Fenomena kemunculan berbagai meme dan segala macam hingar-bingar pembicaraan udah jadi semacam ritual pengiring dari kemunculan nilai di SIAK-NG tiap akhir semester. Tbh, awalnya lucu, lalu ada yang bikin berasa senasib, kemudian jadi kesel karena kebanyakan orang ngomongin itu. Nadanya gak jauh dari mahasiswa dan mahasiswi yang merasa dirinya “disakiti” oleh SIAK-NG, dari sindiran sampai cercaan.

Well, let’s take a step back and observe. Pasti pernah nonton film keluaran Pixar, dong? Polanya selalu pakai salah satu ‘awal kalimat paling sakti’, yaitu What if? Yup!

What if toys have feelings? Answer: Toy Story. What if cars have feelings: Answer: Cars. Ya, sekarang mari melakukan auto-correction sebagai mahasiswa dari berbagai posting tentang SIAK-NG, dengan dasar what if SIAK-NG has feelings.

meme tentang SIAK via whisper

meme tentang SIAK via whisper

“Itu SIAK apa mantan? Kok tega.” Salah satu yang bikin ngakak, kalau dianalisis, orang yang nge-post ini punya masalah di bidang asmara sekaligus akademik, dan berusaha mendapatkan sympathy points atau sekadar mau ngelucu aja. Lalu “SIAK udah kaya gebetan, segala pake not published, php-in aja terus.” Kalau SIAK-NG punya perasaan, in his defense, ini bukan salah SIAK.

Coba koreksi diri, apakah kamu sudah jadi mahasiswa yang baik buat SIAK? Kamu cuma ngunjungin SIAK dua kali satu semester, yaitu buat isi IRS dan capture jadwal, lalu liat nilai. Plus masa add-drop deh kalo ada. Kalau kamu nyamain SIAK dengan mantan, ya kamu juga tega sama mantan. Ya, bisa juga mantan memang harus digituin, sih. Lalu kalau kamu di-phpin SIAK, itu salah dosen yang bersangkutan karena sok misterius gak mau publish nilai dulu.

Siak itu setia, kamu cuma perlu ganti password dan ngunjungin dia beberapa kali dalam enam bulan, tapi dia tetep sayang sama kamu dan ngingetin kamu nilai-nilai yang ada biar kamu mawas diri, bahkan dia simpen selalu foto kamu. Bahkan mungkin jadi satu-satunya cara supaya kamu bisa berhubungan dengan PA, siapa tau PA kamu susah dihubungin.

advertisement

Tapi lebih konkretnya, SIAK hadir sebagai kemudahan dan punya berbagai fungsi buat mahasiswa. Isi IRS gak harus ketemu PA, jelas semua info soal kelas yang harus diambil karena emang tersedia di SIAK. Gak ada lagi cerita nilai dikirim via pos (gossipnya masih ada universitas yang melakukan hal itu). Easy-access dan agak konyol kalau kamu nyalahin SIAK karena kalau nilai jelek ya itu kan salah yang punya nilai. You had it coming at you.

Kalau tiap semester teriak-teriak merasa tersakiti di dunia maya oleh SIAK, ya ketauan dong kamu sebagai mahasiswa gak ada perkembangan secara akademik. Padahal SIAK ngasih kamu berbagai kenyamanan, dari bisa melihat sepak terjang kamu selama kuliah sebagai mahasiswa secara detail, sampai bisa juga ngepoin gebetan, kelasnya di mana-hari apa-jam berapa-siapa yang ngajar dan sebagainya lewat SIAK, lintas fakultas sekalipun (ini beneran).

Intinya bukan ngelarang buat posting aneh-aneh soal SIAK, tapi lebih ke mawas diri bahwa sebagai mahasiswa yang lagi kuliah, respons yang lebih baik adalah mikir apa usaha udah cukup, apa nilai udah cukup, waktu masih cukup dan apa duit ortu masih cukup buat sisa semester yang ada. Kalau semua sudah tercukupi dan jadi mahasiswa yang bisa bangga sama apa yang terpampang di SIAK, bolehlah lucu-lucuan soal SIAK biar orang-orang mikirnya nilai kamu pas-pasan. Kan seru.

Kalau kamu sering liat temen-temen yang ngeluh soal SIAK tiap semester dan gak ada perubahan, mungkin kamu harus share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau mereka baca dan bisa beralih ke jalan yang benar.



[reaction_buttons]

advertisement