3 Gaya Teknik Berdebat Untuk Mahasiswa Yang Bisa Kamu Terapin

Bagi mahasiswa berdebat bukanlah hal yang jarang dilakukan, berdebat selalu terjadi di ruang kelas, bukan tanpa sebab karena berdebat merupakan unsur sentral dari jalannya perkuliahan. Jika tidak ada perdebatan di dalam kelas maka kelas tersebut hanya berlangsung satu arah dan dogmatis, tidak ada kritisisme. Berikut ini tiga teknik berdebat untuk mahasiswa yang bisa kamu terapin!


0

3 Style Teknik Berdebat Untuk Mahasiswa (Apagoge, Nego Majorem, Exemplum In Contrarium). Bagi mahasiswa berdebat bukanlah hal yang jarang dilakukan, berdebat selalu terjadi di ruang kelas, bukan tanpa sebab karena berdebat merupakan unsur sentral dari jalannya perkuliahan. Jika tidak ada perdebatan di dalam kelas maka kelas tersebut hanya berlangsung satu arah dan dogmatis, tidak ada kritisisme.

Berdebat bukanlah asal bicara, perlu ada teknik khusus dari berdebat, untuk berdebat masing-masing orang punya gayanya tersendiri, ada beberapa orang yang berdebat menggunakan teknik nego majorem nego minorem, ada orang yang lebih senang menggunakan teknik enstasis, exemplum in contrarium, ataupun teknik apagoge. Mau tau apa saja teknik berdebat, yuk simak penjelasannya.

1. Apagoge

Teknik pertama ini disebut apagoge, teknik ini adalah teknik kesukaan saya karena teknik ini bisa di bilang menyerang argumen lawan secara halus tetapi mematikan layaknya ular. Teknik apagoge adalah teknik berdebat dimana kita berupaya membantah argumen lawan dengan cara menerima tesis lawan terlebih dahulu, kemudian menggabungkannya dengan tesis lain dan menelisik konsekuensinya yang aneh, karena konsekuensinya aneh maka tesis lawan tidak dapat diterima. Teknik ini sering dipakai oleh para sofis di zaman Yunani untuk memenangkan perdebatan. Contoh penggunaan teknik apagoge seperti ini :

Dita: Permasalahan utama dari stunting adalah kemiskinan, sehingga jika kita ingin mengatasi stunting maka kita harus memberantas kemiskinan. Bagaimana cara memberantas kemiskinan? Mudah saja caranya, yaitu dengan meningkatkan peran pemerintah di bidang ekonomi seperti memberikan Bantuan Tunai Langsung kepada orang-orang miskin. ( Disini terlihat Dita mengajukan tesis bahwa untuk mengatasi kemiskinan maka perlu peran pemerintah yaitu dengan cara memberikan Bantuan Tunai Langsung).

Mohan: Hmm, Oke tesis anda saya terima terlebih dahulu bahwa untuk mengatasi kemiskinan perlu peran pemerintah dengan cara memberikan Bantuan Tunai Langsung. Tapi coba kita telusuri dan telisik konsekuensi dari pemberian Bantuai Tunai Langsung. Pertama didalam ilmu ekonomi ada yang namanya inflasi yaitu penurunan nilai mata uang akibat jumlah uang berlebih dibandingkan dengan barang produksi didalam pasar. Nah jika kita memberikan Bantuan Tunai Langsung berupa uang kepada orang miskin di seluruh negeri indonesia yang jumlahnya jutaan atau bahkan lebih maka bisa mengakibatkan inflasi. Mengapa? Karena orang miskin tidak memproduksi barang apapun tetapi mereka menerima uang, sehingga bisa dipastikan jumlah uang akan lebih banyak dibandingkan dengan barang produk di pasar sehingga terjadi inflasi. Jadi Bantuan Tunai Langsung bukan solusi yang tepat untuk mengatasi kemiskinan karena dapat menyebabkan inflasi yang justru membuat ekonomi bertambah buruk. ( Disini kalo kita lihat Mohan melakukan teknik Apagoge yaitu menerima tesis Dita terlebih dahulu kemudian baru membantah tesisnya dengan cara menelisik konsekuensi aneh dari tesis Dita yaitu inflasi).

