Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kalian kalau mendengar Fakultas Ilmu Keperawatan UI alias FIK UI? Apa yang terlintas di pikiranmu terhadap anak-anak keperawatan UI? Mungkin kalian langsung kepikiran, oh itu fakultas yang banyak ceweknya ya, bibit-bibit perawat, makara biru muda-biru tua-biru muda, dan lain-lain. Oke, sebelum kita bahas tentang FIK lebih lanjut, kenalin, aku satu-satunya penulis AnakUI.com yang dari FIK. Yup!  pertama kalinya dalam sejarah, anak FIK eksis di AnakUI.com, hehe. So, aku mau kasih bocoran ke kalian tentang fakta yang nggak banyak orang tau tentang FIK. Baca sampai habis ya!

1. Awalnya Nggak Termasuk Fakultas di UI

Fakultas Kedokteran UI di Salemba (sumber: indonesiacollege.co.id)

FIK baru terbentuk tahun 1985, yang sebelumnya tergabung dalam Fakultas Kedokteran berupa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK). Sejarah terbentuknya Fakultas Ilmu Keperawatan cukup unik, yaitu melalui perjuangan anak keperawatan itu sendiri. Hal ini juga dipengaruhi oleh tuntutan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan untuk lebih baik dan profesional. Pendiri FIK menyadari akan hal itu dan merujuk pada pengembangan tenaga kesehatan yang tercantum dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN).

Alasan lain perlu didirikannya Fakultas Ilmu Keperawatan karena ilmu keperawatan merupakan cabang ilmu yang bisa berdiri sendiri dan berbeda dengan ilmu kedokteran. Profesi perawat juga pada dasarnya memiliki perbedaan dengan profesi dokter walaupun kerap dianggap serupa. Berkat perjuangan anak keperawatan dan bantuan beberapa pihak, UI akhirnya membuka Fakultas Ilmu Keperawatan yang sekaligus jadi yang pertama berdiri di Indonesia.  FIK UI memulai babak baru dalam sejarah keperawatan Indonesia.

2. Dulu berseberangan sama Fakultas Teknik

Nurse and Engineer

Eitss… kata “bersebrangan” disini artinya bukan berselisih ya.. tapi maksudnya dulu saat masih di Kampus UI cabang Salemba, gedung FIK berseberangan dengan gedung FT. Kalian pernah denger nggak sih kalau ada rumor anak keperawatan sama anak teknik tuh jodohan? Tau nggak alasannya kenapa? Mungkin gara-gara gedungnya deketan jadi ada cinlok di antara mereka, haha. Anggapan kalau anak FIK jodohnya anak FT bisa relate sama sejarah yang satu ini. Dari segi populasi juga klop banget, yang satu kelebihan wanita, yang satu kelebihan pria.  Entah kalau sekarang, karena jarak telah memisahkan kita di UI depok, tapi jodoh nggak akan kemana kok.  Ups, Just Kidding 😊

3. FIK: Fakultas Ilmu Ke-perempuan-an

Hayoo… coba hitung berapa cowok di sini? (sumber: dokumentasi penulis)

Ini pelesetan FIK yang relate banget sih, emang fakta menunjukan bahwa cowok di FIK tuh langka banget.  Populasi kaum adam dan hawa bisa berbanding 1:20! Bayangin aja,  satu angkatan palingan cuman 5 – 7 cowonya, paling banyak  itupun 10.  Jadi, cowok FIK tuh otomatis bakal jadi tipe cowok yang selalu dikelilingi wanita, haha. Kita punya sebutan sendiri buat memanggil para cowok ini yaitu fikcow.

