Selamat malam jumat pembaca setia anakUI.com! Apa kabar semuanya? Semoga selalu diberikan kesehatan dan juga kebahagiaan meskipun harus #DiRumahAja. Nah, kali ini, anakUI.com menghadirkan suatu artikel yang berisi pengalaman teman-teman kita sesama mahasiswa UI yang tidak tahu kenapa bisa naas, harus bertemu dengan sosok mbak-mbak cantik penunggu Perpusat.

Sumber: okezone.com

Eitts.. Jangan seneng dulu. Mbak-mbak cantik ini bukan mbak-mbak mahasiswa atau karyawan UI yang kita kenal, melainkan sosok jahil yang sering banget berkeliaran di sekitaran Perpusat dan juga danau UI. Tentunya, perlu pembaca ingat juga bahwa mbak-mbak ini tidak berasal dari dunia yang sama dengan kita. Makanya, bertemu dengannya sebisa mungkin kita hindari.

Oke, cerita pertama datang dari teman penulis sesama mahasiswa psikologi

Sebagai anak psikologi, rasanya emang sulit banget untuk meyakini kehadiran dari sosok hantu karena tentunya di ilmu kami, hal tersebut memiliki penjelasan secara ilmiah dibaliknya. Tapi ternyata, teman penulis saat itu mengaku dengan jelas melihat dengan kedua matanya sendiri, sosok yang cukup terkenal. Yup, saat itu dia baru saja pulang dari kos-kosan temannya di daerah Barel.

advertisement

“Saat itu jam menunjukan pukul 09.00 malem. Gue santai aja, karena gue pikir masih belom terlalu malem. Rencanya gue mau ke parkiran Fasilkom karena cowok gue nunggu di situ. Pas gue lagi jalan di sepanjang trotoar MUI, gue lihat samar-samar ada perempuan duduk di tempat penyimpanan spekun. Tahu kan lo” Cerita narasumber.

Narasumber pun lanjut mengatakan bahwa sosok perempuan itu berambut panjang sepinggang dan duduk membelakangi jalanan.

“Makanya gue gak lihat mukanya. tapi pas gue jalan mulai agak mendekati dia, dia berdiri dan langsung berjalan lurus ke arah danau. Aneh sih, masa langsung ngilang gitu aja, ke arah danau lagi. Gue ga meriksa lagi sih dia ke arah mananya. Pokoknya ilang gitu aja. Semoga saat itu dia beneran mahasiswa deh. Hehehe”

advertisement

Coba perhatikan, ada yang aneh?

Terlepas dari manusia atau tidaknya yang dilihat teman penulis tersebut, cerita lain datang dari salah satu mahasiswa FIB yang terpaksa melihat sosok ini di sore hari menjelang adzan maghrib.

Sebut saja S, saat itu Ia sedang berjalan pulang menuju kos-kosannya di daerah Kutek setelah membeli minuman di Perpusat.

“Saat itu gue jalan sambil main hape aja. Tiba-tiba gue denger suara perempuan ngikik gitu. Ya lo pikir aja, kanan-kiri gue udah sepi. Tumben banget, tapi gue masih positive thinking. Palingan ada cewek lagi ngobrol sama pacarnya ketawa keasikan, ya kan.. Tapi gimana sih gue tengok kanan-kiri gak ada siapa-siapa dong, padahal tuh suara kayak di belakang gue. Deket banget”

Untungnya, S dapat pulang ke kosan dengan selamat. Kira-kira menurut kalian yang membaca, siapa ya yang ketawa? Apakah manusia? Atau mungkin.. Hmmm

advertisement

Nah, cerita terakhir ini datang dari penulis sendiri.

Sebenernya, penulis gak mau langsung menyatakan apa yang penulis lihat itu adalah sosok yang sama yang ditemui oleh kedua narasumber di atas. Semua penulis serahkan kepada pembaca, apakah sosok yang penulis ceritakan di bawah adalah sesosok hantu, atau mungkin salah satu mahasiswa yang iseng ngerjain penulis. Intinya, apa yang penulis alami cukup menyebalkan, dan semoga tidak ada yang mengalami hal serupa seperti ini.

