Pengalaman Mendapatkan Beasiswa S2 di Taiwan oleh Azhar Fikri


0
Pengalaman Beasiswa Taiwan

Sebuah kehormatan bisa sharing pengalaman sebelum dan saat kuliah di Taiwan dengan kalian. Mungkin semua yang saya bagikan di sini hanya mewakili sekelumit dari berbagai hal yang telah saya maupun kami sebagai mahasiswa di Taiwan dari Indonesia, namun semoga bisa menjadi cerminan dan inspirasi bagi kalian.

Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri saya secara singkat. Nama saya Azhar Fikri. Saya lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, kemudian menghabiskan masa kuliah S1 di Program Studi Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang, hingga lulus pada Januari 2016.

Tentang Beasiswa Taiwan dari National Central University (NCU)

Beasiswa Taiwan
Photo by Azhar Fikri

Setelah lulus, saya mencoba mencari beasiswa untuk bisa kuliah di luar negeri. Saya telah mencoba beasiswa ke Jepang (Monbukagakusho dan INPEX) dan beasiswa LPDP, namun tidak ada hasil.

Kemudian, saya mendapatkan informasi akan ada sesi seminar dan wawancara untuk calon mahasiswa yang berminat untuk studi S2 dan S3 di National Central University (NCU), Taiwan (R.O.C). Informasi ini saya dapat karena memang sudah terjalin semacam kesepakatan antara Jurusan Fisika Universitas Brawijaya dan Department of Earth Science NCU.

NCU menawarkan beasiswa penuh selama masa studi (maksimum 4 semester untuk S2, 8 semester untuk S3) dan biaya hidup. Besarnya biaya hidup tersebut tergantung dengan kebijakan masing-masing departemen dan laboratorium yang menaungi mahasiswa terpilih selama di NCU. Besarnya berkisar 6000-10000NT$ (untuk S2) dan 10000-15000NT$ (untuk S3).

Proses Seleksi Beasiswa Taiwan

Kuliah Taiwan
Photo by Azhar Fikri

Saya mengikuti sesi wawancara di Universitas Brawijaya tersebut pada akhir Oktober 2016. Ada beberapa profesor dari berbagai departemen yang menghadiri sesi wawancara tersebut. Ada yang dari Department of Life Science, Computer Science and Information Engineering, dan juga Department of Earth Science.

Ketika tiba giliran saya untuk wawancara, saya menyerahkan formulir, biodata dan daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah dan transkrip S1, dan fotokopi sertifikat TOEFL dan TOEIC. Kemudian sang profesor yang mewawancarai saya menanyakan bagaimana skripsi saya pada saat S1 dan apa yang akan saya jadikan tema untuk S2 nanti di NCU.

Saya pun menjelaskannya dengan bahasa Inggris yang tidak terlalu lancar, namun sang profesor bisa mengerti yang saya sampaikan. Setelah wawancara tersebut, sang profesor tersebut menuliskan dua alamat e-mail profesor yang bisa dihubungi lebih lanjut, karena sang profesor bukan spesialis dari tema tesis yang saya bawakan. Saya pun mengucapkan terima kasih dan segera meninggalkan tempat wawancara.

Proses seleksi saya tidak berhenti sampai di situ. Karena profesor yang mewawancarai saya bukan yang akan menaungi saya di NCU nanti, saya harus mengirimkan CV dan ringkasan tema tesis yang akan saya bawakan ke profesor yang bersedia menaungi saya. Hingga akhirnya salah satu profesor tersebut membalas e-mail yang saya kirimkan dan bersedia menjadi profesor pengampu selama di NCU. Kemudian saya menghubungi dosen pengampu skripsi saya selama S1 untuk bersedia memberikan rekomendasi.

Setelah saya mendapatkan konfirmasi tersebut, saya harus menunggu hingga waktu seleksi online NCU tiba, sekitar Februari-awal Maret 2017. Saya mengunggah CV, scan ijazah dan transkrip S1, dan scan TOEFL dan TOEIC. Saya juga harus menyertakan nama profesor pengampu di NCU dan dosen pengampu di Indonesia yang memberikan rekomendasi. Setelah semuanya lengkap, saya konfirmasi, dan menunggu pengumuman resmi dari NCU. Hingga akhirnya pada sekitar Mei 2017 datang pengumuman secara online dan e-mail dari NCU yang menyatakan bahwa saya diterima sebagai mahasiswa NCU untuk 2017 Fall Admission, lengkap dengan Letter of Acceptance (LoA) dan Letter of Scholarship (LoS) versi digital.

