5 Rekomendasi Pekerjaan Freelance yang Dapat Dilakukan Saat Kuliah

Gabut selama kuliah? Isi kekosongan waktumu dengan bekerja freelance, yuk. Anakui.com punya 5 rekomendasi pekerjaan freelance buat kamu, nih.


0

Sebagai mahasiswa, menjalankan perkuliahan hanya dengan belajar tentu rasanya akan membosankan. Tak jarang mereka memilih untuk aktif di organisasi atau kepanitiaan sebagai selingan di tengah sibuknya kuliah. Selain itu, ada juga yang memilih untuk bekerja sebagai freelance untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah uang saku.

Di antara banyak pilihan pekerjaan freelance, kamu harus bisa secara tepat memilih mana yang sesuai dengan passion, hobi, atau waktu agar tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah. Berikut ini anakui.com akan merekomendasikan lima pekerjaan freelance yang pastinya tidak akan mengganggu jadwal kuliahmu.

1. Tutor Privat

Sumber: pixabay.com/nrjfalcon1

Buat kamu yang suka mengajar dan berbagi ilmu, menjadi pengajar atau tutor privat merupakan pilihan yang tepat. Tutor privat memiliki waktu yang lebih fleksibel dibanding tutor di bimbingan belajar (bimbel) karena kamu bisa menyesuaikan sendiri waktu mengajarnya. Kamu juga bisa memilih kelas, mata pelajaran, dan waktu mengajar

Terdapat dua pilihan cara yang bisa kamu lakukan untuk menjadi tutor privat. Pertama, kamu bisa menawarkan jasamu secara mandiri. Kedua, kamu bisa mendaftarkan diri ke lembaga penyedia tutor privat. Cara kedua bisa disebut sebagai cara yang mudah karena kamu tidak perlu repot-repot mencari siswa sendiri. Mereka akan menyediakan berbagai pilihan kelas dan mata pelajaran yang sesuai dengan kemampuanmu. Kamu pun bisa menyesuaikan waktunya dengan waktu kuliahmu, sehingga tidak akan ada kejadian jadwal bentrok.

2. Content Writer atau Copywriter

Sumber: pixabay.com/firmbee

Penulis konten atau content writer merupakan pekerjaan freelance yang cocok buat kamu yang hobi menulis. Biasanya, kamu tidak akan ditarget untuk menulis seberapa banyak. Mereka hanya akan memberikan guideline tulisan seperti apa yang bisa dimuat di media mereka. Selanjutnya, kamu akan dibayar sesuai jumlah tulisan yang telah dipublikasi.

Selain menulis konten artikel, kamu juga bisa menulis copy untuk sebuah perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan. Pekerjaan ini disebut sebagai copywriter. Di bidang tersebut, kamu akan dituntut untuk menulis konten yang bertujuan untuk memasarkan produk suatu perusahaan dengan sistem soft-selling.

3. Fotografer atau Videografer

Sumber: pixabay.com/pixel2013

Buat kamu yang punya skill di bidang fotografi atau videografi, sayang banget kalau tidak dimanfaatkan sebagai penghasil cuan. Kamu bisa membuka jasa fotografer atau videografer untuk berbagai acara, seperti ulang tahun, wisuda, lamaran, dan lain sebagainya. Agar tidak mengganggu kuliah, kamu bisa membuka jasa khusus untuk akhir pekan atau waktu lain yang bebas dari jadwal kuliah.

Akan lebih seru lagi kalau kamu membuat tim kecil yang terdiri dari editor, pengatur tata cahaya, penata rias, dan posisi lainnya. Jadi, pekerjaan yang mulanya freelance bisa dikembangkan menjadi bisnis production house, deh, Keren, kan?

BACA JUGA: 5 Spot Foto Instagramable ala Anak UI, Hits dan Kekinian!

4. Desain Grafis

Sumber: pixabay.com/alexx-ego

Pekerjaan freelance yang satu ini cocok buat kamu yang suka ngutak-atik Adobe Photoshop atau aplikasi sejenisnya. Daripada dipakai untuk mengedit sesuatu yang kurang penting, lebih baik kamu membuka jasa untuk membuat desain grafis, seperti desain produk, ilustrasi, dan lain sebagainya.

Eits, karena jenis pekerjaan ini cukup rumit dan bisa memakan waktu lama, pastikan kamu bisa mengatur waktu antara mengerjakan project dan jadwal kuliah, ya. Jangan sampai kamu keenakan membuat desain sampai tugas kuliahnya keteteran.

5. Translator, Penyunting Teks, dan Verbatim

Sumber: pixabay.com/libellule789

Buat kamu yang jago di bidang kebahasaan, kamu bisa memanfaatkan keahlianmu untuk menjadi translator atau penyunting teks (proofreader). Jasamu ini dibutuhkan banget sama orang-orang yang sedang mengerjakan skripsi, tesis, atau disertasi, loh. Selain translator dan penyunting teks, kamu juga bisa membuka jasa verbatim atau transkripsi rekaman suara.

Biasanya, harga yang dipatok berdasarkan jumlah kata atau jumlah halamannya untuk translator dan penyunting teks. Sementara untuk verbatim, harga yang dipatok bisa berdasarkan jumlah menit rekamannya. Nah, kamu bisa menyesuaikan harganya dengan kemampuanmu, ya. Jangan sampai kamu mengecewakan pelanggan dengan mematok harga mahal tapi hasilnya tidak maksimal.

Bagaimana, Sobat AnakUI? Adakah pekerjaan freelance yang sesuai dengan kemampuan kamu?

Namanya juga freelance, jadi waktunya bisa kamu sesuaikan dengan jadwal kuliahmu. Selain itu, hasil pekerjaannya juga bisa kamu jadikan sebagai portofolio jika ingin terjun di bidang tersebut saat bekerja setelah lulus nanti. Jadi, tidak ada ruginya untuk memulai bekerja freelance saat kuliah.

BACA JUGA: Yang Beda di Universitas Indonesia ketika Liburan


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
3
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Language and Writing Enthusiast. Temui saya secara pribadi di aniesapramitha.medium.com . Baca artikel saya lainnya.

0 Comments

Leave a Reply