Kamu yang gak bisa main musik atau gak jago-jago banget musik pasti kadang punya perasaan iri sama mereka yang dateng ke kampus nenteng-nenteng gitar atau bass, lalu nge-jam di kantin. Jangan khawatir, ada kalanya mereka yang nenteng-nenteng gitar atau bass itu juga punya perasaan iri sama orang lain. Oh ya? Ke siapa?

Ya, ada kalanya mereka yang tergabung di band sekalipun iri liat mahasiswa yang nenteng-nenteng hardcase yang isinya entah cello, biola, ataupun trombone, karena besar kemungkinan mereka itu tergabung di OSUI Mahawaditra! Emang itu keren? Kerenlah! Play music is one thing, play music in an orchestra is something else. Nah beberapa hal ini yang perlu kamu tahu tentang Orkes Simfoni Universitas Indonesia Mahawaditra.

 

Pak Dibyo sebagai salah satu pembina OSUI Mahawaditra

Pak Dibyo sebagai pembinanya.

Pak Dibyo sebagai pembinanya.

Bukan anak UI kalo gak kenal Pak Dibyo. Mungkin malah hal yang harus kamu lakukan pertama kali setelah keterima di UI adalah baca anakui.com dan cari tahu siapa Pak Dibyo. Nah, Mahawaditra ini, merupakan UKM yang dulunya dibentuk hanya untuk mengiringi wisuda dan acara seremonial macam dies natalis. Namun, kini udah berkembang sampai ngadain konser annual bahkan “nge-job” keluar berdasarkan permintaan klien.

Meskipun udah sering main keluar UI, Mahawaditra tetep setia mendampingi dan mengiringi Pak Dibyo di Balairung dalam acara-acara internal UI. Bahkan, beberapa anggota alumni selalu rindu dengan kalimat “Sudah lebih dari 30 tahun saya menjadi kondakter dalam paduan suara mahasiswa ini… dan kalian, ya, kalian angkatan 20xx, adalah angkatan yang terbaik!!” yang selalu disambut riuh para maba di angkatan tersebut.

advertisement

Siklus pergantian pemain yang cepat

Siklus pergantian pemain yang cepat via mahawaditra

Siklus pergantian pemain yang cepat via mahawaditra

Sudah 32 tahun berdiri, Mahawaditra ini punya banyak anggota alumni. Hal ini dikarenakan memang anggotanya hanya boleh mahasiswa aktif UI aja, jadi tiap tahun akan selalu ada pemain yang keluar dan akan selalu ada pemain yang masuk. Nah, ini selalu jadi tantangan karena para anggota harus membantu membina dan mengajarkan para pemain yang baru masuk itu. Tapi menurut narasumber, gak jarang juga para alumni masih sering datang berkunjung untuk ikut berlatih atau juga ikut bantu ngajarin anggota yang masih aktif, sehingga komunitas ini lebih berasa seperti keluarga.

 

“Ngiringin wisuda mahasiswa lain mulu, wisudanya sendiri kapan?” atau “Latihan mulu, kapan belajarnya?”

Waktu tersita untuk latihan via Twitter

Waktu tersita untuk latihan via Twitter

Mitos lulus lama juga selalu menghantui para anggota aktif Mahawaditra. Gimana enggak? Kadang-kadang waktu nongkrong, waktu belajar, waktu pacaran (kecuali kalau pacarnya sesama anggota Mahawaditra), dan waktu ngerjain tugas bisa tersita karena harus latihan, latihan, dan latihan. Udah gitu latihannya di adakan di UI Salemba setiap Kamis dan Sabtu. Lelah dengan membaca partitur terus-terusan, gak heran kalau buku yang lain gak ada yang sempat dibaca. Tapi, kalau kamu emang beneran mahasiswa, udah sewajarnya kamu bergelut sama waktu, kesibukan dan rasa malas kalau mau lulus tepat waktu.

 

Ikutan festival musik di luar negeri!

Hebatnya, mereka udah sampai ke luar negeri via Twitter

Hebatnya, mereka udah sampai ke luar negeri via Twitter

Bulan Juni kemarin, Mahawaditra baru aja berangkat ke Sydney, Australia buat ikutan AIMF atau Australian International Music Festival dan berhasil membawa pulang medali silver atas penampilannya. Nah, dengan berangkatnya Mahawaditra, UI jadi kampus pertama Indonesia sebagai universitas yang gak punya jurusan musik yang ikut dalam festival musik internasional. Terbangnya Mahawaditra juga bukan sekedar ikut festival, tapi juga untuk membantu perdamaian Indonesia-Australia yang akhir-akhir ini lagi ribut. Selain itu juga nih, Mahawaditra pernah loh pergi ke Yogyakarta dan juga Singapura untuk tampil memenuhi “job” undangan itu.

 

advertisement

Nge-jam ala Mahawaditra

Nge-jam ala Mahawaditra via mahawaditra

Nge-jam ala Mahawaditra via mahawaditra

Nge-jam di kantin, udah biasa. Nge-jam di lapangan parkir ataupun di panggung auditorium, banyak cara dan banyak juga orang udah biasa. Nge-jam ala Mahawaditra beda! Sementara hampir seluruh mahasiswa UI cuma punya dua occasions untuk memunculkan diri di Balairung (Padus waktu maba & waktu diwisuda), Mahawaditra malah nge-jam tiap akhir semester di Balairung dalam rangka ngiringin wisuda dan juga ketika Dies Natalis UI.

 

Gak bisa main alat musik/gak bisa baca not balok boleh daftar?

Mau gabung ke mereka?  via Twitter

Mau gabung ke mereka? via Twitter

Nah, ini gosip yang selalu merebak ketika oprec dimulai. Ini gak bener kok. Gak jarang kok ada pemain baru yang belum pernah memainkan alat musik di orkes yang memang gak seumum gitar atau piano dan bener-bener diajarin dari awal sama anggota orkes yang lain! Banyak pemain musik dari Mahawaditra yang awalnya kemampuan musiknya dari 0 sekarang udah jadi pemain musik profesional.

OSUI Mahawaditra akan segera melaksanakan oprec loh, ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter & Line supaya mereka yang pengen gabung gak ragu dan langsung daftar!

Ada lagi nih komunitas studi mahasiswa UI yang sudah 32 tahun yang ga kalah kerennya juga, yaitu: KSM Eka Prasetya. Komunitasnya para calon mahasiswa berprestasi di UI!



[reaction_buttons]