Hai, dedek-dedek unyu yang baru selesai UN dan nggak jadi bikini party!

Selamat, ya,untuk adik-adik yang sudah melewati masa-masa hiperbola saat menjalani Ujian Nasional. Meski tahun ini UN-nya tidak menentukan kelulusan kalian dari SMA/sederajat, tetap saja, yang namanya UN bikin bumi pertiwi gonjang-ganjing.

Tapi tahukah kamu? Sebenernya di tahun 2014 lalu, siswa/siswi SMA/sederajat se-Indonesia punya kemungkinan lulus UN sebesar 99,9%! Wuiih… tinggi banget, yak? Ya, memang! Dari tahun ke tahun itu tingkat kelulusan SMA/sederajar itu gede banget hampir pasti di atas 98%. Artinya peluang kamu sebetulnya sangaaat keciiill kalau sampe nggak lulus UN SMA atau UN SMK. Nah, apalagi kalau sekarangm UN tidak menentukan kelulusan kamu dari SMA. Memang dunia lagi lebay aja kalau UN lagi ngehits-ngehitsnya.

advertisement

Nah, sekarang kamu sudah sadar kan, kalau UN sebenernya nggak seseram yang selama ini kamu bayangkan? Kamu nggak perlu lagi takut diputusin atau mutusin pacar hanya karena dia nggak lulus UN dan punya masa depan yang nggak jelas. Meski sebenernya masa depan kamu nggak jelas-jelas banget juga. Jadi, apa sih tantangan hidup yang sebenernya usai Ujian Nasional?

Tak lain dan tak bukan adalah…. ujian masuk perguruan tinggi. Terutama, perguruan tinggi negeri. Seperti yang dijelaskan di artikel sebelumnya, ujian masuk perguruan tinggi itu ada 4 jalurnya, kamu baca sendiri lah di sini.

Pada saringan SBMPTN 2014 yang lalu, cuma 104.862 siswa yang lolos dari total 664.509 peserta, artinya cuma sekitar 15,78%  siswa yang lolos SBMPTN 2014! Sekarang kamu bisa lihat kalo persentasenya jaauuuh bangeeet sama peluang kamu buat sekedar lulus UN SMA/SMK.

advertisement

“Lalu, apa kabar Kak kalau aku maunya masuk UI? Gimana peluangku?” Coba kamu hitung dan baca-baca sendiri ketatnya persaingan masuk UI di sini deh.

Tapi, di artikel kali ini, penulis tidak akan menulis seputar berapa besar peluang kamu untuk masuk Universitas Indonesia. Melainkan akan membahas mitos-mitos yang mungkin saat ini kamu yakini karena dulu kakak-kakakmu yang sekarang kece itu dulu juga percaya sama mitos-mitos ini, yang sebenarnya ini SAMA SEKALI NGGAK MENOLONG KAMU UNTUK LULUS UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Betul. Tuh, udah huruf kapital dan dikasih bold. Kalau masih ngoyo buat melakukan hal-hal di bawah ini, ya tanggung risiko sendiri, yah.

“Apa aja sih kak mitos-mitosnya?” Nih:

advertisement

Ngapalin tipe soal SBMPTN/SNMPTN tahun-tahun lalu

Percuma Ngapalin tipe soal SBMPTN/SNMPTN tahun-tahun lalu (Sumber:)

Percuma ngapalin soal tahunlalu (Sumber:Photo Credit: francisco_osorio via Compfight cc)

Jangan dilakukan deh! Jujur aja, kamu baca sampai botak, sampai itu buku soal kamu sobek, terus dibakar terus diisep abunya,  ujung-ujungnya nggak akan ada soal yang paling tidak mirip bakal keluar di soal ujian SBMPTN/SNMPTN! Itu cuma jualan abang-abang yang gelar lapak depan gerbang kampusya aja! Mahal lagi bukunya!

Kenapa? Kok gitu? Ya karena yang bikin dosen!

Ujian masuk perguruan tinggi sangatlah berbeda dengan Ujian Nasional. Memang ada soal-soal yang kamu pelajari saat di bangku SMA/SMK/Sederajat. Namun, ketahuilah di ujian masuk perguruan tinggi kamu dituntut untuk punya pengetahuan yang umum. Sering baca koran, baca buku ilmiah selain buku pelajaran tentunya akan sedikit banyak membantu. Jujur saja, penulis punya hobi baca ensiklopedia di waktu senggang dan 5 dari 10 pertanyaan ujian masuk perguruan tinggi keluar dari ensiklopedia yang saya baca. Tapi, jangan sekali-sekali nyobain ngapain ensiklopedia di malam sebelum ujian yah, karena pasti hasilnya ngablu.

advertisement

Intinya, ujian kali ini nggak bisa hanya mengandalkan latihan soal dan hafalan sehari semalam!