Jadi begini ceritanya, saat itu UI sudah mulai memasuki musim liburan. Penulis sendiri saat itu sudah libur, dan datang ke UI di waktu sore karena masih harus les bahasa di LBI UI.

Saat itu, penulis berencana untuk meminjam beberapa buku untuk mengisi waktu libur. Tentunya keadaan Perpusat sudah sepi. Tidak semua gerai makanan dan minuman yang biasanya ramai dipenuhi mahasiswa buka. Hanya segelintir mahasiswa yang masih lalu lalang dan mengerjakan tugas (mungkin skripsi, ya?) di Perpusat. Kalau dibilang seram apa enggak, ya enggak sih. Toh sinar matahari juga masih ada ngintip-ngintip dari balik jendela kaca. Tapi entah kenapa suasana agak berbeda dari biasanya.

advertisement

Lanjut…

Selesai meminjam buku di lantai dua. penulis memutuskan untuk turun ke bawah karena sebentar lagi les akan dimulai. Penulis pun berniat menggunakan tangga dan bukannya lift, karena sudah terbiasa menggunakan tangga di FPsi.

BACA JUGA: Mitos Horor UI Paling Legendaris, Bikun hingga Hantu Wisuda UI

Sembari melihat berkeliling, penulis ternyata tidak sendirian. Ada seorang mahasiswa perempuan dengan rambut panjang sepinggang dan memakai kaus berwarna merah (sama seperti yang diceritakan teman penulis) sepertinya juga ingin turun ke lantai dasar dan berjalan tepat di depan penulis. Meskipun kemunculan dari perempuan ini sangat tiba-tiba dan menyebabkan penulis heran, penulis pada awalnya menyangka mungkin mbak-mbak ini adalah hanyalah mahasiswi biasa. Mbak-mbak ini pun berbelok ke arah salah satu tangga yang biasanya langsung mengarahkan ke lantai dasar. Tapi jalannya cepat sekali, padahal tidak berlari dan tidak terlihat terburu-buru.

Tumpukan kursi rusak.

Ya, itulah yang penulis temukan di ujung tangga keluar. Tidak ada jalanan yang bisa dilewati yang mengarahkan ke lantai dasar. Lampu-lampu pun hanya sedikit yang menyala dan sangat redup. Waduh, penulis panik setengah mati. Sangat tidak mungkin seseorang bisa melewati tumpukan kursi rusak tersebut sekalipun mereka atlet profesional, karena tumpukan kursi itu hampir menyentuh langit-langit Perpusat. Sosok perempuan yang tadi berjalan di depan penulis pun hilang seperti tidak berbekas. Tidak terdengar suara apapun, seperti tidak pernah menuruni tangga ini. Padahal, jelas-jelas tadi Ia berjalan di depan penulis memandu penulis untuk ikut turun di tangga ini.

Apa yang terjadi berikutnya?

Well, penulis buru-buru meninggalkan lokasi tersebut, sambil berharap Tuhan tidak akan mempertemukan penulis dengan sosok itu lagi. Kalau boleh jujur, penulis ketakutan setengah mati, mengingat bisa saja sosok itu membalikan badan dan menampakan wajah seramnya. Hiihhh.. Untung saja.

Nah sekian cerita dari penulis dan teman-teman penulis! Semoga apa yang kami alami tidak menjadikan teman-teman pembaca semua menjadi takut dengan Perpusat, apalagi menghindari! Apa yang kami ceritakan di atas mungkin hanya terjadi pada orang-orang tertentu yang sosok ini pilih dan belum tentu terjadi pada kalian! Tetap gunakan sarana ini sebaik-baiknya ya teman-teman!

BACA JUGA:  Ternyata Dosen Baru yang Ngajar di FHUI Tengah Malam Itu Adalah

Referensi Gambar Perpustakaan UI Malam Hari: Pravitasari/SUMA