4 Keraguan Calon Maba Asal Daerah yang Ingin Kuliah di UI

Kamu anak daerah dan ingin masuk UI, tapi masih ragu karena berbagai faktor? Jangan khawatir, keraguanmu akan terjawab di artikel ini.


0

Siapa sih yang nggak pengin kuliah di UI? Walaupun sekadar pengin, kebanyakan anak SMA di Indonesia berangan-angan melanjutkan kuliah di PTN yang dianggap sebagai universitas favorit se-Indonesia itu. Namun, hanya segelintir dari mereka yang mau merealisasikan mimpi tersebut.

Berbagai faktor kerap kali dianggap sebagai “penghalang” dari keinginan untuk kuliah di UI, terutama bagi mereka yang tinggal di luar daerah Jabodetabek. Untuk itu, kali ini anakui.com akan merangkum keraguan yang kerap dirasakan calon maba yang ingin kuliah di UI beserta solusi yang mungkin bisa dicoba. Siapa tahu, keraguanmu bisa terjawabkan setelah membaca ini.

1. Jarak

Sumber: pixabay.com/shutterbug75

“Ngapain sih kuliah jauh-jauh? Semua kampus kan sama aja,”

Coba, siapa yang pernah mendapat respon seperti itu ketika memberitahu keinginan untuk kuliah di UI? Bukan hanya dari teman, respon yang menyebalkan tersebut terkadang datang juga dari guru atau orang tua. Bukannya mendukung, mereka malah menciutkan mimpimu hanya karena jarak UI yang jauh dari daerahmu.

Daripada overthinking sama respon negatif mereka, lebih baik kamu fokus dalam merealisasikan keinginanmu dan menyiapkan diri untuk merantau jauh dari rumah. Urusan jarak bisa diatasi. Transportasi umum sekarang lebih maju. Tiketnya pun bisa dipesan secara daring. Mudah, kan?

Nah, gimana kalau tiketnya mahal? Kamu bisa berkomitmen untuk nggak sering pulang kampung untuk menghemat pengeluaran. Rindu itu pasti ada, namanya juga merantau. Walaupun begitu, kamu harus siap dengan risiko tersebut dan berkomitmen untuk menjalankan kuliahmu di UI dengan baik.

2. Biaya

Sumber: pixabay.com/EmAji

Nggak bisa dimungkiri bahwa UI tidak bisa lepas dari label “kampus ibukota” walaupun lokasi kampus utamanya bukan di daerah Jakarta. Label tersebut membuat UI dipandang mahal, baik biaya kuliah maupun biaya hidupnya. Faktor inilah yang membuat calon maba asal daerah maju-mundur memantapkan niatnya kuliah di UI.

Mari kita luruskan. Jika kamu khawatir dengan biaya kuliah di UI, kamu bisa memilih Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOPB) agar kamu bisa mendapat biaya per semester yang sesuai dengan keadaan perekonomian keluargamu. BOPB ini hanya berlaku untuk jenjang S1 Reguler, ya. Jadi, pastikan kamu memilih S1 Reguler dari jurusan yang kamu inginkan.

Mau yang gratis? Tenang, kamu bisa mengajukan beasiswa Bidik Misi di sekolahmu. Gimana kalau nggak lolos? Nggak perlu khawatir! UI biasanya akan membuka Bidik Misi gelombang kedua bagi mahasiswa baru yang sudah terdaftar. Selain Bidik Misi, kamu juga bisa memanfaatkan berbagai pilihan beasiswa yang bisa diakses di laman beasiswa UI.

Gimana dengan biaya hidupnya? Sobat AnakUI, yang perlu kalian pahami dulu adalah bedakan biaya hidup dan gaya hidup. Kamu bisa tinggal di Asrama UI kalau ingin tempat tinggal yang terjangkau. Selain itu, makanan di kantin asrama juga cukup murah. Kalau kamu mau ngekost, pilihlah kost yang sesuai dengan budget kamu.

Hal yang paling penting, jangan mudah terbawa arus hedonisme dari lingkungan sekitarmu. Usahakan untuk mengeluarkan uang hanya untuk kebutuhan sehari-hari dan kuliah saja. Kalau ada uang sisa, kamu bisa menabung atau sesekali memanjakan diri dengan self-reward. Intinya, jangan berlebihan, ya!

BACA JUGA: Update Terbaru Informasi Biaya Kuliah UI 2021 untuk Program S1 dan D3

3. Lingkungan Sosial 

Sumber: pixabay.com/sasint

Walaupun kita bisa menemukan mahasiswa dari berbagai daerah, nggak bisa dimungkiri bahwa mayoritas mahasiswa UI berasal dari Jabodetabek. Stigma gaul, kekinian, dan memiliki freedom yang tinggi sering kali melekat pada mereka. Calon maba dari daerah mungkin akan minder dan berpikir:

“Apakah aku bisa berteman dengan mereka?”

Nah, kalau kamu merasa kurang percaya diri untuk berteman dengan mereka, kamu bisa mengakrabkan diri dengan teman-teman yang berasal dari daerah yang sama, yang tergabung dalam paguyuban daerah. Jika kamu tinggal di Asrama UI, kamu bisa membuka diri dengan sesama perantau dari daerah lain. Karena merasa senasib, kamu akan lebih mudah berteman dengan mereka.

Eits, tapi jangan sampai hal itu malah membatasi pertemanan kamu, ya! Bertemanlah dengan siapa saja, yang penting bisa menjaga diri dan nggak mudah tertular “efek negatif” dari lingkungan sosial.

4. Restu Orang Tua

Sumber: CNN Indonesia/Safir Makki

Jarak sudah teratasi, biaya sudah ada, lingkungan sosial nggak perlu dikhawatirkan lagi. Nah, semua itu akan percuma kalau kamu belum mengantongi restu dari orang tua.

Yup, bagaimana mungkin kamu mau kuliah merantau tanpa izin orang tua? Mungkin bukan hal yang mudah untuk mendapat izin kuliah merantau, terlebih lagi kalau kamu adalah anak perempuan, anak bungsu, atau anak tunggal. Secara tidak langsung mereka akan membuatmu memikirkan kembali keputusanmu untuk merantau.

Kalau niatmu sudah kuat, kamu perlu sedikit merayu dan bernegosiasi agar mendapatkan izin, dengan cara baik-baik tentunya. Dengan begitu, orang tuamu akan luluh dan mengizinkanmu mengejar mimpi sampai ke UI.

Gimana? Apakah sudah terjawabkan semua keraguanmu? Jika masih ada keraguan, silakan tulis di kolom komentar, ya. Anakui.com akan mencoba menjawabnya di artikel selanjutnya.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
1
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Language and Writing Enthusiast. Temui saya secara pribadi di aniesapramitha.medium.com . Baca artikel saya lainnya.

0 Comments

Leave a Reply