Cuma Mengandalkan Satu Jalur Masuk

Coba banyak jalur emang bikin belajar mulu sih. (Sumber:)

Coba banyak jalur emang bikin belajar mulu sih. (Sumber:Photo Credit: Butz.2013 via Compfight cc)

Nggak sedikit pelajar SMA/SMK/Sederajat beranggapan, banyak ujian itu makan banyak waktu dan biaya, belum belajar ini-itu untuk ujian yang berbeda-beda. Akhirnya, karena menghindari keribetan ujian masuk, dipilihlah satu jalur saja.

Percayalah, kalau kamu lakukan hal tersebut, ini sama saja dengan yang namanya bunuh diri. Iya, b.u.n.uh. d.i.r.i! Kenapa? Karena nyadar aja deh, kamu lulus satu ujian saja sudah cuup beruntung. Keberuntunganmu akan cepat habis kalau kamu hanya menggunakannya satu kali.

Intinya, makin banyak jalur yang kamu pilih, semakin besar peluang kamu untuk lulus. Karena kalau satu jalur nggak lulus, masih bisa ‘ngeles’ lewat jalur lainnya.

 

Kelamaan Mikir Mau Daftar Jurusan Apa

Kebanyakan mikir. Duh, pusing pala Barbie. (Sumber:)

Kebanyakan mikir. Duh, pusing pala Barbie. (Sumber:Photo Credit: CollegeDegrees360 via Compfight cc)

Oke, kamu punya tekad untuk masuk UI. Itu bagus. Sangat bagus  malah. Tapi kemudian, apa yang biasanya kamu pikirkan?

“Duh, ternyata yang namanya kuliah, jurusannya banyak. Pilih yang mana, yah?”

“FK apa FH ya? Eh, jangan. FE aja deh, alumninya banyak yang sukses, etapi kalau masuk Psiko ceweknya cakep-cakep

Serius deh, jangan lakukan ini. Mending kamu tanyakan diri kamu sukanya bidang apa, kalau sudah lulus mau berkarir sebagai apa, baru tentukan jurusan kamu. Jangan karena ikut-ikutan teman atau karena pengen cari pacar. Percaya deh, kalau sudah kuliah, pacar yang nyariin kamu!

 

Nggak Mau Tau Jurusannya Apa, yang Penting Kuliah

"Duh, kayaknya gue salah jurusan deh." (Sumber:)

“Duh, kayaknya gue salah jurusan deh.” (Sumber:Photo Credit: quinn.anya via Compfight cc)

Yang ini masih sebelas-dua belas kelakuannya sama kayak di atas. Ini juga cari mati.

“Pokoknya aku mau masuk UI! Titik!” – ungkap Siska yang bersikeras masuk UI hanya demi gengsi karena teman-temannya juga masuk UI tapi dia sendiri nggak tau mau ke mana dan ngapain.

Kalau lulus ujian, Siska akan menyesal di akhir semester pertama,

“Duh, harusnya gue nggak milih jurusan ini, mata kuliahnya nggak banget!”

Itu kalau beruntung, kalau dia nggak beruntung yaa nggak tau juga.

Universitas Indonesia itu guuuuuueeeedeee banget, fakultasnya banyak, mahasiswanya juga bejibun. Nggak usah khawatir kamu nggak dapat teman, yang namanya kuliah pasti dapat teman baru. Minimal TTM-an yang kamu temuin waktu bantuin kamu ujian… di WC.. bantuin jagain WC-nya maksudnya.

Nah, masih mau nyobain mitos-mitos yang bisa bikin masa depan kamu semakin nggak jelas?

Mending sekarang kamu share artikel ini di Twitter, Facebook atau LINE kamu!  Agar teman-teman kamu, pacar kamu, atau friendzone-an kamu gak melakukan mitos-mitos di atas dan masih bisa ketemu kamu di kampus yang sama. Meski kalau kampusnya beda kalau mau ketemu ya tetep bakal bisa ketemu juga sih. Nggak bakal pisah-pisah amat. Jadi ya biasa aja.

Dengan demikian, penulis mengucapkan, selamat menempuh Ujian Masuk SBMPTN/SNMPTN dan selamat datang di Universitas Indonesia! Kakak-kakak kece yang sebagian besar jomblo juga akan dengan senang hati menyambut kamu dan pedekate-in kamu di hari pertama kamu dikumpulin di Balairung! Dijamin!