Pernahkah kamu merasa jenuh, sakit mata, atau bahkan mengantuk di saat teman kamu yang lagi ‘manggung’ di depan kelas mempresentasikan tugasnya dengan power point yang isinya kurang lebih seperti ini?

 

Ini…

 

advertisement

Atau yang ini…

 

Sepintas memang tidak ada yang salah dengan presentasi tersebut. Mungkin karena sebagian dari kamu yang lagi dengerin dia di kelas udah dapat hand-outnya, jadi kamu bisa tetap pura-pura (pura2nya dicoret) memperhatikan apa yang dipresentasikan tanpa memperhatikan performa presentasi dan presentatornya sendiri. Apalagi jika sang presentator bukanlah orang yang terlalu handal berbicara di depan publik.

Bayangkan, Om Karni yang di tipi On* itu, jadi mahasiswa lalu presentasi pakai slide presentasi yang dicontohin di atas. Mungkin sebagian dari kamu akan bergumam: “Oh, Tuhan, kapankah mimpi buruk ini berakhir?”

Namun, apa jadinya, jika presentasi kamu ditampilkan seperti ini…

advertisement

 

Atau ini…

 

y-u-no-guy

Oh My God. It looks so crowded!

Jangan-jangan ini ekspresi kamu setelah melihat presentasi yang barusan.

Nah, jika kamu ingin membuat dosen dan satu kelas terpesona dengan presentasi kamu, berikut jurus jitu presentasi yang berhasil AnakUI.com kumpulkan buat kamu!

Buatlah Draft Layout Terlebih Dahulu

Sebelum melanjutkan rasa penasaran kamu ke poin nomor 2, ada baiknya kamu perhatikan poin ini terlebih dahulu. Karena kalau kamu main loncat ke poin nomor 2 pasti hasilnya akan berbeda.

Di poin pertama, kamu harus bisa menurunkan apa yang ada di pikiranmu terkait tugas yang akan kamu presentasikan. Kamu bisa mem-‘breakdown’-nya per bab atau per halaman.

Berbeda dengan membuat daftar isi, pada saat menyusun draft kamu juga harus bisa membayangkan susunan presentasi kamu. Sehingga kamu bisa menentukan dengan mudah slide berapa saja yang harus menggunakan huruf tertentu dengan komposisi layout tertentu.

 

Bermain dengan Font/Huruf

Beberapa tahun yang lalu, seorang pebisnis bernama Masayoshi Takahashi, mengubah industri presentasi dengan cara menyingkirkan penggunaan teks yang banyak, gambar maupun grafik. Lalu apa yang ia gunakan? Teks simple dengan font yang berukuran besar! Ia hanya menggunakan huruf-huruf dengan ukuran yang besar dalam presentasinya. Teknik ini sangat sederhana dan mudah diterapkan, serta dapat mengundang banyak pujian dari audience!

Selain itu, saat kamu bermain dengan font  huruf pastikan kamu menggunakan 2 huruf yang konsisten dari slide pertama hingga slide terakhir. Kenapa dua? Kenapa nggak satu atau lebih dari 2?

Well, menurut pakar design, Goldilocks, penggunaan satu font itu dapat membosankan mata audience. Hal ini tentu ya akan berujung pada efek kemalasan yang menyerang audience untuk memperhatikan presentasi kita. Penggunaan lebih dari dua font? Hmm… It’s too much!

Ingatlah bahwa yang kamu kerjakan ini adalah presentasi karya ilmiah, bukan karya seni murni. Meski ada sentuhan estetika, presentasi tetaplah presentasi, bukan karya seni.

 

Menggunakan Image/Gambar yang Relevan

Ada banyak gambar di Google, salah satu kebiasaan buruk mahasiswa kalau bikin presentasi adalah asal comot gambar dari Google Image lalu main templok sembarangan di slide presentasinya. Hasilnya? Ya kayak gini deh.

Yang bagi sebagian orang belum tentu bisa memahami isinya dengan jelas. Belum lagi gambar yang kamu ambil itu pastinya memiliki hak kekayaan intelektual. Di mana kamu bisa aja tiba-tiba dituntut sama dosen kamu karena ketauan ngambil fotonya dia yang kamu comot dari Google tanpa sepengetahuan dia. Nah, lho.

Lalu gimana caranya supaya nggak kena kasus serupa? Tenang, berkat kekuatan kolaborasi si internet kini kita bisa mengunduh gambar-gambar dan foto yang berkualitas dengan tidak mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis!

Kamu cukup membuka situs2 seperti https://unsplash.com/, http://www.gratisography.com/ atau http://wefunction.com/ maka kamu udah bisa mendapatkan gambar-gambar kece untuk presentasi kamu.

Setelah mendapatkan gambar, akan lebih seru jika kamu pun bermain dengan komposisi gambar dan text seperti berikut.

Nah, dengan demikian kini kamu tidak perlu lagi merasa malu atau khawatir temanmu tidak memperhatikan isi presentasi kamu dengan baik, karena kamu sudah menyampaikannya dalam bentuk visual yang baik. Dan jika didukung dengan kemampuan public speaking yang baik pula, niscaya presentasi kamu akan menjadi presentasi yang memukau dan tak akan terlupakan. Terutama di mata sang dosen. 😉

Penasaran dengan berbagai tips dan trick students hack lainnya dari anakui.com?  Baca juga nih tentang cara bikin CV yang sulit buat ditolak oleh HRD.

Stay tune terus hanya di AnakUI.com dan bagikan tulisan ini ke temanmu lewat Facebook, Twitter dan LINE kamu! Agar semakin banyak Anak UI yang semakin terinspirasi! 😉



[reaction_buttons]