Anak psikologi tuh belajar ilmu yang penuh tebak-tebakan, gak ada standar bakunya, bisa baca pikiran, bisa ngeramal.. Aduh aneh-aneh deh, 

Eh tapi bener loh, kemarin temen kakakku yang anak psiko bisa tahu kalo kakakku lagi ada masalah, padahal cuma liat dari mukanya aja! Tuh kan bener, anak psiko tuh bisa baca pikiran!

Oh iya, waktu itu juga pas aku SMP di tes sama psikolog, katanya aku lebih cocok masuk jurusan IPS, tapi aku malah maksain masuk jurusan IPA. Ternyata aku gak suka! Tuh kan bener, seharusnya aku ngikutin apa kata psikolog! Mereka bisa ngeramal!

advertisement

Sebagai mahasiswa psikologi tahun terakhir, bisa dibilang aku sudah khatam benar dengan celotehan-celotehan orang awam mengenai ilmu psikologi. Celotehan-celotehan tersebut ada yang benar, ada juga yang mengada-ada. Kadang kesel sendiri sih dengernya, apa lagi kalo sampe nyesatin orang awam lainnya yang denger! Kaya… bahaya banget kan tuh kalo ada orang yang beneran percaya di fakultas psikologi itu kita kuliah cuma nebak-nebak doang, atau..  kuliah di psikologi tuh pas lulus bisa jadi ahli nujum… Hihihihi

sumber: google

By the way, sebenernya ada beberapa stereotip yang bisa kalian buktikan kebenarannya sendiri saat memasuki fakultas psikologi, yang kalau menurutku (dan kebanyakan anak psikologi lainnya) meskipun agak aneh, stereotip yang ada benarnya ini lebih ke sebuah kemampuan yang tumbuh seiringan dengan berjalannya studi kami di fakultas ini. Kemampuan apa itu? Ya… Apa lagi kalo bukan kemampuan ‘MERAMAL’!

Eh-eh apaan tuh, meramal kayak anak-anak indigo gitu? Bisa ngeliat masa depan kita? Bisa liat siapa jodoh kita?? Ihh asyikkk!

advertisement

Nah, daripada kalian kebanyakan asumsi, lebih baik baca penjelasanku di bawah mengenai ramal-meramal ini ya!

Belajar tentang Perilaku Manusia

Dalam ilmu psikologi, kita mempelajari perilaku manusia secara umum. Tujuan dari ilmu ini sebenarnya ada banyak, namun yang paling populer tentunya adalah untuk meramalkan perilaku manusia. Jadi nih temen-temen, yang dimaksud dengan ‘MERAMAL’ di sini adalah memprediksikan kemungkinan dari kemunculan suatu perilaku. Maksudnya gimana sih?

Saat kamu menjadi mahasiswa psikologi, kamu diharuskan untuk melakukan berbagai jenis penelitian. Khususnya di Fakultas Psikologi UI, kamu akan melakukan penelitian hampir di semua mata kuliah. Mulai dari yang bentuknya sekedar menyebarkan kuesioner, sampai penelitian eksperimen yang superrrrrr ribet!

advertisement

BACA JUGA: Bukan Cuma Sarangnya Bidadari, Inilah Keunggulan Fakultas Psikologi UI

Nah, hasil dari penelitian ini merupakan prediksi dari perilaku yang diramalkan! Misalnya penelitian tentang perilaku konsumen. Ada kue yang diproduksi oleh pabrik yang sama, namun dikemas dengan kemasan yang berbeda bentuk dan warna, yang satu berbentuk bulat dan berwarna kuning, yang satu berbentuk kotak dan berwarna biru tua. Peneliti lalu akan melihat, kemasan mana yang lebih menarik perhatian pembeli sehingga lebih laku terjual. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dikatakan dapat meramalkan produk tertentu lebih laris dibandingkan yang lain.

Oke, mungkin contoh lain yang cukup akrab dengan keseharian kalian adalah tes IQ, atau mungkin psikotes saat kalian memilih jurusan di SMA. Percaya gak, tes-tes tersebut itu adalah bagian dari ‘meramal’ a la psikologi. Lewat hasil yang diperoleh tes-tes tersebut, psikologi meramalkan keberhasilan kamu dalam bidang yang akan kamu pilih, atau cocok ga cocoknya kamu di bidang tersebut. Jadi… kalau misalnya dari hasil psikotes kamu dinyatakan gak cocok untuk masuk jurusan IPS, ya, aku sarankan sebaiknya lebih baik kamu mengikutinya. Sesederhana itu temen-temen!

advertisement

Nah, sekian pemaparan singkat mengenai ramal-meramal dalam psikologi. Semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan bagi kalian yang masih bingung sama istilah ini dan tentunya: semakin menarik minat kalian untuk bergabung dengan Fakultas Psikologi!

BACA JUGA: Beberapa Fakta yang Harus Kamu Tahu Sebelum Masuk Jadi Mahasiswa Fakultas Psikologi UI