Analisis Fenomena Seksualitas dan Kapitalisme Sebagai Sebuah Perspektif

Seksualitas selalu menjadi permasalahan yang menarik terutama mengenai permasalahan prostitusi. Angka prostitusi di dunia masih sangatlah tinggi. Timbul suatu pertanyaan, mengapa angka prostitusi masih sangat juga tinggi kendati sebenarnya manusia telah masuk di dalam kebudayaan modern?


0

Seksualitas selalu menjadi permasalahan yang menarik terutama mengenai permasalahan prostitusi. Angka prostitusi di dunia masih sangatlah tinggi. Timbul suatu pertanyaan, mengapa angka prostitusi masih sangat juga tinggi kendati sebenarnya manusia telah masuk di dalam kebudayaan modern?

Jika kita renungkan justru karena manusia masuk di dalam kebudayaan modern yang basisnya adalah sistem kapitalisme maka prostitusi dapat terjadi. Prostitusi (dalam prakteknya terhadap perempuan – heteroseksual) dapat dianggap menghina kaum perempuan karena di dalam prostitusi perempuan hanya dilihat sebagai objek semata dan bukan sebagai subjek.

Memangnya bisa memberantas prostitusi? Jawabannya adalah selama kapitalisme masih ada, prostitusi tidaklah dapat diberantas. Mengapa? Karena penyebab prostitusi adalah sistem kapitalisme.

Sistem Kapitalisme

Sumber gambar: fee.org

Sistem kapitalisme membuat segala hal di dunia ini menjadi objek yang diperdagangkan di dalam pasar bebas, termasuk perempuan. Apalagi adanya eksploitasi yang dilakukan para pemilik alat produksi terhadap buruh yaitu dengan memberikan gaji yang kecil dan jam kerja yang tinggi memberikan dorongan psikologi para buruh terutama wanita untuk mencari cara lain memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu dengan menjadikan tubuhnya sendiri objek perdagangan di dalam pasar.

Kemiskinan yang dialami para buruh terutama wanita menjadi penyebab utama prostitusi tetapi kemiskinan itu bukanlah terjadi karena keegoisan para pemilik alat produksi melainkan karena cara sistem kapitalisme bekerja memang seperti itu. Pasar bebas mengharuskan para pemilik alat produksi atau perusahaan untuk berkompetisi antara pemilik alat produksi lainnya sehingga adanya keharusan para pemilik alat produksi untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya jika tidak ingin mengalami kehancuran dan hal itu dilakukan dengan berbagai cara seperti meningkatkan promosi produk, kualitas produk, dan lain-lain. Tetapi cara termudah yang dilakukan adalah dengan memberikan buruh gaji yang kecil.

Sistem kapitalisme membuat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Perusahaan-perusahaan kecil tidak akan mampu menghadapi perusahaan-perusahaan besar dalam berkompetisi di dalam pasar bebas sehingga mau tidak mau pada akhirnya perusahaan-perusahaan kecil akan terserap dengan perusahaan besar.

Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Sistem kapitalisme dengan pasar bebas memang dimaksudkan supaya yang kuat yang menang dan yang lemah yakni kaum buruh tidak mampu bersaing dengan para pemilik alat produksi. Konsekuensi eksploitasi yang dilakukan sistem kapitalisme inilah penyebab utama kesenjangan kemiskinan antara yang kaya dan miskin sehingga terjadi disparitas pendapatan yang tinggi antara pemilik alat produksi dan buruh.

Kapitalisme dan Seksualitas (sumber: contributorsreview.wordpress.com)

Adanya disparitas pendapatan memicu para buruh terutama wanita dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya dengan jalan prostitusi, karena percuma saja mengharapkan imbalan peningkatan gaji dari pemilik alat produksi yang eksploitatif. Selain itu budaya konsumerisme yang dihasilkan sistem kapitalisme membuat manusia tenggelam didalam budaya hedonisme dan segala sesuatu dilihat sebagai objek perdagangan di dalam pasar bebas.

BACA JUGA: Sebuah Rahasia Umum, Kita Tertipu Kapitalisme!

Jadi masalah utama dari seksualitas yaitu prostitusi adalah sistem kapitalisme ini sendiri. Selama sistem kapitalisme berdiri prostitusi akan terus menghantui manusia itu sendiri. Bahkan tidak hanya tubuh yang menjadi objek yang diperdagangkan di dalam sistem kapitalisme melainkan seni menjadi objek yang dideterminasi oleh pasar juga.

Di dalam sistem kapitalisme seseorang menciptakan seni tidak didasarkan pada upaya memenuhi perealisasian hakikatnya dan kreativitasnya melainkan dilakukan dalam upaya memenuhi tuntutan pasar yaitu apa yang diinginkan konsumen. Jadi bahkan kreativitas pun menjadi objek perdagangan di dalam pasar.

Kampus atau universitas tempat dimana akal pikiran merdeka pun sebenarnya telah dideterminasi oleh tuntutan pasar dimana hasil akademik harus sesuai dengan tuntutan pasar sehingga hasil akademik intelektual pun diperdagangkan menjadi objek perdagangan di dalam pasar bebas.

Jadi selama sistem kapitalisme berdiri maka seluruh realitas akan ditentukan oleh sang kapitalisme itu sendiri dan seksualitas terutama prostitusi akan terus terjadi dan akan dianggap lumrah. Jadi cara memberantas prostitusi adalah dengan menghancurkan sistem kapitalisme itu sendiri karena segala sumber kemiskinan dan eksploitasi terutama terhadap buruh perempuan disebabkan oleh struktur-struktur ekonomi politik yang diciptakan oleh kapitalis untuk memenuhi kepentingan pragmatis mereka.

BACA JUGA: Ini Tokoh-tokoh Politik Indonesia yang Lahir dari Kampus UI

Daftar Referensi

https://www.britannica.com/biography/Karl-Marx

https://www.liputan6.com/global/read/4024634/12-negara-dengan-bisnis-prostitusi-terbesar-di-dunia-ada-nama-indonesia

https://kelana-tambora.blogspot.com/2015/08/memandang-kemiskinan-dari-teori-marx.html

Referensi gambar header: prostitusi di Perancis


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Mohan

Seekor kucing yang suka makan dan bermain.

0 Comments

Leave a Reply

Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals