4 Tipe Pacaran Anak UI, Kalau Kamu Yang Kayak Gimana?

Di artikel ini akan dibahas empat tipe pacaran yang perlu kamu dan pasanganmu kenali. Kalau kamu sendiri yang mana nih?


0

Pernah gak sih kalian ada di suatu posisi yang membuat kalian mikir, “Kenapa ya, si X dan si Y bisa awet banget pacarannya dari zaman maba OKK UI ampe mau wisuda taun ini?” padahal mereka kayaknya opposite banget? Atau “Kenapa ya, kok semua mantan gue selalu bilang kalau gue orangnya nyebelin? Padahal gue udah berusaha sebaik mungkin selama pacaran?” dan masih banyak lagi pertanyaan – pertanyaan terkait hubungan romantis lainnya yang berseliweran di kepalamu.

Salah satu problematika yang sering muncul misalnya adalah saat kamu udah memberikan banyak perhatian ke si doi. Eh ternyata si doi gak terlalu suka kalau diperhatiin. Atau mungkin saat kamu berusaha untuk memberikan space, dianya malah mikir kalau kamu gak peduli sama dia. Atau mungkin saat kamu berusaha untuk memberikan si doi banyak hadiah. Tapi kok dia malah marah dan menuduh kamu yang enggak – enggak. Duh, pusing gak sih? Sebenernya mau dia apa sih?

Gak perlu pusing – pusing! Mungkin selama ini kamunya aja gak paham sama tipe attachment style yang dimiliki oleh pasanganmu. Atau bahkan kamu sediri gak tahu kalau kamu itu tipe yang kayak gimana..

Biar hubungan kamu dan si doi tetap lancar, yuk pahami! Apa sih attachment style itu? Dan apa hubungannya dengan kelanggengan hubunganmu dengan si doi? Sebagai Anak UI, kalian juga harus tau teori yang melandasi tentang ini

Attachment style dikembangkan oleh John Bowlby, seorang psikoanalisa dari Inggris, dan  merupakan sebuah konsep yang digunakan untuk menjelaskan perbedaan tipe komunikasi dan interaksi individu. Pada awalnya, konsep ini dibuat untuk menjelaskan perilaku yang muncul saat seorang anak ditinggalkan oleh pengasuhnya. Namun seiring berjalannya waktu, konsep ini dapat digunakan lebih luas lagi dan bahkan bisa digunakan untuk menjelaskan tipe – tipe pasangan dalam konteks hubungan romantisnya,

Jadi.. ada apa aja sih attachment styles itu?

Kalau kamu…

1. Anxious – Preoccupied

Sumber: hipwee

Yap, seperti namanya, individu dengan tipe attachment style ini membutuhkan validasi secara terus menerus dari pasangannya. Sedikit – sedikit, pasangannya harus melapor. Atau mungkin kebaliknya, sedikit – sedikit, dia yang akan mengabari pacarnya. Mulai dari apa yang ia kerjakan selama satu hari penuh, lokasi keberadaannya, apa yang keluarga besarnya lakukan, bahkan sampai sesuatu yang kurang relevan aja akan diceritakan ke pasangannya.

Individu dengan tipe attachment ini merasa tidak nyaman ketika harus sendirian. Makanya, dia akan selalu berusaha untuk menjalin komunikasi dengan pasangannya. Terkadang, ia terlalu cemas sampai menuduh pasangannya yang enggak – enggak. Pasangannya melihat ia sebagai orang yang sensitif, padahal sebetulnya ia orang yang baik. Tipe attachment ini bisa terbentuk karena individu ini sebelumnya punya pengalaman yang tidak menyenangkan secara emosional. Baik dengan pasangan sebelumnya atau mungkin justru dengan orangtuanya.

2. Dismissive – Avoidant

Sumber: genmuda.com

Kebalikan dari individu yang sebelumnya, individu yang satu ini tidak mau bergantung secara emosional pada orang lain. Ketika pasangannya berusaha untuk memerhatikannya, ia justru merasa tidak nyaman dan merasa terikat. Jadi gak heran, kalau individu jenis ini oke – oke aja kalau pasangannya ngilang tanpa kabar seharian.

Sebetulnya, ia ingin merasakan kasih sayang dan kedekatan dengan pasangannya seperti kebanyakan orang. Namun setiap kali ia memikirkan hal tersebut, ia merasa takut dikecewakan. Begitu juga saat ia bersama pasangan, ia tidak akan memberikan perhatian kepada pasangannya. Bahkan bisa dikatakan bahwa ia terlihat tidak butuh dan tertarik. Ketika diminta untuk berkomitmen, individu tipe ini biasanya menolak untuk menyatakan sikapnya.

3. Ambivalent

Individu jenis ini memiliki tipe attachment styles gabungan dari kedua tipe sebelumnya. Ya, biasanya, individu dengan tipe attachment ini bisa menjadi amat sangat curigaan dengan pasangannya. Jadi gak aneh deh kalau kamu lihat ada pasangan yang saling bertukar kata sandi media sosial karena salah satu pasangannya memiliki tipe attachment seperti ini, karena pada umumnya, individu dengan tipe attachment tidak mengenal privasi pasangannya. Ia amat sangat takut kalau suatu saat nanti pasangannya akan berhenti mencintainya, hal ini biasanya membuat ia lebih dulu mengakhiri suatu hubungan. Sikapnya selalu berubah – ubah. Terkadang, ia bisa sangat mengidolakan pacarnya, alias bucin abis. Tapi bisa saja di keesokan harinya sikapnya berubah menjadi dingin dan kasar secara tiba – tiba.

Nah, kalau yang tadi adalah 3 tipe attachment styles yang kurang baik, di bawah ini ada 1 tipe attachment styles yang ideal dimiliki seorang individu, yaitu..

4. Secure 

Sumber: genmuda.com

Individu yang secure dalam menjalin hubungan memiliki kepercayaan diri yang baik. Ia dan pasangannya juga berhasil untuk menetapkan batasan privasi yang sehat. Ia merasa nyaman untuk bercerita ke pada pasangannya, begitu juga dalam mendengarkan cerita dari pasangannya. Ketika berbuat kesalahan, ia mau meminta maaf dan belajar dari kesalahannya tersebut. Ia percaya ke pada pasangannya, namun tetap dalam batas yang normal.

Saat merasakan ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungannya, ia akan menanyakannya secara langsung ketimbang berasumsi yang tidak – tidak. Ia tidak berusaha untuk memaksakan kehendaknya pada pasangannya. Bahkan ketika ia merasa ada sesuatu yang harus diubah dari pasangan, ia tidak akan memberikan saran atau menyuruh pasangannya melakukan sesuatu yang tidak diinginkan pasangannya.

Nah.. sekian artikel mengenai 4 tipe pacaran yang perlu kamu dan pasanganmu kenali. Kalau kamu sendiri yang mana?


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Cindy

Cindy is a psychology student who is also a passionate writer and book reader.

0 Comments

Leave a Reply