Kamu Ketemu Pelaku Exhibitionist Di Sekitar Kukusan Teknik – UI? Berikut Ini Tips Menghadapinya. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan beberapa teman penulis yang mengalami hal yang sama. Jika pembaca pernah mengalaminya, semoga pembaca baik-baik saja dan peristiwa ini tidak terulang lagi.

Kejadiaannya seperti ini…

Waktu itu kejadiaannya hari senin sekitar jam tujuh pagi. Aku baru saja tiba di kos-kosan ku yang terletak di daerah Kukusan Teknik setelah sebelumnya aku pulang ke rumahku. Oh ya, aku jelaskan terlebih dahulu. Aku biasa ngekos dari hari senin sampai jumat, saat weekend, aku memutuskan untuk pulang ke rumah.

Sialnya, saat itu aku lupa membawa kunci pagar kos-kosan, jadi aku harus menunggu penjaga kos untuk membukakan pagar. Setelah berkali-kali mengetuk, menggedor, menelpon, bahkan hampir memanjat, tidak ada tanda-tanda kalau penjaga kosku sudah bangun. Akhirnya aku memutuskan untuk menunggu di depan pagar, meskipun saat itu aku harus masuk kelas jam 8 dan buku-bukuku ada di dalam.

advertisement

Setelah menunggu beberapa menit (dan kondisi Kutek saat itu sedang sepi), tiba-tiba dari jauh ada seorang laki-laki paruh baya mendatangiku. Usianya sekitar 40 tahunan. Hanya memakai kaus oblong dan sarung. Awalnya aku tidak mencurigainya. Aku pikir dia adalah salah satu warga Kutek yang baru bangun dan hendak berolahraga. Sambil terus memainkan handphone, aku sesekali melirik ke arahnya. Ternyata Ia benar-benar menghampiriku. Aku mulai agak gelisah, saat melihat tampang dari laki-laki ini, perasaanku seperti mengatakan kalau aku harus cepat-cepat pergi dari depan kos-kosanku itu.

Dan ternyata benar!

Saat Ia akhirnya berdiri kurang lebih satu meter dari tempatku menunggu, Ia langsung membuka sarung yang Ia kenakan dan menunjukan alat kelaminnya. Jujur, saat itu aku panik!

Kejadian yang sama pernah terjadi padaku saat aku duduk di bangku kelas lima SD, dan aku masih merasakan kepanikan luar biasa. Yang aku lakukan saat itu adalah pergi dari situ dan berusaha untuk tenang, meskipun jantungku berdetak sangat kencang karena laki-laki itu masih mengikutiku dalam keadaan setengah telanjang.

advertisement

Kejadian ini terjadi di tahun 2017, saat aku masih menjadi mahasiswa baru di UI. Ternyata, beberapa temanku ada yang mengalami hal yang sama di tempat yang sama. Kami semua sepakat bahwa pelaku pastinya tinggal di sekitar Kukusan Teknik. Sehingga mungkin lebih baik lagi kalau ada yang mengamankan orang ini, sebelum Ia berbuat lebih jauh.

Oh ya, jika kalian pernah mengalami kejadian yang sama dan bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi, well, kalian bisa baca tulisan ini karena aku akan berbicara panjang lebar mengenai pelaku, dan tentunya cara-cara untuk menghadapi mereka.

BACA JUGA: Ada Orang Gila dalam Bikun!

advertisement

UPDATE: Ternyata di Februari 2020, ada seseorang yang juga pernah mengalami kejadian serupa, dan kisahnya ia post di Draft Anak UI

Pelaku Eksibisionis di Kutek UI

Pelaku eksib di UI masih ada di tahun 2020

Apa itu Eksibisionistik?

