Melanjutkan studi di luar negeri bagi sebagian orang mungkin terasa mustahil karena alasan keterbatasan dana. Namun, akan selalu ada jalan bagi siapa pun yang berusaha. Meskipun bujet terbatas, kamu tetap bisa mewujudkan impian berkuliah di berbagai negara melalui jalur beasiswa.

Salah satu negara favorit yang banyak dipilih sebagai tempat untuk melanjutkan studi adalah New Zealand. Negara ini memiliki sejumlah universitas ternama. Menggabungkan pengetahuan dan teknologi dalam proses belajar adalah nilai plus sistem pendidikan di New Zealand.

Alasan lain adalah karena biaya pendidikan di New Zealand tidak sebesar di Amerika Serikat atau negara-negara di Eropa. Meskipun demikian, kualitas pendidikannya baik karena mengadopsi sistem pendidikan Inggris dengan World Class University.

Nah salah satu cara melanjutkan studi di New Zealand selain dengan jalur biaya sendiri adalah melalui jalur beasiswa New Zealand (New Zealand Scholarship). Beasiswa ini diberikan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) Selandia Baru kepada para pelamar yang memenuhi syarat.

Persyaratan Beasiswa New Zealand

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi supaya kamu dapat lolos seleksi New Zealand Scholarship. Apa saja di antaranya?

1. Merupakan eligible country

advertisement

New Zealand Scholarship hanya dibuka untuk sejumlah negara. Di Asia, misalnya, negara-negara yang boleh memanfaatkan beasiswa ini adalah Kamboja, Indonesia, Yordania, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Filipina, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Jadi, jika berstatus sebagai WNI, kamu berhak untuk mengajukan lamaran beasiswa.

Selain Asia, beasiswa ini juga terbuka bagi pelamar dari negara-negara Pasifik, Afrika, Karibia, dan Amerika Latin.

2. Usia pelamar

Syarat lain yang harus dipenuhi adalah pelamar berusia 18 tahun atau lebih ketika memulai program beasiswa. Jadi, tidak masalah jika kamu masih berusia 17 tahun pada saat mengajukan lamaran beasiswa. Tidak ada batasan usia pelamar, tetapi disarankan di bawah 40 tahun.

3. Memenuhi persyaratan visa pelajar di Selandia Baru

Sebenarnya, hanya pelamar yang lolos seleksi New Zealand Scholarship yang wajib membuat visa pelajar. Namun, semua pelamar wajib mengecek apakah memenuhi persyaratan visa pelajar sebelum mendapatkan beasiswa.

advertisement

4. Memenuhi persyaratan akademis

Pelamar beasiswa yang berhasil lolos harus memenuhi persyaratan akademik dan persyaratan bahasa Inggris yang ditentukan oleh masing-masing institusi pendidikan. Jadi, sebelum melamar beasiswa New Zealand Scholarship, cek terlebih dahulu persyaratan minimum yang wajib dipenuhi di institusi yang dipilih.

5. Memiliki komitmen untuk kembali ke Indonesia

Tujuan New Zealand Scholarship adalah membantu melatih masyarakat dari negara-negara berkembang supaya dapat memberikan dampak positif bagi negaranya. Hal ini dicapai melalui keahlian dan pengetahuan yang didapatkan dari studi di New Zealand.

Karena itu, pelamar beasiswa harus berkomitmen untuk kembali ke Indonesia dan membangun bangsa Indonesia, baik di segi sosial maupun ekonomi, paling tidak dua tahun setelah masa beasiswa berakhir.

Jadi, jika kamu ingin lolos seleksi New Zealand Scholarship ini, kamu hanya perlu mempersiapkan diri dengan jawaban mengenai langkah positif yang bisa dilakukan setelah lulus nanti.

6. Telah memiliki pengalaman kerja

Pelamar beasiswa New Zealand Scholarship harus memiliki pengalaman kerja yang berhubungan dengan bidang beasiswa yang dilamar. Setelah menyelesaikan studi, para pelamar tersebut diharapkan dapat kembali ke pekerjaan terakhir mereka sebelum menjalani masa studi.

