Tips Lebaran Ramah Lingkungan – Halo kawan! Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu. Bagaimana keseluruhan puasa 30 hari ini? Lancar dong?. Syukur deh kalau begitu. Tidak terasa ya kawan, bulan Ramadhan telah usai, pergi meninggalkan kita. Bulan Ramadhan tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya karena terjadi pandemi Covid-19 yang menyebabkan segala aktivitas ibadah dilakukan #DiRumahAja.

Demi mendukung kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 maka sholat tarawih dilaksanakan di rumah, bekerja pun dari rumah, dan menahan diri untuk keluar rumah jika tidak ada kepentingan. Tetapi, semangat untuk selalu beribadah pasca bulan Ramadhan ini jangan sampai luntur.

Satu bulan kita beribadah puasa (bagi yang menjalankan) dari rumah saja, semoga segala amal ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan yang baru saja berlalu, senantiasa selalu mendapat pahala. Semoga juga kita dapat dipertemukan kembali pada bulan Ramadhan tahun depan dengan kondisi yang sudah kembali normal.

advertisement

Ramadhan selesai maka saatnya tiba Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Hari yang menjadi sarana saling bermaaf-maafan dan menyambung tali silaturahmi. Menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh suka cita setelah melaksanakan ibadah puasa hampir satu bulan lamanya. Banyak kegiatan yang dilakukan selama lebaran. Meskipun saat ini lebaran terasa berbeda karena harus #DiRumahAja, tetapi sekali lagi jangan melunturkan semangat saling memaafkan dan bersilaturahmi. Bisa lakukan silaturahmi secara online bersama keluarga dan kerabat.

Jika kondisi normal, mungkin momen lebaran memiliki beragam aktivitas seperti berkunjung dengan keluarga besar, ziarah, keliling desa untuk bersilaturahmi, hingga jalan-jalan ke tempat wisata. Nah di sini AnakUI.com akan berbagi tips lebaran ramah lingkungan pada kondisi lebaran yang normal sebelum adanya pandemi Covid-19. Sembari bersilaturahmi yuk bersama-sama melakukan hal baik untuk menjaga bumi dan lingkungan kita. Hal baik dari kalian akan bermanfaat untuk semua. Untuk itu mari disimak dan semoga bermanfaat.

1. Sediakan Air Galon dan Gelas Untuk Minuman Kepada Tamu yang Berkunjung

Lebaran pastinya identik dengan bersilaturahmi. Berkunjung untuk menyambung tali silaturahmi dan saling memaafkan ke rumah keluarga besar, saudara, tetangga, hingga pacar jadi agenda wajib selama hari lebaran. Seperti tamu pada umumnya, berkunjung di hari lebaran juga harus ditemani jamuan. Baik itu makanan maupun minuman.

advertisement

Biasanya sih orang-orang akan menyediakan air minum kemasan (misal aqua gelas) kepada tamu mereka. Alasannya sih biar tidak ribet dan dapat menyediakan lebih banyak. Nah hal ini sudah menjadi kebiasaan yang harus dikurangi. Pasalnya penggunaan minuman kemasan akan menambah jumlah sampah plastik di bumi ini. Memang sih sampah plastik bisa didaur ulang, tapi tidak mungkin 100% sampah plastik yang ada di bumi ini dapat didaur ulang. Ujung-ujungnya pasti akan masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Oleh karena itu, jika ingin mengurangi jumlah sampah plastik dari air minum kemasan alangkah baiknya kalian menyediakan air galon dan gelas untuk menjamu tamu yang berkunjung. Dengan menyediakan gelas dan air galon tamu pun bisa lebih bebas dan leluasa untuk mengambil air untuk diminum. Hal ini juga meminimalisir air minum yang terbuang jika menggunakan air minum kemasan. Jika kalian menerapkan tips ini maka satu hal baik untuk menjaga lingkungan sudah kalian terapkan.