Eksibisionistik adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan perilaku yang aku ceritakan tadi di atas. Perilaku ini sebenarnya merupakan gangguan kesehatan mental yang bentuknya penyimpangan seksual. Penyandang gangguan ini biasanya ditandai dengan adanya  keinginan dan fantasi yang kuat untuk menunjukan alat kelaminnya pada orang lain. Di dalam benaknya, pelaku merasa bahwa aksi memamerkan ini merupakan cara mereka untuk menggoda target, dan Ia akan  memperoleh kepuasan seksual setelah melihat orang lain yang menjadi targetnya tersebut ketakutan, lari, atau menangis.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pelaku eksibisionis, misalnya, pelaku memang sudah memiliki gangguan psikologis lainnya seperti gangguan kepribadian anti-sosial, punya ketertarikan pada hal-hal yang berbau pedofilia, atau mungkin kecanduan obat-obatan terlarang dan alkohol. Pelaku bisa juga memiliki masa kecil yang tidak menyenangkan, seperti pernah mengalami kekerasan fisik atau emosional dan pelecehan seksual.

advertisement

Pelaku eksibisionis memang tidak terlihat berbahaya, mengingat aksi mereka terbatas pada memamerkan alat kelamin pada orang lain. Namun jangan salah, pelaku eksibisionis juga bisa melakukan tindakan pelecehan lebih jauh seperti pemerkosaan sama seperti penyandang gangguan seksual menyimpang lainnya. Oleh karena itu, pada postingan kali ini, aku akan memberikan kiat-kiat yang dapat kamu lakukan jika kamu harus berhadapan dengan pelaku.

Yang pertama, yaitu saat kamu memang sedang berhadapan dengan pelaku dan pelaku masih sebatas memamerkan alat kelaminnya.

Peristiwa ini adalah peristiwa yang aku alami di tahun 2017. Di saat itu aku sudah tahu apa itu eksibisionis (meskipun masih tetap panik luar biasa), aku berusaha untuk memasang muka tenang dan tindakan yang tidak gegabah. Aku tahu kalau aku harus cepat-cepat menghindar karena mungkin pelaku akan melakukan hal yang lebih berbahaya lagi (ditambah situasi Kutek yang saat itu amat sangat sepi). Aku berpura-pura membalas chat dari teman sambil tertawa, seolah-olah tidak ada apa-apa. Dan memang, hal itulah yang dianjurkan oleh psikolog saat kita sedang menghadapi orang dengan gangguan ini. Pada dasarnya, seorang eksibisionis ingin mendapatkan perhatian dan justru merasakan kepuasan seksual saat targetnya ketakutan dan menunjukan reaksi yang meledak-ledak. Oleh karena itu, usahakan tetap tenang namun tetap waspada.

BACA JUGA: Waspada! Kala Kriminalitas Melanda Civitas

Yang kedua, yaitu di saat yang sudah genting.

Misalnya saat pelaku menangkap dan memaksamu untuk memegang alat kelaminnya. Hal ini lah yang dialami oleh temanku di lokasi yang sama, yaitu di daerah Kutek juga. Tentunya hal ini harus dilawan, dan itulah yang dilakukan oleh temanku. Jika kamu tidak kuat melawan pelaku secara fisik, kamu bisa meludahi tanganmu sendiri. Tujuannya yaitu tentunya untuk membuat pelaku jijik dan segera meninggalkanmu.

Pelaku akan terus mengulangi perilakunya tersebut sampai Ia mendapatkan pengobatan dari tenaga profesional. Oleh karena itu, usahakan mengingat informasi detil dan yang paling menonjol dari pelaku, lalu laporkan pada tenaga keamanan agar mereka diamankan. Tenangkan diri kalian dan ceritakan pengalaman kalian ini pada orang terdekat kalian agar kalian tidak merasa terbebani saat harus menyimpannya sendiri. Tidak ada salahnya juga untuk menyimpan semprotan merica untuk berjaga-jaga jika kalian memang harus selalu melewati rute tempat kalian bertemu dengan pelaku.

Intinya nih teman-teman, selalu waspada dengan keadaan sekitar kita dan jangan panik! Ingat selalu bahwa ketakutan yang berlebihan adalah sesuatu yang diinginkan oleh pelaku untuk terus melancarkan modusnya, kita gamau kan kalau hal ini terjadi?

Stay safe everyone!

BACA JUGA: Ada yang Mesum di Hutan UI.. IHHH

Sumber Gambar Pelaku Eksibisionis