Ada beragam kelas yang dibuka untuk mahasiswa di UI ini, mulai dari kelas bioteknologi, kelas bahasa Ibrani, kelas sejarah Indonesia, kimia dasar, sampai ke anatomi. Ada juga kelas-kelas ‘penghibur’ macam MPKO basket-voli-tenis-futsal dan MPKS vokal-teater-komik-karawitan yang cuma 1 sks itu.

Tapi tentunya gak semua kelas ada, dan adalah hal yang wajar kalau ada mahasiswa yang menghayal sedikit mata kuliah yang seharusnya bisa diadakan, baik itu memang dengan alasan akademis atau memang buat seru-seruan aja.

 

Advanced fiction writing

Apa jadinya kalau ada kelas bersama Sapardi Djoko Damono, misalnya? via detik

Apa jadinya kalau ada kelas bersama Sapardi Djoko Damono, misalnya? via detik

Kalau suka nulis, pasti doyan banget sama kelas ini. Mungkin bisa diajar langsung sama SDD atau Bapak Sapardi Djoko Damono. Mengajar Alih Wahana aja udah keren banget, gimana kalau sampai diajarin nulis fiksi? Bisa-bisa pada kepengin nulis novel kaya novelnya SDD yang Trilogi Soekram.

BACA JUGA: UI Sudah Melahirkan Penulis-penulis Besar Ini! Siapa Saja?

Sebentar, kenapa Advanced? Iyalah. Kalau basic palingan gak jauh dari belajar majas-majas, hiperbola, ironi, atau mungkin analogi. Siapa tau kalau advanced bisa diskusi trik-trik narasi ala penulis-penulis kondang, belajar tentang fokalisasi dan nulis alur berintrik yang bikin pusing. Sepele? Jangan salah, serial televisi macam Flash, film kaya Pulp Fiction bahkan sampai ke Game of Thrones itu fiksi loh. Dan itu keren.

advertisement

 

Kelas retorika

Biar ngomongnya juga lancar pas presentasi via metrotv

Biar ngomongnya juga lancar pas presentasi via metrotvnews

Di antara kamu pasti ada mahasiswa yang kalau lagi di kantin bareng temen-temen ngomongnya lancar banget, aktif, dan komunikatif. Tapi ketika ke depan kelas, atau naik ke podium, langsung ciut dan terbata-bata. Akuin aja, yang namanya retorika itu gak semua orang bisa. Ada banyak mahasiswa cerdas yang gak ahli dalam hal presentasi atau beretorika, boro-boro debat, lagi presentasi aja masih “ehm ehm uhhh apa namanya?”.

BACA JUGA: Ada Tips Nih Supaya Gak Sering Bilang Umm…Saat Presentasi

Gak terstruktur dan gugup. Alangkah indahnya kalau misalnya kelas retorika ini dibuka, supaya mereka yang punya banyak ide cemerlang gak mendem bingung mau ngomong apa, tapi beneran tahu dan berhasil mempersuasi lainnya untuk melaksanakan ide itu. Sensasional.

 

Kelas lawak

kelas lawak? Seru juga! via bet

kelas lawak? Seru juga! via bet

Ini memang kesannya bener-bener buat lucu-lucuan dan seru-seruan aja. Padahal sebenernya… ya emang buat seru-seruan. Iya, dong? Ayolah, gak semua orang itu bisa ngelawak. Ngelawak itu bukan hal yang gampang.

advertisement

Oke, kamu punya talent, apa yang kamu omongin itu sering memancing tawa, minimal senyum-senyum agak nista. Tapi bukannya lebih seru lagi kalau itu jadi kemampuan yang terasah? Kalau mau bicara teknis, liat aja stand-up comedian yang beberapa waktu lalu sempet menjamur. Oke, mereka ada talent, tapi theoretically speaking, mereka paling ngelawak naik ke atas panggung maksimal sepuluh menitan.

BACA JUGA: Hidup Tuh Kudu Bahagia, Cuy!!

Coba liat stand-up comedian macam Kevin Hart atau yang legendaris macam Chris Rock, mereka sekali naik itu bisa satu jam monolog, kontennya punya flow yang apik dan rapi, lucunya gak ketulungan. Tau kenapa? Karena mereka gak cuma berbakat; mereka punya sistem dalam bikin konten dan punya sistem latihan bahkan sampai ke research tipe lawakan yang paling ampuh, mau itu punchline ataupun pake ekspresi.

 

Kelas pengkajian film

Mata kuliah pengkajian film via sociozine

Mata kuliah pengkajian film via sociozine

Eits, kata siapa gak ada? Ini ada banget, loh. Di Prodi Prancis FIB UI, Pengkajian Sinema Prancis jadi salah satu mata kuliah wajib dan bisa dibilang ‘berbahaya’ karena memang pengkajian ini hanya dikhususkan pada film-film Prancis yang notabene sering dibilang ‘absurd’ atau ‘aneh’, sulit ditangkap sama orang awam.

BACA JUGA: Cara Jago Belajar Bahasa Inggris Lewat Nonton Film

Bakal keren kalau misalnya ada mata kuliah pengkajian film secara umum dong? Iyalah. Beberapa film ‘berat’ macam Shutter Island yang melibatkan mantan polisi pengidap PTSD atau Black Swan yang bisa dibabat pake psikoanalisis, memang pantas untuk dikaji. Penggemar film pasti setuju.

—

Apa kamu punya ide lain untuk matkul keren? Masak, mungkin? Wood working?  Balet? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter atau Line, siapa tau bisa menginspirasi yang lainnya.

 



[reaction_buttons]