Pada 13 Juni 2020 lalu, Direktorat Kemahasiswaan UI, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI, dan panitia Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) UI telah melakukan audiensi mengenai pelaksanaan Kegiatan Mahasiswa Baru (Kamaba). Dikutip dari suaramahasiswa.com, pertemuan tersebut telah memutuskan bahwa Kamaba yang mulanya diadakan selama satu bulan penuh dipersingkat menjadi lima hari saja. Lima hari tersebut di antaranya tiga hari untuk Orientasi Belajar Mahasiswa (OBM), Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU), dan display Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM); satu hari untuk OKK, dan satu hari sisanya untuk Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF). Namun, sampai dengan artikel ini ditulis, tanggal rangkaian acara tersebut belum ditentukan.

Kabar tersebut tentunya menjadi hal yang kurang mengenakkan bagi mahasiswa baru (maba) UI 2020. Mereka nggak bisa merasakanya enak-nggak enaknya ospek secara langsung, nggak bisa berkenalan dengan teman baru secara langsung, dan nggak bisa merasakan hal-hal lain yang menjadi ciri khas dari Kamaba.

Kali ini, Anak UI mau merangkum beberapa hal pada rangkaian acara Kamaba yang mungkin nggak akan dirasakan oleh maba tahun ini.

advertisement

1. Latihan Paduan Suara Bersama Pak Dibyo

Sumber: Line

Siapa sih mahasiswa UI yang nggak suka sama salah satu acara Kamaba yang satu ini? Suara Pak Dibyo yang menggelegar dan bersemangat selalu mampu menghibur para maba selama proses latihan padus. Apalagi, slogan “Kalian adalah angkatan terbaik yang pernah saya latih” dari Pak Dibyo auto mengundang sorak dan tepuk tangan dari para maba. Nggak heran kalau acara ini disebut oleh para maba sebagai DWP (Dibyo Warehouse Project)

Sayangnya, maba tahun ini tidak bisa merasakan hal itu. Mereka tidak akan merasakan duduk berjam-jam di Balairung, menghapalkan semua lagu, dan dipandu untuk menyanyi lalalalalalala…. kalau tidak karena awaaaan… Hehe, sabar ya. Kalian bisa tetap merasakan euforianya walaupun hanya lewat video Youtube kok.

2. Ketemu Menwa

Sumber: Line

Selama rangkaian Kamaba, Resimen Mahasiswa (Menwa) akan membantu pihak UI dalam menertibkan mahasiswa dan menjaga keamanan di sekitar Balairung selama acara berlangsung. Mereka nggak akan segan-segan memberi kalian sanksi kalau kalian datang terlambat. Selain itu, anggota Menwa bernama Mantek Sangadji setiap paginya akan bersemangat memandu maba untuk menyorakkan yel-yel fakultasnya masing-masing.

advertisement

3. Mengumpulkan “Kartu Ajaib”

Selama rangkaian acara Kamaba, para maba memiliki “misi” untuk mengumpulkan “kartu ajaib”. Kartu tersebut merupakan kartu warna-warni yang digunakan sebagai bukti presensi maba pada setiap mata acara Kamaba. Nantinya, kartu tersebut dapat ditukarkan dengan jaket kuning (jakun) pada akhir masa Kamaba nanti.

Nah, karena tahun ini Kamabanya online, otomatis para maba tahun ini nggak bisa merasakan mengumpulkan kartu-kartu tersebut. Sebenarnya ini bisa dibilang kabar baik sih. Seenggaknya kalian nggak perlu susah-susah bangun pagi biar nggak datang telat dan bisa mendapatkan kartu itu

advertisement

4. Diteriakin Komdis

“Percepat langkahnya, Dek!”

Ospek memang identik dengan sosok komisi disiplin (komdis). Setiap fakultas memiliki sebutan khas untuk komdisnya. Biasanya, komdis menggunakan pita hitam dan berwajah garang. Mereka nggak segan-segan buat meneriaki kalian kalau nggak jalan cepet.

advertisement

Nah, kalau ospeknya online gini, mungkin sang komdis akan berteriak “Percepat internetnya, Dek!”

5. Pembagian Jakun

Sumber: Line

Setelah berjuang selama satu bulan mengikuti Kamaba, tiba saatnya para maba mendapatkan jakun. Eits, tapi nggak semudah itu, Ferguso. Untuk mendapatkan jakun, kalian harus antre selama beberapa jam, bahkan bisa sampai malam, loh.

Tahun ini, kalian para maba mungkin nggak akan merasakan perjuangan itu. Entah jakunnya akan dikirim ke rumah kalian atau mungkin bakal kalian ambil setelah kuliah berjalan normal nanti. Apapun itu, kalau kalian sudah jadi mahasiswa UI, kalian akan tetap dapat jakun kok.

6. Foto di Depan Rektorat dengan Jakun

Sumber: Line

Jiwanya maba itu jiwa-jiwa penuh semangat, salah satunya semangat pamer. Dengan jakun baru, rambut badai, dan make up natural biar nggak dimarahin senior, mereka akan berfoto ria berlatar belakang rektorat. Bisa foto sendiri, sama gebetan baru, sama pacar seperjuangan, atau sama satu angkatan di jurusan.

Buat maba tahun ini, sabar sedikit ya. Suatu saat nanti kalian juga bakal bisa foto di sana kok, walaupun belum tahu kapan…

7. Berburu Makanan Gratis

Setelah maba melaksanakan tugas padusnya saat acara wisuda, pihak UI akan menyediakan makanan gratis untuk mereka. Eits, bukan makanan kaleng-kaleng, loh. Teruntuk para maba, UI sudah menyediakan makanan seperti McD, KFC, atau Hokben yang bisa maba dapatkan secara gratis. Bahkan, kadang-kadang makanan tersebut tersisa cukup banyak, sehingga beberapa maba ada yang iseng kembali ke antrian untuk mengambilnya lagi. Jiwa-jiwa anak kos mulai tumbuh mungkin ya.

Hal seperti itu mungkin nggak akan dirasakan oleh maba 2020. Jadi, untuk kalian angkatan 2020, beli sendiri aja ya.

***

Itu tadi tujuh hal yang mungkin nggak akan dirasakan oleh maba UI 2020. Jangan bersedih ya. Kalian mungkin nggak merasakan momen itu. Namun, dengan diterima menjadi mahasiswa UI, itu udah menjadi kebanggaan tersendiri untuk diri dan keluarga kalian. Semangat maba 2020!