Deteksi Gawat Darurat pada Anak Pakai Aplikasi Buatan FIK UI Yuk!

Aplikasi ini merupakan hasil karya bersama dengan Mahasiswa Peminatan Keperawatan Anak Program Magister FIK UI. Alat yang telah memiliki HAKI ini bisa jadi solusi deteksi gawat darurat pada anak selama pandemi.


0

Anak UI, kondisi gawat darurat memang bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, gak terkecuali pada anak. Namun, dalam menghadapi situasi darurat pada anak, umumnya orang tua akan menghadapi kesulitan unto menentukan kondisi anak akibat anak belum dapat mengekspresikan atau menyampaikan keluhan yang dirasakan kepada orang dewasa.

Bahkan nih, hingga saat ini, perawat di seluruh Rumah Sakit di Indonesia masih menggunakan metode konvensional (paper-based) untuk mendeteksi kondisi gawat darurat pada anak. Metode ini tentunya gak praktis, sebab perawat harus mencocokkan keluhan dengan kondisi yang ada sehingga memakan waktu lebih dari satu menit. Kalo dibiarkan begitu saja, tentunya Hal Ini dapat memperlambat kerja perawat dalam mendeteksi kegawatdaruratan pada anak dong!

Nah, berangkat dari kondisi itulah,  Dessie Wanda, S.Kp., M.N., Ph.D, dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) dan juga selaku Manajer Riset, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan, bersama tim mencoba merancang sebuah purwarupa atau prototipe yang dapat membantu kerja perawat dalam mendeteksi kegawatdaruratan pada anak.

Aplikasi bernama Pediatric Assessment Triangle (PAT) ini dapat mendeteksi kegawatdaruratan pada anak secara cepat dan tepat dengan cara mengkaji first impression pada pasien anak agar perawat segera dapat memberikan pertolongan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah hingga kematian. Sayangnya untuk saat ini, aplikasi ini hanya dapat diakses di android saja.

Menurut Dessie dan tim, penggunaan aplikasi ini juga dapat menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir transmisi infeksi COVID-19 karena bersifat paperless. Sistem paperless documentation ini dapat mengurangi kontak antara perawat dan pasien, serta kemungkinan transmisi infeksi melalui benda-benda yang ada di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dessie juga menjelaskan bahwa proyek purwarupa ini merupakan hasil karya bersama dengan Mahasiswa Peminatan Keperawatan Anak Program Magister FIK UI yang dimulai pada bulan April 2020. Memakan waktu hampir setahun, alat yang telah memiliki HAKI ini bisa jadi solusi deteksi gawat darurat pada anak selama pandemi.

“Deteksi kegawatadaruratan menggunakan PAT dapat dilakukan < 1 menit. PAT sangat membantu seorang praktisi kesehatan (perawat dan tenaga kesehatan lainnya) dalam mendeteksi dan menangani kegawatan pada anak terutama di masa pandemi sekarang ini. PAT baru pertama kali diciptakan di Indonesia bahkan di dunia internasional.

Aplikasi ini sudah terdaftar HAKI sehingga dapat digunakan oleh perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Saat ini aplikasi ini telah digunakan oleh para perawat dan tenaga kesehatan lainnya di Rumah Sakit dr. Suyoto, Jakarta,” ujar Dessie.

Dessie menjelaskan bahwa proyek purwarupa ini didanai oleh Direktorat Inovasi dan Techno Park UI. Proyek ini bekerja sama dengan RS dr. Suyoto dan melibatkan perawat serta Tenaga Kesehatan (nakes) lainnya di ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) atau IGD. Salah satu perawat yang menggunakan PAT ini mengatakan bahwa PAT sangat membantu mendeteksi pasien dengan kasus kegawatdaruratan pada anak dengan cepat.

Selain itu, pengembangan aplikasi ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini dimana hampir semua rumah sakit telah menggunakan sistem rekam medik digital. Dessie menyampaikan bahwa PAT berbasis aplikasi android ini akan segera tersedia di Google AppStore sehingga perawat dan tenaga kesehatan lainnya dapat menggunakan aplikasi ini. Dessie dan tim akan segera mengadakan seminar nasional yang mengundang perawat di seluruh Indonesia untuk mendapatkan paparan tentang PAT berbasis Android ini.

BACA JUGA: Tak Hanya Peduli Kesehatan, FIK UI Turut Berdayakan Ekonomi Warga


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ditha Adinda

Content Writer. Are you the end of my prayer? Because Amen love with you. Hit me on: Ditha Adinda (Vokasi, Administrasi Rumah Sakit 2017). Baca artikel Ditha Adinda lainnya.

0 Comments

Leave a Reply