2. Gunakan Wadah Pakai Ulang Untuk Setiap Kemasan Makanan maupun Minuman

Berhubungan dengan poin nomor 1 tentang sampah plastik. Biasanya selama lebaran stok berbagai jenis makanan dan minuman pasti menghiasi sebagian rumah orang Indonesia. Baik stok kue maupun minuman pasti diletakkan dan disimpan dalam wadah. Bagi kalian yang ingin tetap ramah lingkungan selama lebaran walau banyak stok makanan dan minuman bisa banget gunakan wadah pakai ulang untuk menyimpannya. Wadah pakai ulang ini bisa terbuat dari kaca ataupun plastik. Tapi lebih disarankan yang terbuat dari kaca, karena lebih awet dan tahan lama jadi tidak sekali pakai buang.

advertisement

Untuk teman-teman yang suka memberi kue lebaran kepada keluarga dan kerabat juga jangan lupa gunakan wadah pakai ulang. Mulai dari tempat menyimpan kuenya hingga wadah untuk membungkusnya. Biasanya wadah membungkus menggunakan kantong kresek, coba mulai diganti dengan totebag. Itu bisa mengurangi sampah plastik yang ada.

3. Ambil Seperlunya dan Makan Secukupnya

Kegiatan bersilaturahmi dan berkunjung memanglah menjadi momen yang menyenangkan. Apalagi dibarengi dengan acara makan-makan yang menambah momen kebersamaan dan kehangatan. Biasanya banyak sekali menu lebaran yang menggugah selera makan kita. Misalnya saja opor ayam, ketupat, gulai, rendang, dan berbagai menu lebaran lainnya. Tentunya ini membuat nafsu makan kita meningkat dong.

Ingat teman yang namanya nafsu itu tidak baik begitupun ketika melihat makanan-makanan lebaran ini. Perasaan hati ingin mencicipi dan melahap semua menu tersebut. Tapi apa daya perut kita memiliki kapasitas terbatas. Tidak bisa semua makanan tersebut dapat masuk dalam satu kali ronde makan. Nah biasanya laper mata tersebut membuat kita mengambil makan dengan jumlah berlebihan, kemudian saat sudah kenyang masih ada sisa makanan. Otomatis sisa makanan tersebut harus dibuang. Kan jadinya mubazir dong. Perbuatan mubazir tersebut tidak baik kawan. Oleh karena itu, daripada menuruti nafsu lapar mata lebih baik kita mengambil seperlunya dan makan secukupnya.

advertisement

Ambillah makanan sesuai porsi makan kita dan jangan berlebihan. Porsi makan kita akan membuat kita makan secukupnya dan menghindari perbuatan membuang-buang makanan. Padahal di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan makanan, tapi kita justru membuang makanan. Itu tidak baik teman.

Makanlah saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Mungkin anjuran yang pas untuk bisa menahan diri dari nafsu lapar mata tersebut. Dengan kita mengambil seperlunya dan makan secukupnya dapat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan karena tidak membuang-buang makanan.

BACA JUGA: Suka Duka Anak Kosan Libur Lebaran Bareng Keluarga

4. Memilah Sampah Sebelum Dibuang

Sumber: liputan6.com

Hal ini merupakan sambungan dari poin nomor 4. Walaupun kita sudah ambil seperlunya dan makan secukupnya serta telah menggunakan wadah pakai ulang, sampah tetap dihasilkan dari setiap kegiatan manusia. Hakikatnya sampah merupakan segala hal yang sudah tidak digunakan manusia/tidak berharga/dibuang oleh manusia. Maka dari itu sisa makanan pasti akan menjadi sampah, bungkus gorengan akan menjadi sampah, plastik es batu akan menjadi sampah, dan berbagai aktivitas selama lebaran pasti menghasilkan sampah.

Untuk itu maka lakukan pemilahan sampah sebelum dibuang selama lebaran ini yak. Selain bisa membantu meringankan beban petugas sampah karena sampahnya sudah terpilah. Proses pemilahan sampah juga akan membantu mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Kok bisa begitu? Kita ambil contoh saja misal terdapat sampah sisa makanan tulang ayam, bungkus ketupat dari daun kelapa, plastik es batu, kertas gorengan, dan botol sirup. Kita bisa memilah sampah tersebut menjadi 2 jenis yaitu organik dan anorganik.

