Seribu Mahasiswa dari Sumatera Barat di UI: Dinamika IMAMI UI

Logo IMAMI UI
Logo IMAMI UI (sumber: FB IMAMI UI)

Keberadaan mahasiswa minang di UI sesungguhnya telah ada jauh sebelum tahun 1983, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya jumlah mahasiswa minang yang ikut bergabung setelah proses deklarasi di tahun 1983 dan berasal dari berbagai tingkat maupun fakultas. Seiring dengan perkembangan ini maka IMAMI UI yang awalnya bernama IMAMI FHUI lalu menjadi IMAMI KMHR (kelompok mahasiswa hukum rawamangun)-pun berganti nama menjadi IMAMI UI yang cakupannya semakin luas.

Pertengahan tahun 1985 IMAMI UI-pun semakin mengembangkan sayapnya melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakannya dan diikutinya, salah satunya yaitu acara Perkemahan alam budaya minangkabau pertama (MAHABUANA I) di Cikole Bandung bersama kepala daerah dan rekan-rekan mahasiswa minang lainnya dari jawa barat dan DKI Jakarta.

Selang satu tahun setelah itu, pada tanggal 6-13 Juli 1986 di Istora Senayan Jakarta IMAMI UI diberi kepercayaan oleh pemuka masyarakat minangkabau di Jakarta untuk menjadi penyelenggara acara ‘Pekan Wisata Budaya Minangkabau dan Halal bi Halal Masyarakat Sumbar DKI 1406 H’. Acara selama tujuh hari ini akhirnya mendapat penghargaan dari Bapak Ir Azwar Anas (Mantan Gubernur Sumbar & Mentri Perhubungan RI).

Awal tahun 1990 pada tanggal 19 Januari – 6 Februari IMAMI UI semakin bersemangat menggelar kegiatan-kegiatan bermanfaat, salah satunya yaitu acara ‘Pengabdian dan temu ilmiah IMAMI UI’ yang bertempat di Sumatera Barat. Tahun demi tahun IMAMI UI terus mencoba menggali potensi masyarakat minangkabau khususnya dengan mengadakan try out akbar Sipemaru untuk para siswa SMA di sumbar, hingga akhirnya pada tahun 2002 acara ini dikemas dalam sebuah bentuk rangkaian acara yang diberi nama ‘Kampus Goes to Kampuang (KGTK)’.

Acara ini dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan mulai dari konten acara hingga jumlah peserta. Beberapa konten acaranya selain try out akbar yaitu : bedah kampus, seminar guru, workshop gempa, lomba kreatifitas siswa, bimbel gratis, festival kebudayaan minang, studi islam dan adat, dll. Hasil evaluasi dari program rutin terbesar IMAMI UI ini ternyata sungguh luar biasa. Seluruh keringat kerja keras keluarga besar IMAMI UI terbayarkan melihat hasil ini. Setiap tahunnya peserta dari rangkaian acara KGTK yang diselenggarakan dari tahun 2002, baik itu simulasi SNMPTN, bedah kampus, seminar, workshop,dll hingga hingga sekarang mengalami peningkatan mencapai 25 %.

Gambar 1.Peningkatan Kuantitas KGTK
Gambar 1.Peningkatan Kuantitas KGTK
Gambar 2. Persebaran Mahasiswa Sumatera Barat di UI
Gambar 2. Persebaran Mahasiswa Sumatera Barat di UI

Hari ini jumlah mahasiswa yang berasal dari sumatera barat mencapai angka seribu orang, dimana pada tahun 2002 jumlahnya hanya sekitar puluhan saja. Sekarang mereka tersebar di berbagai fakultas. Sebuah penggalian potensi daerah untuk menyukseskan otonomi daerah menuju kebangkitan negeri ini. Semoga semangat ini tetap terjaga dan mampu menginspirasi.

6 thoughts on “Seribu Mahasiswa dari Sumatera Barat di UI: Dinamika IMAMI UI”

  1. Mantab. Soal sejarah IMAMI memang perlu banyak orang yang tahu. Tingkatkan pengabdian kepada masyarakat Sumbar terutama bidang pendidikan. Sekarang bukan fasenya lagi melakukan promosi UI tapi harus lebih dari itu. Sukses selalu untuk IMAMI UI. Salat!

    Reply

Leave a Comment