Fikcow #1 (sumber: dokumentasi penulis)

Kebiasaan fikcow ini sukanya bergerombol dan regol (registrasi online) kelas mata kuliahnya janjian. Fikcow juga sering jadi sasaran tunjuk jadi siepend atau ketua terutama di awal masa ospek. Fikcow juga pastinya sangat diandalkan dalam hal pengangkutan barang saat acara organisasi.

advertisement

Fikcow #2 (sumber: dokumentasi penulis)

Tapi perlu diingat nih, Ilmu keperawatan bukan hanya cocok untuk cewe loh, cowo juga bisa banget belajar tentang keperawatan. Di dunia kerja, jadi perawat tuh harus kuat dan tahan banting. Untuk pasien tertentu seperti pasien stroke, pasien post-operasi, pasien lansia dan lain-lain,  perawat perlu membantu mobilisasi pasien, menuntun pasien bahkan mengangkat pasien ke ranjang ruang rawat, nah disini tenaga perawat cowok dibutuhkan banget.

4. Nggak Hanya Belajar Kesehatan

Nurses are the heart of healthcare~(sumber: dokumentasi penulis)

Kalau kamu berpikir kuliah keperawatan cuman belajar kesehatan,  kamu salah besar. Mata kuliah wajib di FIK bisa dibilang ilmunya cukup komprehensif. Hal ini karena sebagai perawat kita harus merawat pasien secara holistik dengan memperhatikan biopsikososio dan spiritualnya. Jadi, kuliah di keperawatan itu bisa icip-icip bidang ilmu yang lain.

Kita belajar IT melalui mata kuliah Teknologi Informasi Keperawatan (TIK). TIK adalah matkul wajib yang mengajarkan tentang cara dokumentasi asuhan keperawatan dengan sistem digital.  Kita juga diajarkan cara mengaplikasikan Adobe Captivate untuk membuat proyek sederhana. Waktu itu, aku buat proyek edukasi tentang etika batuk dan bersin.

Kita juga belajar kebudayaan lewat matkul keperawatan transkultural.  Kita bahkan sampai homestay untuk mengkaji kebiasaan warga kampung Naga dan kampung Tajur terkait kesehatannya. Anak keperawatan juga sedikit banyak belajar tentang psikologi melalui keperawatan jiwa. Jangan salah, anak FIK juga diajarkan buat jadi pebisnis lewat mata kuliah kewirausahaan jadi bisa banget nih ngejalanin bisnis bareng anak keperawatan. Anak FIK sendiri, dituntut untuk belajar dari enam departemen sekaligus yaitu Dasar Keperawatan dan Keperawatan Dasar (DKKD), Keperawatan Medikal Bedah (KMB), Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, dan Keperawatan Komunitas.

Jadi…lulusan FIK UI tuh serba bisa, peluang kerjanya juga ngga hanya jadi perawat di rumah sakit loh.. bisa kerja bisa jadi pebisnis dengan buka klinik pribadi, bisa kerja di perusahaan dengan jadi perawat pekerja, kerja di sekolah jadi perawat sekolah dan sektor kerja lainnya yang butuh tenaga kesehatan.

5. Gampang Jadi Pejabat Organisasi

Pengabdian Masyarakat (sumber: dokumentasi penulis)

Karena anak FIK dikit,  satu angkatan paling 100 orang-an jadi persaingan buat jadi pejabat di organisasi cukup mudah, dari 100 orang itu aja nggak semuanya ikut organisasi. Belum lagi, di FIK kadang sulit menunjuk orang yang mau ambil peran jadi ketua organisasi dan alhasil terkadang hanya ada satu calon. FIK juga hanya punya satu jurusan yaitu ilmu keperawatan yang anak-anak nya itu-itu juga, jadi mau nggak mau harus ada yang maju nyalonin diri jadi ketua atau PO.