  • Untuk yang organik yaitu tulang ayam dan bungkus ketupat bisa ditanam di tanah dekat rumah sebagai kompos. Walau tidak terlalu signifikan untuk menjadi kompos, tetapi sampah organik lebih mudah terurai apabila dikubur dalam tanah. Apalagi kalau kalian memiliki komposter rumahan, bisa banget sampah organiknya diolah di sana.
  • Untuk yang anorganik yaitu plastik es, bungkus gorengan, dan botol sirup bisa dipisahkan kemudian dicari mana yang bisa dijual kembali. Botol sirup memiliki nilai jual karena bahannya terbuat dari kaca dan bisa diolah kembali. Tapi mungkin untuk plastik es dan bungkus gorengan harus dibuang kemudian masuk ke TPA.

Nah bisa dilihat sendiri kan bahwa ada pengurangan jumlah sampah yang masuk ke TPA. Maka dari itu, jangan lupa pilah sampah kalian sebelum dibuang yak.

5. Bawa Sajadah Sendiri Ketika Sholat Idul Fitri, Jangan Gunakan Koran

Sholat Idul Fitri menjadi agenda pertama yang dilakukan di hari lebaran. Menunaikan solat kemenangan setelah menunaikan ibadah puasa satu bulan lamanya. Kembali bersih dan suci seraya menjalankan ibadah sholat Idul Fitri. Bertemu dengan orang lain yang juga menunaikan solat Idul Fitri membuat suasana lebaran menjadi lebih hangat.

Sebelum sholat Idul Fitri jangan lupa kenakan pakaian terbaik kalian (tidak harus baru) yang penting bersih, rapi, dan wangi. Berjalan menuju masjid terdekat untuk bersama-sama menunaikan ibadah sholat Idul Fitri. Tidak boleh lupa sajadah dibawa sebagai alas bersujud di masjid. Kurangi penggunaan koran sebagai alas bersujud. Biasanya banyak orang-orang yang tidak ingin repot dalam sholat Idul Fitri kemudian membawa koran sebagai alas sujud. Atau mereka tidak ingin sajadahnya kotor maka dilapisi dahulu alas sujud tersebut dengan koran. Nah selain sia-sia, hal ini juga bisa menyebabkan sampah koran berserakan di sekitar tempat sholat. Kebanyakan dari mereka akan membuang atau bahkan meninggalkan koran-koran yang sudah digunakan tersebut. Otomatis akan menjadi sampah dong.

Makanya teman-teman, lebih baik gunakan sajadah sebagai alas sujud kalian. Jika memang takut kotor kan bisa setelah sholat Idul Fitri sajadahnya dicuci. Jadi tidak ada alasan untuk tetap membawa koran sebagai alas bersujud. Lebih baik korannya sebagai bahan bacaan dan kalau memang sudah tidak dipakai koran tersebut bisa dijual kembali daripada hanya dibuang ke tempat sampah.

6. Jika Ingin Bersilaturahmi Maka Manfaatkan Transportasi Umum atau Berjalan Kaki

Sumber: depokpos.com

Ajang silaturahmi menjadi momen yang tidak boleh terlewat selama lebaran. Baik itu bersilaturahmi bersama keluarga, kerabat, tetangga, hingga pacar. Untuk membantu menjaga kelestarian bumi dan lingkungan maka gunakan transportasi umum jika ingin bersilaturahmi. Penggunaan transportasi umum bisa mengurangi polusi udara daripada setiap orang harus membawa satu kendaraan pribadi. Apabila rumah keluarga atau tetangga dekat alangkah baiknya berjalan kaki saja. Selain mengurangi polusi, jalan kaki bisa membuat kita sehat loh. Memang sih masih banyak sumber polusi udara di bumi ini misalnya saja industri. Tetapi hal kecil dan baik seperti menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki tidak salahnya kan dicoba. Mumpung lebaran jalanan sepi jadi manfaatkan transportasi umum atau berjalan kaki ketika silaturahmi.

BACA JUGA: Waspada! Ini Dia Enam Pertanyaan Rese’ Saat Lebaran Buat Mahasiswa!

7. Hindari Minum Menggunakan Sedotan

Sumber: rtl.de

Kalau hal ini mungkin masih sering dihadapi dan dilihat. Minum menggunakan sedotan mungkin menjadi salah satu kebiasaan orang Indonesia. Tidak afdol rasanya kalo tidak bisa menyeruput minuman menggunakan sedotan. Padahal, nikmat meminum langsung dari gelas tidak ada tandingannya loh. Banyak yang berpikiran tentang kehigienisan kalau minum langsung dari gelas. Itu menjadi salah satu alasan masih banyaknya orang yang minum menggunakan sedotan.

