalah kalian harus mengingat bahwa IPK itu penting. Benar, IPK itu penting.

Tapi kan banyak yang bilang IPK hanya kumpulan angka dan tidak bisa menentukan kesuksesan seseorang. Lebih penting kerja keras, attitude, kejujuran, dan segala hal baik lainnya. Di sini bisa dibilang pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya juga salah. IPK benar kok hanya kumpulan angka yang menjadi saksi bisu perjuangan kalian selama kuliah. Namun IPK menjadi syarat administratif untuk bisa masuk ke fase kehidupan selanjutnya entah itu mencari kerja ataupun melamar studi.

Kerja keras, attitude, kejujuran itu penting dan pasti dibutuhkan. Tapi apa daya jikalau syarat administratif yaitu IPK tidak bisa menggambarkan itu semua. Boro-boro dipanggil, mungkin dilirik saja sudah susah kalau kalian menganggap IPK itu tidak penting. Jadi, setidaknya capai dan pertahankan IPK kalian di atas 3. Karena itu bisa menjadi modal awal kalian menghadapi fase kehidupan setelah kuliah.

BACA JUGA: Arti Dibalik Nilai A B C D E yang Kamu Dapat Semasa Kuliah

10. Lulus Kuliah Merupakan Gerbang Kehidupan Baru

Sumber: ui.ac.id

Nah, pelajaran hidup yang terakhir ini merupakan rangkuman dari kesembilan pelajaran hidup sebelumnya. Kuliah merupakan fase kehidupan transisi dari remaja ke dewasa. Lulus kuliah merupakan gerbang kehidupan baru bagi kalian.

Bagi kalian yang belum menginjakkan kaki untuk kuliah tetap berjuang untuk menggapai kampus impian kalian yak. Bagi kalian yang mau menginjakkan kaki untuk kuliah bersiaplah banyak pelajaran yang akan kalian dapatkan. Bagi kalian yang sedang menjalani fase kuliah tetaplah bertahan dan jalankan apa yang ada, karena perjuangan kalian tidak akan sia-sia. Bagi kalian yang sudah lulus kuliah maka selamat, satu fase penting di hidup kalian sudah kalian lalui. Sekarang saatnya untuk kalian memasuki fase penting lainnya di hidup kalian dan bersinarlah, karena kalian hebat telah sampai pada fase baru ini.

Semua hal yang terjadi selama kuliah akan menjadi bekal untuk kalian menghadapi kehidupan baru setelah kuliah. Kegagalan yang kalian alami akan membuat kalian belajar dan tambah kuat sehingga mampu menghadapi rintangan pada gerbang kehidupan baru kalian nantinya. Jika kalian merasa belum siap, bekal kalian belum cukup, atau ini terlalu cepat maka hadapilah.

Percayalah bahwa kalian sudah seharusnya memasuki fase kehidupan ini. Percayalah bahwa kalian merupakan manusia yang lebih baik lagi setelah lulus kuliah.

Jangan ada penyesalan yang tersisa, sekarang tataplah masa depan yang ada setelah lulus kuliah. Apa yang terjadi di masa depan ditentukan oleh pilihan kalian hari ini. Gerbang kehidupan baru kalian setelah lulus telah dibuka. Jalani dengan senyuman maka hal itu akan membuat hidup kalian indah.

BACA JUGA: Mumpung Masih Ada Waktu, Pikir Ulang Mengenai 5 Hal Ini Sebelum Lulus Nanti!

***

Pelajaran hidup selama kuliah akan membuat manusia menjadi lebih dewasa dan lebih baik lagi pastinya. Namanya juga pelajaran hidup ya pastinya mengajarkan untuk bisa tetap lebih hidup. Senang, tertawa, suka, duka, sedih, dan tangis mungkin mengiringi setiap pelajaran hidup yang kalian alami selama kuliah. Itulah proses hidup, itulah proses dimana kalian menjadi manusia yang lebih baik lagi. Terakhir, tetaplah hidup selagi masih bisa karena pelajaran hidup tidak akan pernah mati.