advertisement

Untuk eksis di organisasi tingkat fakultas juga terhitung mudah dan cepat naik jabatan apalagi kalau udah tingkat atas. Oh ya,  budaya di FIK juga suka mendahulukan kakak tingkat untuk memegang peran penting seperti ketua BEM, BPM atau lembaga lainnya. Kita bahkan pernah janjian buat milih temen angkatan sendiri saat pemira anggota independen (AI). Jadi,  kalau nyalon jadi pejabat di FIK mah peluang menangnya besar banget dan sangat didukung. Tapi, bukan berarti yang jadi pejabat FIK tuh nggak memiliki kualifikasi yang bagus ya. Karena anak FIK juga belajar tentang Kepemimpinan dan Manajemen (ManKep), karena diharapkan lulusan FIK bisa menjadi ketua tim maupun kepala ruangan. Kalau kata dosen mankep, anak FIK harus bisa menjadi duta yang mencerminkan citra baik FIK dimanapun ia berada.

6. FIK UI Buka Kelas Berbahasa Inggris

Nametag FIK (sumber: dokumentasi penulis)

Angkatanku kebetulan jadi bahan percobaan kurikulum baru di FIK. Ada 25 orang anak FIK terpilih untuk mengikuti kelas full berbahasa inggris. Hal ini berdasarkan hasil EPT toefl saat mahasiswa baru. Pada tahun 2018, kelas berbahasa inggris pertama kali dibuka. Waktu itu, angkatanku memasuki semester ketiga perkuliahan. Semenjak itu, FIK juga meningkatkan kolaborasi dan kerjasama dengan fakultas keperawatan lain dari universitas luar negeri seperti Belanda, Jepang, dan Austria. Walaupun aku nggak termasuk anak kelas inggris, tetapi FIK juga pernah mengadakan kuliah umum dengan mendatangkan ahli dari luar negeri yang otomatis penyampaian materinya dengan bahasa inggris, jadi aku bisa mencicipi rasanya ikut kelas inggris.

International students (sumber: jetmag.co.nz)

Waktu kelas kewirausahaan, juga sempat kedatangan pelajar keperawatan dari Austria yang sedang melakukan studi banding. Aku sempat diskusi bareng mereka dalam FG (Focus Group). Dengan dibukanya kelas berbahasa inggris, makin membuka peluang untuk memajukan ilmu keperawatan di Indonesia melalui study banding dengan negara lain. Hal ini juga membuka peluang besar untuk meraih impian bagi yang ingin melanjutkan S2 atau spesialis keperawatan keluar negeri.

7. Ada Aturan Berpakaian khusus Anak FIK

Kuliah di FIK (sumber: dokumentasi penulis)

Saat Welmab (Welcoming Mahasiswa Baru), kakak tingkat pasti sudah memberi tau kalau ada aturan berpakaian selama perkuliahan. Aturannya yaitu no kaos, no sandal, no jeans, no transparan, no ketat, dan no legging. Aturan ini nggak cuman berlaku saat ospek, tapi juga berlaku dari awal sampai lulus. Bahkan kalau main ke gedung RIK pas liburan, ada beberapa dosen yang menyuruh tetap menaati aturan ini. Kalau kata dosen, aturan ini dibuat agar mahasiswa terbiasa untuk berpakaian rapi dan menaati aturan berseragam ketika profesi nanti. Seperti yang kita tau, kalau jadi perawat beneran kan harus pakai seragam khusus. Nah, jadi ini nih alasan kenapa kalau main ke RIK dan ketemu anak FIK pakaiannya pada formal dan rapi.

***

Itu dia 7 hal dari banyak hal yang kamu mungkin nggak tau dari FIK. Fakultas yang termasuk mini di UI ini ternyata punya banyak keunikan ya? Bagaimana pendapatmu setelah tahu fakta unik anak FIK? Kalau aku lihat ya, setiap fakultas di UI memang punya ciri khas nya sendiri dan budaya yang unik. FIK  punya budaya fakultas yang ngebikin anak-anaknya punya sifat yang cenderung homogen, menurutmu gimana?

BACA JUGA: Yuk, Intip Warna-Warni Anak RIK dibalik Gedung Putih-nya!

Featured image reference: Instagram @okkfikui