Bantu Identifikasi Korban Sriwijaya Air, UI Kirim Tim Ahli Forensik

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia menerjukan delapan personil dalam operasi DVI Sriwijaya Air SJ182 untuk melakukan proses identifikasi korban.


0

AnakUI, seperti yang kita ketahui bahwa awal tahun 2021, dunia penerbangan Indonesia kembali berduka. Sriwijaya Air SJ182 yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara Supadio, Pontianak mengalami kecelakaan pada 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB di wilayah perairan Kepulauan Seribu. Pesawat tersebut tercatat membawa 62 orang, yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru Sriwijaya Air.

Menyikapi kejadian tersebut, Universitas Indonesia juga tak mau kalah dalam berkontribusi terhadap kasus di dunia aviasi. Melalui tim Kedokteran Gigi Forensik (KGF), Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia menerjukan delapan personil dalam operasi DVI Sriwijaya Air SJ182 untuk melakukan proses identifikasi korban.

Anggota tim tersebut terdiri dari drg. Nurtami, Ph.D., Sp.OF(K), drg. Ken Sekar Langit, drg. Harismanto, drg. Andi Izham, S. Salsabila Kirana, S.K.G., drg. M. Garry Syahrizal H., drg. Fransisca Veyta Ayu, dan drg. Milda Mongan, serta beberapa alumni S2 IKGD Peminatan KGF FKG UI.

Selain itu, UI juga memberikan bantuan tim ahli forensik yang merupakan gabungan dari Fakultas Kedokteran yaitu dr. Fitri Ambar Sari, Sp.F.M, MPH., dr. Oktavinda Safitry, Sp.F.M(K), M.Pd.Ked., dr. Yudy, Sp.F.M, Dr. dr. Ade Firmansyah S, Sp.F.M(K), dr. Putu Melati Suci Kusuma, Sp.F.M, dr. M. Ardhian S, Sp.F.M, dan dr. Made Ayu Mira W, Sp.F.


Tim dari Universitas Indonesia tidak bekerja sendirian. Berkolaborasi dengan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, Tim Forensik UI bekerja secara profesional terhitung sejak tanggal 9 Januari 2021 hingga saat ini di Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto, Kramat Jati.

Drg. Nurtami, Ph.D., Sp.OF(K), selaku ketua tim KGF FKG UI dan juga Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI menyampaikan,

“Operasi DVI diselenggarakan oleh Polri setiap terjadi bencana yang mengakibatkan jumlah korban masal. Bermitra dengan tim DVI Polri, Tim Kedokteran Gigi Forensik FKG UI bersama-sama dengan Tim Forensik FKUI-RSCM berkolaborasi secara profesional dalam operasi DVI tersebut.” ujarnya.

Lebih lanjut, drg. Nurtami menjelaskan, operasi DVI terdiri dari 4 fase, yaitu fase 1 (Tempat Kejadian Perkara); fase 2 (Post Mortem); fase 3 (Ante Mortem); dan fase 4 (Rekonsiliasi).

Tim KGF FKG UI diperbantukan dalam fase 2, fase 3 dan fase 4. Pada fase 2, tim KGF FKG UI melakukan identifikasi dan sampling terhadap barang bukti korban yang berhasil dievakuasi dari fase 1, yaitu berupa tubuh, bagian tubuh maupun gigi korban untuk pemeriksaan dental dan DNA lanjut.

Sementara pada fase 3, tim KGF FKG UI membantu mengumpulkan dan mengkaji data-data korban dari pihak keluarga, terutama data medis, data dental, silsilah keluarga untuk data DNA pembanding, dan data penunjang lainnya. Kemudian, tim KGF FKG UI di fase 4 melakukan analisis terhadap pencocokan (matching) data Ante Mortem dan Post Mortem untuk menentukan identitas korban bencana.

Jika mengacu kepada pengalaman operasi DVI sebelumnya, Operasi DVI Sriwijaya Air SJ 182 kali ini berjalan cukup lancar dan tanpa kendala berarti, sekalipun masih di masa pandemi. Keunikan dari operasi ini adalah pelaksanaannya pada saat masa pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga seluruh petugas dituntut untuk memiliki kedisiplinan tinggi dalam bekerja, menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dan peduli kepada lingkungan sekitarnya.

Sumber: Humas FKG UI

Seluruh prosedur operasi dilaksanakan secara efektif dan efisien, dan hingga hari ke-18 operasi DVI sudah mendekati 90% korban teridentifikasi melalui sidik jari dan DNA.

“Alhamdullilah, tim KGF FKG UI sejak awal operasi DVI dilaksanakan dapat melakukan tugasnya dengan baik di pos yang sudah ditentukan masing-masing. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi pembelajaran sekaligus mengasah kemampuan dokter gigi di bidang Kedokteran Gigi Forensik.” lanjut drg. Nurtami.

BACA JUGA: 56 Tahun FKGUI, “Bersatu Mengabdi Sehatkan Negeri”


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ditha Adinda

Content Writer. Are you the end of my prayer? Because Amen love with you. Hit me on: Ditha Adinda (Vokasi, Administrasi Rumah Sakit 2017). Baca artikel Ditha Adinda lainnya.

0 Comments

Leave a Reply