Mungkin bagi teman-teman yang pernah melihat poster tentang BPRI (Beasiswa Presiden Republik Indonesia) atau Indonesia Presidential Scholarship, pasti langsung mikir susah banget yah persyaratan masuknya. Dari segi IPK saja yang 3,5 (penulis soalnya ga sampe IPK nya segitu, haha) dan LoA harus didapatkan dari kampus peringkat 50 keatas di dunia. Wiiih, susahnya minta ampun kan kalo kayak gitu. Tapi, sebenarnya keuntungan dari beasiswa ini banyak banget dan juga persyaratan beasiswa Presiden ini gak semua sesusah itu kok! Yuk kita lihat aja apa sih sebenarnya yang bikin beasiswa ini spesial banget.

Beasiswa ini berada pada satu naungan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang berada dibawah Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Budaya dan Kementerian Agama. Bedanya dengan BPI apa dong? BPRI dan BPI ini berada pada satu naungan LPDP, tapi syaratnya itu yang bikin serem dan lebih ketat lagi. Tenang, jangan pada nervous (ye elah daftar aja belom, lolos aja belom tentu, udah nervous aja mas mbak, wkwk). Menurut salah satu awardee, walaupun syaratnya serem-serem dan ketat banget, dikabarkan katanya sih ada kelonggaran jika kandidat dapat menunjukkan potensi kepemimpinan dan pengabdian masyarakat yang besar. Nah!

Kenapa sih harus ketat untuk dapat beasiswa ini? Karena memang tujuan dari penerima BPRI adalah awardee yang memiliki jiwa kepemimpinan tinggi dan mampu mengabdi untuk masyarakat sesuai keprofesiannya pada Indonesia. Walaupun hanya 1 kali gelombang tiap tahunnya, beasiswa ini dapat kita masukkan list beasiswa juga lho! Terutama untuk teman-teman yang memang sejak kuliah dahulu sering mengikuti pengabdian masyarakat dan organisatoris.

Kalau penulis lihat di website (www.lpdp.depkeu.go.id), ada yang namanya klasifikasi penerima beasiswa dan IMHO, kelihatan banget ada porsi yang lebih besar untuk bagian budaya/bahasa, ekonomi/keuangan bisnis, kedokteran/kesehatan dan teknik/energi/telekomunikasi/IT. Untuk lebih jelasnya bisa teman-teman lihat gambar di bawah ini :beasiswa presiden RI

Yap dan di garis lingkar biru terluar ada tulisan, itu memberikan arti bahwa bidang studi-bidang studi yang berada pada jangkauan 3 garis lingkar tersebut diharapkan akan menjadi pemimpin-pemimpin di Indonesia kelak dengan cabang yang berbeda-beda. Kerasa banget bahwa beasiswa ini akan mengajarkan cinta pada tanah air yang besar sehingga ada rasa bersalah tuh ntar kalau gak balik ke negara ini lagi.

Dengan membawa kata “presiden” di beasiswa ini, kita bisa merasakan bahwa wow bahkan presiden saja turut membantu pendidikan Indonesia dan yap memang inilah nilai yang ingin dibawa oleh BPRI, bahwa dengan diikutkannya lembaga kepresidenan dalam beasiswa ini adalah wujud komitmen tinggi pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusianya.

advertisement

Keuntungan Beasiswa Presiden RI

Keuntungan yang didapatkan dari beasiswa ini, hampir sama seperti beasiswa LPDP yang mengadakan PK (Program Kepemimpinan) selama 2 hari 1 malam. Outbound dan juga ada pemateri-pemateri yang benar-benar gak salah banget buat ikut ini. Salah satu awardee cerita kalau dulu salah satu pematerinya adalah Prof. Jimly Asshiddique yang merupakan seorang pakar hukum, ketua Dewan Kehormatan KPU, ketua Tim Reformasi bidang hukum dan juga 2 kali bro menjabat sebagai ketua MK! OH meeeen bayangin orang kayak gitu ada di depan mata kalian (yang selama ini cuman ada di depan televisi aja, di tivi biru atau tivi merah, haha).

Keuntungan lainnya adalah biaya yang ditanggung negara adalah seluruh biaya pendidikan dan biaya pendukung (rincian biaya dapat dilihat di website  LPDP bagian presidentian scholarship) dan dana ini dicairkan terhitung 6 bulan saat teman-teman sudah mulai studi. Beda banget sama beasiswa ‘tetangga sebelah’ yang katanya sih dicairkan dananya pada semester 3 (tolong mama….). Keuntungan tambahan lainnya yang dijelaskan oleh Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo, beliau menjelaskan bahwa penerima BPRI akan mendapatkan uang dan pelatihan sesuai bidang studi dengan tambahan 50 juta rupiah untuk program S2 dan 100 juta rupiah untuk program S3.

Persyaratan Beasiswa Presiden

Persyaratan umumnya adalah pendaftar berkewarganegaraan Indonesia dengan memiliki profil kepemimpinan untuk tiap individunya. Calon awardee memiliki LoA (letter of acceptance) dari kampus dalam list LPDP atau jika belum, dapat melampirkan transkrip (IPK 3,5) dan nilai TOEFL IBT 94 atau IELTS 7 atau TOEFL ITP 587. Syarat lainnya adalah pelamar harus membuat tiga esai tentang “Peranku Bagi Indonesia”, “Sukses Terbesar dalam Hidup”, “Perencanaan Karier” dan “Pengabdian Pascastudi”, serta mendapatkan rekomendasi dari tokoh atau pakar di bidang/pimpinan unit kerja. Oh satu lagi, persyaratan usianya adalah 40 tahun (S2) dan 45 tahun (S3).

Tahapan seleksi dari beasiswa ini ada 3, yaitu seleksi administrasi yang berupa mengecek kelengkapan syarat administratif, seleksi wawancara dengan interviewer yang menggunakan bahasa Inggris (tapi kadang tidak memakai bahasa Inggris) dan seleksi Tahap Akhir berupa psikotes, medical check-up dan leadership project.

Salah satu awardee menceritakan pengalamannya saat diwawancara. Wawancara ini dibagi 2 sesi sebenarnya, ada sesi sub-proses wawancara dan Leaderless Group Discussion (LDG).  Pada bagian sub-proses wawancara, pertanyaan diajukan dengan bahasa Inggris oleh 3 interviewer dan hanya memakan waktu 15 menit (disaat semua orang diwawancarai dalam waktu 30 menit). Dalam 15 menit, pertanyaan yang diajukan seputar mengapa memilih perguruan tinggi tersebut, pemilihan jurusan didasari oleh apa, rancangan riset, keterkaitan Pancasila dengan kondisi Indonesia temporer, menyebutkan visi dan misi untuk Indonesia secara individu hingga mempertanyakan tentang kondisi keluarga.

Untuk bagian proses LGD, penyelenggara memberi waktu 30 menit. Leaderless tahu kan artinya apa? Forum diskusi dibuat tanpa moderator dan tanpa aturan. Intinya diminta untuk membuat perbincangan hangat dan membuahkan suatu hasil.

advertisement

Nah, gimana, beasiswa Presiden ini benar-benar menantang tapi patut banget untuk dicoba!

Sumber:

1 2 3 4 5



[reaction_buttons]