Nah di lebaran kali ini juga aneka minuman tersedia untuk dinikmati. Mulai dari sirup, teh, soda, dan berbagai jenis es buah. Untuk mengurangi sampah maka jangan gunakan sedotan ketika minum. Sedotan menjadi salah satu sampah yang mudah ditemukan dan tergolong banyak. Karena bentuknya yang kecil dan ringan, jadi sampah sedotan menjadi permasalahan yang akan selalu ada. Maka dari itu mulai hindari minum menggunakan sedotan ya kawan. Lebih nikmat jika minum langsung menyeruput dari gelas.

8. Baju Lama Lebih Ramah Lingkungan Dibandingkan Baju Baru

“Baju baru alhamdulillah. Dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa. Masih ada baju yang lama”.

Lirik tersebut mungkin menggambarkan kondisi kebiasaan orang Indonesia. Di mana hari lebaran identik dengan baju baru. Padahal lebih dianjurkan untuk menggunakan pakaian terbaik loh bukan pakaian baru. Proses pembuatan pakaian pastinya membutuhkan energi dan menghasilkan limbah. Jadi otomatis ketika kita membeli baju baru maka telah berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Maka dari itu lebih baik menggunakan baju lama yang masih bagus dan layak pakai dibandingkan membeli baju baru. Selain bisa lebih ramah lingkungan, kan uang tabungan untuk beli baju barunya bisa digunakan untuk keperluan lain. Jadi mulai sekarang gunakan baju kalian yang masih ada dan tersedia daripada harus membeli baju terus.

Sumber gambar ketupat lebaran

***

Lebaran memang menyenangkan. Momen kebersamaan dan kehangatan bersama keluarga tercinta. Menyambung tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan menjadi momen berharga selama lebaran.

Tapi sepertinya beberapa tips di atas belum bisa diterapkan pada lebaran kali ini karena terhalang pandemi Covid-19. Pandemi ini membuat kita harus menjalankan lebaran #DiRumahAja. Tidak bisa berkunjung bersilaturahmi dan tidak bisa menjalankan sholat Idul Fitri berjamaah di masjid untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 serta menjaga kesehatan keluarga.

Meskipun begitu kalian tetap bisa menjalankan silaturahmi dari rumah aja secara online dan bisa menunaikan sholat Idul Fitri #DiRumahAja. Jadi dengan kondisi sekarang ini, kita harus menerimanya dan tetap semangat menyambut hari kemenangan. Lalu berharap semoga tahun depan dapat menyambut hari kemenangan dalam keadaan normal.

Nah selain itu, jangan terlalu larut dalam kesenangan manusia. Masih ada hal lain yang harus kita jaga dan perjuangkan yaitu bumi. Memang terkesan sombong jika kita bilang bahwa kita ingin menjaga dan melindungi bumi. Padahal bumi bisa melakukannya sendiri. Kita manusia hanya sebagian kecil makhluk hidup yang ada di bumi. Tapi kita juga lah yang sering membawa kerusakan terhadap bumi. Jadi apakah ini akan sia-sia jika kita bilang bahwa kita akan menjaga bumi sedangkan masih banyak orang di luar sana mencoba merusak bumi. Ya itu bisa jadi sia-sia jika kita bertindak saat ini juga.

Lakukan hal kecil untuk bisa memperbaiki bumi, menjaga bumi, dan melindungi bumi.

Setidaknya kita bisa memperlambat proses pemusnahan alam semesta jika kita bersikap baik pada bumi. Kemudian yang paling terpenting, gaya hidup ramah lingkungan ini untuk menyediakan kehidupan yang lebih layak huni bagi anak cucu kita nantinya. Kalau begitu, apa saja tips lebaran ramah lingkungan versi kalian? Langsung tulis di kolom komentar jika ada. Salam Lestari!

Terakhir AnakUI ingin menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Taqabbalallahu Minna Waminkum, Washiyamana Washiyamakum, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

BACA JUGA: Cara-Cara Minta Maaf Saat Lebaran yang Kekinian