Nah, ada pun masa kerja yang disyaratkan adalah 1 tahun untuk pekerjaan penuh waktu atau 2 tahun untuk pekerjaan paruh waktu. Pekerjaan yang dimaksud dapat berupa pekerjaan dengan gaji, tanpa gaji, atau sebagai relawan.

Prodi yang Direkomendasikan

Untuk setiap negara, ada program studi yang direkomendasikan untuk diambil melalui New Zealand Scholarship ini. Khusus pelamar dari Indonesia, prodi yang direkomendasikan antara lain:

  • Climate Change and Resilience

Isu mengenai perubahan iklim di Indonesia memang cukup populer. Untuk mendidik orang-orang supaya benar-benar memahami masalah ini, beasiswa New Zealand turut berpartisipasi. Didalamnya juga terdapat bahasan seperti rencana dan kebijakan lingkungan, hukum lingkungan, manajemen perairan, dan manajemen sumber daya alam.

  • Disaster Risk Management

Pilihan prodi selanjutnya adalah Disaster Risk Management. Hal ini tak lepas dari semakin bertambahnya intensitas bencana yang terjadi di Indonesia. Dalam manajemen risiko bencana ini, ada pula pembahasan mengenai manajemen kedaruratan, geologi, dan sebagainya.

  • Pertanian dan Ketahanan Pangan

Kamu juga dapat memilih bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan. Sebagai negara agraris, Indonesia memang tak bisa dilepaskan dari identitas sebagai penghasil pangan. Beberapa bidang yang terkait adalah teknologi pertanian, manajemen perkebunan, teknologi pangan, biosecurity, dan sebagainya.

  • Energi Terbarukan

Kamu juga bisa menggeluti hal menarik seperti energi terbarukan. Di sini, kamu akan belajar tentang teknologi dan sistem distribusi energi, manajemen energi, kebijakan energi, energi angin dan solar, dan sebagainya.

Memilih Kampus

Setelah menentukan prodi, saatnya memilih kampus yang paling sesuai. Di New Zealand paling tidak ada 8 universitas dan 3 institut teknologi. Kamu bisa memilih salah satu di antaranya. Sebelum menentukan, kamu sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu.

Berdasarkan peringkat di QS World University Rankings, universitas-universitas di New Zealand berada di top 3%. Ada pun universitas ternama tersebut di antaranya Auckland University of Technology, Lincoln University, Massey University, University of Auckland, University of Canterbury, dan sebagainya.

Beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan adalah institusi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan personal serta akademismu, kualifikasi pada level studi yang tersedia di Indonesia, kualifikasi yang dikembangkan dari kualifikasi tertinggimu.

Kriteria Penilaian Beasiswa New Zealand

Nah, supaya lolos beasiswa yang diberikan pemerintah New Zealand ini, ada sejumlah kriteria yang menentukan. Penilaian tersebut dapat berlangsung selama 6 bulan hingga 10 bulan.

Beberapa hal yang menentukan lolosnya pelamar beasiswa, antara lain memiliki kemampuan akademis yang kuat, menunjukkan komitmen terhadap negara asal, berusia 39 tahun atau lebih muda ketika masa beasiswa dimulai. Nilai tambah lainnya adalah memilih prodi yang sesuai dengan rekomendasi.

Pertimbangan lain yang biasanya tidak dikesampingkan adalah keseimbangan jumlah penerima beasiswa berjenis kelamin wanita dan pria.

Bukan hanya itu, kriteria lain adalah memiliki nilai yang bagus, memilih prodi yang sesuai dengan pengalaman kerja, mau belajar di negara yang sama sekali baru, memilih prodi yang dapat memecahkan masalah sosial dan ekonomi di negara asal. Pelamar juga harus pandai berkomunikasi, mendengar dengan efektif, dan menjawab dengan tepat.

Sebaliknya, alasan menolak pelamar beasiswa antara lain tidak memenuhi kriteria yang berlaku dan ada pelamar lain yang dinilai lebih baik. Proses seleksi beasiswa New Zealand memang tidak mudah. Ada banyak sekali pelamar yang berlomba-lomba untuk mendapatkan peluang menikmati beasiswa. Jika tidak lebih unggul, niscaya tidak akan lolos karena kuota beasiswa pun terbatas.

Nah, semoga ulasan ini bermanfaat bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah ke New Zealand dengan jalur beasiswa.

 

Baca Juga