Berdebat (sumber: dosenpendidikan.co.id)

2. Nego Majorem Nego Minorem

Teknik Nego Majorem Nego Minorem bisa dibilang adalah teknik berdebat yang brutal dan berkebalikan dari Apagoge. Mengapa saya katakan brutal? Karena teknik ini tidak menerima tesis lawan melainkan langsung membantahnya. Teknik ini biasanya banyak dipakai di perdebatan ateis vs agama, dimana kedua belah pihak langsung membantah tesis lawan. Ke brutalan teknik ini terkadang memicu emosi di antara dua belah pihak, tapi kehebatan dari teknik ini adalah membuat perdebatan menjadi seru di mata audiens karena masing-masing lawan mempunyai tesis yang berbeda. Jika anda orang yang percaya diri dan berapi-api saya sarankan anda menggunakan teknik berdebat Nego Majorem Nego Minorem dikarenakan sifat anda yang percaya diri akan mampu meyakinkan audiens tentang pendirian anda. Contoh penggunaan teknik Nego Majorem Nego Minorem seperti ini:

Dita: Situs porno yang beredar di internet telah menjadi salah satu penyebab negara kita tertinggal dalam pendidikan. Anak-anak di bawah umur bisa mengakses situs tersebut dengan bebas, jika anak-anak di bawah umur bisa mengakses situs porno tersebut maka hal ini akan dapat menurunkan kemampuan akademik anak-anak dan membuat mereka tidak fokus belajar. Negara harus melindungi anak-anak, sehingga negara harus mengeluarkan UU yang mengontrol situs porno, sehingga situs porno tidak dapat diakses oleh anak di bawah umur. (Disini terlihat Dita mengajukan tesis tentang peran negara dalam mengontrol situs porno)

Mohan: Negara tidak boleh mengintervensi urusan moral dan seksual dari masing-masing warga negara. Urusan pendidikan seksual adalah urusan pribadi dan urusan orang tua dirumah terhadap anak-anaknya masing-masing, biarkan orang tua yang mendidik anak-anak mereka tentang seksual. Negara tidak boleh ikut campur? Setiap orang berhak memutuskan sendiri apakah yang ia lihat porno atau tidak, Apakah negara ingin mengurusi segala hal? Bahkan urusan seksual warga negara? Menentukan yang baik dan buruk adalah urusan moral dari masing-masing individu warga negara. (Disini terlihat Mohan langsung membantah tesis Dita mengenai peran pemerintah dalam mengontrol situs porno, Mohan secara langsung membantah tesis Dita tanpa menerimanya terlebih dahulu)

3. Exemplum In Contrarium

Teknik Exemplum In Contrarium adalah teknik berdebat yang sering dilakukan oleh beberapa mahasiswa, sebenarnya menurut saya teknik ini tidaklah terlalu bagus untuk digunakan di dalam perdebatan tetapi menurut pengalaman berdebat saya di ruang kelas ternyata masih banyak mahasiswa yang menggunakan teknik ini. Teknik ini berupaya membantah tesis lawan dengan cara menerapkannya dalam contoh-contoh di dunia nyata. Jika ternyata tesis lawan tidak dapat diterapkan di dunia nyata maka tesis lawan dianggap salah. Teknik ini menurut saya sangat tidak bagus jika di pakai di dalam perdebatan akademik, tetapi teknik ini bagus jika di pakai dalam perdebatan tentang kebijakan publik. Jadi bagi kalian yang ingin memakai teknik ini, saran saya adalah perhatikan tema dan tempat kalian berdebat. Contoh teknik Exemplum In Contrarium

Dita: Negara kita harus mendasarkan pada ekonomi berdikari yaitu berdiri diatas kaki sendiri, kita tidak perlu melakukan perdagangan dengan negara luar, kita bisa memenuhi seluruh kebutuhan kita dengan sumber daya alam dari negeri kita sendiri, tujuan ekonomi berdikari adalah supaya kita mencintai produk lokal ciptaan negara sendiri.

Mohan: Jika kebijakan ekonomi berdikari itu diterima maka apakah itu benar-benar bisa dilaksanan? Saya kira banyak kebijakan itu tidak dapat diterapkan, mengapa? karena kita telah masuk dalam globalisasi, selain itu ada beberapa sumber daya alam yang tidak kita punya di negara kita sehingga kebijakan itu tidak dapat diterapkan. Kita masih butuh berhubungan dengan negara luar.

Itu dia 3 teknik style berdebat, sebenarnya masih ada ratusan teknik lagi tetapi karena saya takut terlalu panjang dan pembaca menjadi bosan maka saya batasi 3 teknik saja terlebih dahulu, jika kalian masih ingin mengetahui apa saja teknik berdebat lainnya maka tulis di  komentar ya, nanti saya akan menuliskan teknik lainnya.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Mohan

Seekor kucing yang suka makan dan bermain.

0 Comments

Leave a Reply