Wah… kalau kita sudah bahas tentang danau-danau yang ada di kampus makara, pasti nggak jauh dari ungkapan ke-ngeri-annya. But, anyway, tahu nggak sih kalian tentang pentingnya danau UI buat masyarakat?

Seperti kalian tahu, kalau kampus kita punya enam danau buatan di sekitar area kampus UI Depok. Kalau kalian sadar, selain dinamakan dengan nama-nama pohon yang tumbuh bertahun-tahun di UI, danau di kampus kita juga membentuk akronim dari K-A-M-P-U-S. Akronim itu terdiri dari, Kenanga, Agatis, Mahoni, Puspa, Ulin, dan Salam.

Buat kamu yang masih suka kebalik nyebutin nama danau di UI, nih kita kasih introduksi sedikit biar kamu jadi anak UI tulen:

Danau Kenanga berlokasi di antara Gedung Rektorat, Balairung, dan Masjid UI yang dibangun pada 1992 dengan luas 28.000 m2.

Danau Agatis berlokasi di antara FMIPA dan Politeknik Negeri Jakarta, dibangun pada 1995 dengan luas 20.000 m2.

Danau Mahoni terletak di sebelah Utara dan Selatan kampus yang dibatasi jalan utama lingkar selatan (sebelah timur FIB dan PS), serta sebelah Barat FEB, dibangun pada 1996 dengan luas 45.000 m2.

advertisement

Danau Puspa berada di antara danau Ulin dan danau Mahoni, dibangun pada 1995 seluas 20.000 m2. Danau Ulin merupakan danau terluas dengan luas 72.000 m2, berada di antara danau Puspa dan danau Salam.

Terakhir, danau Salam berlokasi sejajar dengan aliran dari selatan ke utara sebagai rangkaian danau Ulin dan Puspa seluas 42.000 m2.

Danau-danau yang ada di kampus perjuangan, selain memiliki kontribusi besar sebagai daerah resapan air wilayah Depok, bahkan juga menjadi akses terbesar lalu lintas air Jakarta-Bogor. Namun, seringnya ditemukan mayat yang mengambang di danau UI, banyak masyarakat sekitar yang menjuluki danau UI sebagai danau pembuangan mayat. Oleh sebab itu, banyak banget cerita mistis yang berkembang di masyarakat mengenai keangkeran dari enam danau kampus makara.

Weitss… jangan ngomongin yang mistis-mistis mulu yah guys, kalian juga mesti peka nih kegunaan lain dari danau di kampus kita yang banyak menjadi partisi kehidupan masyarakat sekitar UI. Karena, selain menjadi sarana dan fasilitas kampus untuk memenuhi syarat Green Campus dan menjadi kontributor resapan air Depok, danau-danau UI juga punya kegunaan lain!

 

BACA JUGA: Sejarah Danau UI (Between Legend ‘n Myth)

advertisement

 

Sarana rekreasi

Danau UI yang menawarkan angin sepoi-sepoi. Siapa yang tahan? (via wahyuhidayat)

Kalau kita sudah ngomongin rekreasi, nggak jauh-jauh dari pemandangan alam yang mempesona. Tapi, beda ya kalau orang yang rekreasinya cuma nongkrong di mall, belanja, nonton, dan lain-lain. Sebab, kebutuhan rekreasi seseorang berbeda, ada yang doyan jajan di pusat perbelanjaan, ada juga yang doyan mandangin langit, dan kamu. (iya kamu yang lagi baca artikel ini) *eh.

Buat masyarakat sekitar UI, rekreasi paling hemat bahkan gratis dengan memandangi pesona alam perairan nggak harus dateng ke pulau-pulau cantik, danau di UI sudah cukup cantik dan sejuk buat didatangi! Danau-danau UI, seperti Kenanga dan Salam, sering banget jadi tempat rekreasi bagi civitas UI dan masyarakat sekitar. Banyak juga orang yang menjadikan danau UI sebagai danau cinta seperti Situ Patenggang gitu. Gimana nggak, kalau setiap sore kalian lewat danau-danau itu, banyak banget orang pacaran di sana! Mungkin mereka menganggap danau-danau UI adalah Tobanya Depok.

 

Jadi tempat mancing ikan

Larangan mancing di UI itu bukan tanpa alasan, loh. (via gilamancing)

Selain rekreasi, fungsi perairan di Indonesia juga, bahkan mungkin dunia, juga dijadikan tempat mancing ikan gratis. Ya, konsep mereka adalah prinsip dasar ekonomi; pengeluaran sedikit untung banyak. Banyak banget masyarakat yang menjadikan danau-danau di kampus makara sebagai tempat pemancingan umum!

