Bilik Swab Test UI Raih Penghargaan Top 21 Inovasi COVID-19

Adanya inovasi bilik tes ini membantu rumah sakit sebagai salah satu alternatif untuk melindungi tenaga medis. Selain itu, juga dapat menghemat penggunaan APD di rumah sakit karena tenaga kesehatan tidak perlu menggunakan alat pelindung diri yang lengkap.


0

Anak UI, situasi pandemi yang tak kunjung berakhir membuat peneliti lintas ilmi dari Universitas Indonesia menciptakan inovasi untuk menghadapi pandemi COVID-19. Selama masa pandemi, UI telah menghasilkan riset yang berkenaan dengan pencegahan (1 produk), skrining dan diagnosis (4 produk), Obat dan Terapi (14 produk), Alat Kesehatan dan Produk (18 produk), serta Sosial Humaniora (27 produk) berkenaan COVID-19.

Salah satu inovasi buatan peneliti lintas ilmu dari Universitas Indonesia yang terdiri dari para dokter di Fakultas Kedokteran (FK UI), insinyur di Fakultas Teknik (FT UI), dan para akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UI), yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) adalah bilik swab test virus corona atau COVID-19.

Didesain khusus untuk menjaga keselamatan tenaga kesehatan dan pasien, bilik buatan sivitas akademika menggunakan material berkualitas tinggi dan telah melalui proses simulasi penggunaan bilik swab oleh dokter dan tenaga kesehatan agar proses pemeriksaan dapat berlangsung aman, nyaman, serta sesuai dengan kondisi tempat diletakkannya bilik swab (dalam ruangan atau luar).

Pada awal proses pengembangan produk, purwarupa bilik Swab Test  yang memperoleh dukungan pendanaan inovasi pada Program Pendanaan Perancangan dan Pengembangan Purwarupa (P5) dari Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP UI) mengacu pada standar keamanan laboratorium Kementerian Kesehatan RI yang mencakup tekanan udara, pengaturan aliran udara dan protokol pemeriksaan COVID-19.

Seiring berjalannya proses produksi, bilik ini turut mempertimbangkan kenyamanan tenaga kesehatan dan pasien yang ingin melakukan pengambilan sampel saat Polymerase Chain Reaction (PCR) Test, sehingga produksi bilik disesuaikan dengan kondisi Indonesia yang panas dan lembab. Adanya fasilitas tambahan seperti ultraviolet, disinfektan, sistem penerangan, audio serta sambungan aliran udara yang memiliki filter dan bertekanan positif memudahkan komunikasi dengan pasien di luar.

Berkat sumbangsihnya dalam menghadapi pandemi COVID-19, produk inovasi karya sivitas akademika multidisiplin ilmu ini berhasil meraih penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Letjen TNI Doni Monardo kepada Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi, drg. Nurtami, Ph. D., Sp, OF(K)., pada Rabu (25/11/20).

Pemberian penghargaan tersebut turut dihadiri Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dan sejumlah Menteri Kabinet Jokowi, seperti Menteri PANRB; Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri; Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM; Yasonna H. Laoly, Ketua Ombudsman; Amzulian Rifai, dan pimpinan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta perguruan tinggi.

Dalam laman resmi Kementerian PANRB, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa menyebutkan bahwa inovasi pelayanan publik penanganan COVID-19 dibagi menjadi tiga kategori yakni, kategori Respons Cepat Tanggap atau Quick Wins, kategori Pengetahuan Publik atau Public Knowledge, serta kategori Ketangguhan Masal (Massive/Social Resilience).

Nah, produk riset dan inovasi COVID-19 yang dirancang oleh kolaborasi lintas keilmuan UI ini memenuhi kriteria untuk mendukung pemerintah mengatasi pandemi COVID-19, yakni kebaruan, kemanfaatan, efektif, serta transferable sehingga berhasil menyabet penghargaan sebagai Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan COVID-19 kategori ketangguhan massal.

Adanya inovasi bilik tes ini sangat membantu sekali dalam penanganan COVID-19, khususnya untuk rumah sakit sebagai salah satu alternatif untuk melindungi tenaga medis. Jika biasanya pemeriksaan swab PCR dilakukan untuk pasien ODP atau PDP rawat inap, maka adanya bilik swab ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diagnostik pemeriksaan COVID-19 sehingga semakin banyak sampel swab yang dapat diambil. Selain itu, dengan adanya bilik ini juga dapat menghemat penggunaan APD di rumah sakit karena tenaga kesehatan tidak perlu menggunakan alat pelindung diri yang lengkap.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ditha Adinda

Content Writer. Are you the end of my prayer? Because Amen love with you. Hit me on: Ditha Adinda (Vokasi, Administrasi Rumah Sakit 2017)