Pengalaman Kuliah di NCU Taiwan

Kuliah Taiwan
Photo by Azhar Fikri

Banyak hal yang saya alami selama berkuliah di NCU. Saya mengambil Institute of Geophysics, di bawah Department of Earth Science. Laboratorium yang menaungi saya adalah Near Surface Geophysics Research Group. Semua mata kuliah yang saya ambil menggunakan Bahasa Inggris atau bilingual (dengan bahasa Mandarin). Mungkin jika kita dari luar negeri merasa agak superior dalam menggunakan bahasa Inggris dalam perkuliahan, mohon untuk tidak berpikir seperti itu. Mahasiswa lokal sebenarnya bisa berbicara dalam bahasa Inggris, namun kebanyakan agak malu dengan bahasa Inggris mereka yang tidak lancar, padahal dalam hal matematis dan teoritis di dalam perkuliahan, mereka sangat pintar dan terampil.

Selama kuliah, saya mengalami dua kali mendapatkan nilai di bawah standar, sehingga dinyatakan gagal. Sebagai konsekuensi atas kegagalan tersebut, beasiswa saya dari departemen dihentikan selama satu semester. Alhasil saya hanya bergantung pada beasiswa dari kampus dan laboratorium.

Tambahan informasi, beasiswa dari NCU akan dipecah menjadi 3 bagian, yaitu dari kampus (disalurkan lewat Office of International Affairs (OIA)), dari departemen, dan dari laboratorium. Nominal yang tertera di Letter of Scholarship adalah total nominal dari ketiga beasiswa tersebut. Beruntungnya, mata kuliah yang gagal tersebut bisa tergantikan dengan mata kuliah lain yang bisa diambil selama target minimum 24 kredit terpenuhi selama menempuh pendidikan S2 di sini.

Mungkin bagian paling menyenangkan ketika saya kuliah di sini adalah ketika saya melaksanakan kerja lapangan dan akuisisi data. Karena laboratorium kami adalah laboratorium untuk eksplorasi geofisika, kami banyak mendapatkan proyek mengakuisisi data di luar kampus, termasuk ketika saya melakukan akuisisi data untuk tesis saya.

Ketika menempuh perjalanan ke tempat tujuan, saya bisa melihat indahnya pemandangan Taiwan. Gunung dan bukit, pantai, tebing, sungai-sungai, semuanya terlihat indah. Sistem transportasi di Taiwan juga sangat maju. Jalan tol yang ada sudah bisa menjangkau seluruh wilayah di Taiwan. Saya tidak perlu menggunakan sepeda ataupun sepeda motor untuk pergi ke suatu tempat seperti halnya di Indonesia, karena saya bisa menggunakan bus kota. Jika ingin keluar kota, bisa memilih bus antarkota, kereta api (normal maupun high-speed rail). Dengan kartu EasyCard yang bisa diisi ulang di semua minimarket, semuanya menjadi mudah.

Tips untuk yang Ingin Kuliah di Taiwan

Beasiswa Taiwan
Photo by Azhar Fikri

Tips untuk yang berminat untuk kuliah di Taiwan, khususnya di National Central University, adalah tentukan tema tesis dan niat kalian sebelum mendaftar.

Persiapkan diri kalian semaksimal mungkin sebelum menentukan tema tesis yang akan kalian bawa. Tema tesis yang sudah familiar akan memudahkan kalian selama studi dan pengerjaan tesis. Selain itu, kalian tidak akan mudah goyah karena mungkin di tengah perjalanan studi merasa tidak cocok kemudian menimbulkan konflik dengan profesor pengampu, dan tentu saja akan berakibat studi dan tesis akan menemui jalan buntu, dan kalian juga yang akan merugi.

Niat yang kuat juga diperlukan di sini. Sudah banyak contoh bagaimana mahasiswa di sini terlena dengan semua kemudahan dan keindahan di Taiwan sehingga melupakan tugas utamanya sebagai mahasiswa, sehingga studi mereka pun tidak sesuai dengan target waktu yang ditetapkan. Persiapkan diri jikalau kalian mendapatkan budaya yang sangat berbeda dibandingkan di Indonesia (culture shock). Sebagai contoh, Taiwan adalah negara yang sangat terbuka. Pemuda-pemudi di sini bisa mengekspresikan cinta mereka sesuka hati, di mana saja mereka mau.

Untuk yang ingin masuk jurusan yang linear dengan jurusan yang ditempuh ketika S1, kalian sudah menempuh jalur yang benar. Hanya segelintir mahasiswa di sini yang tidak mengambil jurusan yang linear dengan yang ditempuh selama S1. Itupun masih dalam disiplin ilmu yang hampir sama, misalkan dari jurusan Kimia murni ke Teknik Kimia, Geofisika ke Geologi, atau Teknik Elektronika ke Teknik Mesin.

Mungkin hanya itu yang bisa saya bagi ke kalian. Untuk info lebih lanjut tentang seperti apa dan bagaimana kampus NCU, dan juga bagaimana bisa mendaftar di NCU, bisa dicek di https://admissions.oia.ncu.edu.tw/. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Salam,
Azhar Fikri
Master Student di National Central University, Taiwan (R.O.C)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Hangga Nuarta

Halo! Saya Hangga, alumni FEUI. Saat ini bekerja di bidang digital marketing. Kadang menulis di blog saya juga hangganuarta.com.