Mereka tau nggak sih kalau danau kampus makara itu banyak terbentuk “eutropik”, sebutan bagi danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Padahal, kalau mereka tau, proses eutrofikasi yang terjadi di danau-danau UI itu berbahaya bagi mereka jika mengonsumsi hasil dari perairan itu. Danau UI juga tajir banget nih sama zat-zat renik, seperti ganggang hijau dan ikan sapu-sapu. Bahkan, ikan sapu-sapu yang didapat, konon dijadikan bahan dasar pembuatan siomay dan bakso ikan pedagang nakal di Depok loh guys! Sebagai anak UI, kita mesti ngasih tau nih ke mereka yang suka mancing, kalau hasil dari mancing ikan di danau kampus itu berbahaya! Jangan apatis ya, karena UI bukan sekedar Universitas Indonesia, tapi juga Untuk Indonesia!

 

Tempat menjala ikan

Mancing aja ga boleh, apalagi menjala ikan. (via twitter PLK UI)

Selain mancing, kegiatan menjala ikan juga banyak kita temukan di danau-danau UI. Mereka biasa menggunakan rakit buatan guna menjelajahi danau untuk mencari tempat yang cocok buat menjala ikan. Rakit yang digunakan juga tergolong sederhana, cuma terbuat dari susunan bambu yang diikat tali tambang, ditambah susunan ban bekas yang diikat diujung rakit untuk mengapungkan rakit.

Kegiatan berakit-rakit ke danau ini seringkali menimbulkan malapetaka loh guys, karena rakit yang gak terlalu kuat menahan beban, ditambah keadaan danau yang dalam, banyak masyarakat yang kehilangan kendali dan tenggelam. Meskipun mereka mengaku pandai berenang, tapi ternyata ada saja korban yang tenggelam karena kegiatan menjala dengan alat transportasi rakit! So, jangan coba-coba ya guys!

 

Berjualan di sekitar danau

Danau UI juga merupakan lahan untuk mencari nafkah (via jamkumpul)

Ekonomi perdagangan di Indonesia ini emang luar biasa. Banyak orang berduyun-duyun menjadi pebisnis guna menghidupi keluarga. Karena, banyak pepatah (termasuk Alm. Bob Sadino) berkata, “Setinggi apapun jabatanmu di perusahaan, kamu tetap karyawan. Sekecil apapun usahamu, kamu adalah bosnya.” Kutipan dari salah satu pengusaha sukses Indonesia itu membuat masyarakat mengaplikasikannya, termasuk menjadi pedagang kaki lima.

Tetapi, sayangnya di Indonesia masih banyak banget nih guys yang berdagang di sembarang tempat termasuk di sekitaran danau UI. Penulis nggak tau pasti sih ada tidaknya larangan berjualan di sekitar danau, tapi efek domino adanya penjual jajanan di sekitar danau itu juga karena banyaknya masyarakat yang menjadikan danau UI sebagai tempat rekreasi dan rehat menikmati alam kampus makara. Ya, penulis juga sering sih beli jajanan di sekitar Danau Kenanga hehehe. Asalkan tetap taat aturan untuk tidak membuang sampah di danau lah yaaa…

 

Kegiatan membuang sampah

Jangan nodai danau kita dengan sampah, ya. (via infonitas)

Wah… kalau ini sih keterlaluan! Selain dikenal sebagai tempat pembuangan mayat, danau-danau di UI juga sering banget bergumul sampah!

Konon, sampah yang ada di UI itu didapat dari aliran air di sekitar kawasan Depok. Sampah-sampah itu mengalir melalui saluran-saluran air yang kecil kemudian meluncur ke danau-danau UI. Tapi, sering juga loh penulis menjumpai orang-orang yang sengaja membuang sampah mereka secara langsung ke danau! Kalian sebagai anak UI nggak boleh gitu ya! Jelas, ini sih merusak ekosistem danau dan keindahannya. Ingat ya, danau-danau itu fasilitas yang mesti dijaga, bukan dirusak dengan sengaja!

 

BACA JUGA: Memasuki Bulan November, UI Dikejutkan dengan Ditemukannya Mayat Bayi di Danau Agatis

 

Nah, kita sebagai civitas UI mesti menjaga setiap elemen kehidupan di UI, baik biotik dan abiotik. Mari sama-sama bangun suasana kondusif yang didorong melalui lingkungan yang positif! Jangan lupa, bagikan juga artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar semua orang tahu kalau danau UI itu indah dan harus dijaga, serta bermanfaat bagi kita semua!