Di newsfeed Facebook admin, ada rekan yang men-share sebuah tulisan. Singkatnya, tulisan tersebut mendukung adanya bullying dalam proses orientasi mahasiswa baru, alias ospek, karena membantu mahasiswa baru dalam dunia pekerjaan kelak (penulis adalah lulusan dari jurusan pertambangan). Tulisan tersebut admin copy paste di sini.

DI TAMBANG, KAMI SUKSES KARENA OSPEK

Belakangan ini marak beredar postingan dengan hastag #StopBullying, berkaitan dengan akan datangnya masa orientasi Mahasiswa Baru di berbagai kampus di Indonesia.

advertisement

Sebenarnya letak permasalahan bukan pada penyelenggara ospek nya, tetapi malahan si peserta ospek itu sendiri.
Lah wong belum apa2 tahu gak gimana ospek itu sebenarnya udah kedoktrin sendiri kalo ospek itu serem, mulai dari ngeshare hastag #StopBullying, sampe ketakutan gak mau ikutan.
Dilanjutkan dengan mengintimidasi khalayak ramai bahwa ospek itu hanya menghasilkan mudharat.
Padahal ospek itu sendiri sebenarnya seru bagi orang2 yang menikmati, bahkan menorehkan kenangan khusus pada bagian bully membully.

Lah sekarang gini, kita pikir aja baek2 ya. Penyelenggara ospek adalah mahasiswa yang lulus ujian saringan nasional, yang mempunyai kecerdasan diatas rata-rata. Masa mereka mau menyia-nyiakan karirnya hanya dengan menyakiti atau membunuh adik tingkatnya sendiri?
Mereka juga berpikir seribu kali kalau mau membully adik2 tingkatnya secara kelewatan.
Toh juga seusai ospek pasti ada agenda keakraban dan maaf2an, malahan seusai ospek hubungan senior junior makin erat.
Lah wong ospeknya gak pake kontak fisik ya ngapain dipermasalahin?

Dear junior yang sangat lemah, apakah kalian kira, bullying adalah perusak moral anak bangsa? Yang kalian dengar dari teori para pakar-pakar psikolog dan sosiolog?
Kami para senior lebih tahu banyak dibandingkan para psikolog dan sosiolog itu asal kalian tahu.
Psikolog dan sosiolog hanya teori, sedangkan Kami memegang teguh yang namanya pengalaman.
Justru kebalikan, dengan bullying kami menjadi kuat mental dan fisik. Kami tidak akan jatuh meskipun senior kami dulu menghina kami. Sekedar push up dan sit up tidak akan membunuh kami.
Bukankah Allah menyukai hambaNya yang kuat?
Apakah mental dan fisik kalian sudah kuat, para junior yang lemah?
Think again.

advertisement

Dear junior yang sangat bodoh, apakah kalian masih mengira bahwa mahasiswa tugasnya hanya mengemban ilmu teoritis?
Inget sama etika? Yang nilainya lebih tinggi dari apapun, bahkan ilmu pengetahuan sekalipun?
Dengan bullying, kami diajarkan cara menghormati orang yang lebih tua, menghormati para penduduk lama, dan menghormati orang yang lebih berpengalaman.
Kami diajarkan untuk tidak pernah melawan kepada senior kami, walaupun senior salah. Kami diajarkan cara yang sopan santun bagaimana cara mengingatkan orang yang salah apalagi dengan yang lebih tua.
Kalian sadar bangsa ini mulai bobrok akibat tidak ada lagi orang yang menghormati orang tua? Zaman sekarang orang kaya dan orang berilmu lebih dihargai daripada orang yang lebih tua.
Menyapa tukang sampah yang usianya lebih tua pake bentak2, giliran menyapa pengusaha muda pake nunduk2.

Dear junior yang tak tahu apa-apa, apakah bagi kalian yang terpenting hanyalah belajar? Apakah penempaan fisik dan mental tidak diperlukan? Apakah etika tidak penting? Karena kalian seorang akademisi?
Jadi dokter percuma kalo badan loyo sakit2an.
Jadi engineer percuma kalo loyo dan gak punya mental.
Jadi guru percuma kalo gak punya mental dan putus asa mendidik anak muridnya.
Jadi peneliti percuma kalo gak punya etika.
Think again.

Junior yang berusaha menghindari ospek hanyalah orang yang lemah, dan tidak punya nyali.
Termasuk yang mencoba mengintimidasi orang orang bahwa ospek itu buruk, bahkan sampai disuruh melawan.

advertisement

Ya dari nilai kehidupan aja deh. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Yang namanya orang baru ya mesti ikut aturan orang lama. Sama aja kalo kalian main ke desa suku orang pedalaman, masa kalian yang buat peraturan setempat? Kan lucu.

Kita tidak akan tahu dimana kita selanjutnya memijak bumi untuk menjunjung langit. Bersyukurlah kalo pas masuk kuliah bumi yg dipijak masih sedikit bergelombang. Tapi kalau sudah masuk ke kehidupan nyata, bumi yang dipijak bisa aja berduri. Apakah kalian siap untuk menginjak bumi yang berduri? Menginjak yang bergelombang saja belum tentu sanggup.

Dunia nyata pasti berbanding jauh terhadap dunia kampus. Di dunia nyata bahkan lebih kejam daripada sekedar bullying. Makanya seniornya membekali junior untuk dapat menjadi Mahasiswa yang Cerdas, Kuat, Tangguh dan tidak mudah berputus asa, serta memiliki etika yang baik yang berguna untuk kesuksesan di masa depan.

advertisement

Kami senior hanya ingin kalian mengerti nilai kehidupan, tata krama dan kedisiplinan. Tidak lebih hanya itu.

Makanya jaman dulu kalau orang kuliahan pasti sukses. Lah jaman sekarang, udah gak ada lagi yang gitu2an, disiplin aja udah gak ada lagi mahasiswanya.

Berkaca dengan ospek di tambang, yang pasti lebih ekstrim dari biasanya. Kerjaan kami bukan sembarang kerjaan. Bukan di depan laptop dibawah AC, melainkan di depan debu dan di bawah matahari, bahkan jam kerja kami lebih ekstra.
dituntut jadi pekerja keras, kuat fisik dan mental, plus harus pintar lagi, gimana jadinya kalo anak tambang loyo2, dibentak sedikit sama atasan di lapangan langsung loyo, gampang putus asa. Apalagi gak punya etika dan sopan santun?
Ya habis lah, walaupun lulusan cumlaude sekaipun, IQ nya diatas 200, toeflnya 600 dan lain sebagainya.

Di tambang ya seniornya harus keras. Keras itu tegas, bukan berarti menindas.
Gak taulah ya kalo jurusan lain yang gak butuh kekompakan, kekeluargaan, disiplin dan sopan santun hehe

Mulai sekarang, untuk semua juniorku, berhentilah merengek!

Sumber: Facebook Ganis Mahesa Putra

 

Menjelang tahun ajaran baru dan kedatangan mahasiswa baru (maba) dari seluruh penjuru Indonesia, isu bullying & ospek seperti ini memang selalu hangat dibicarakan. Bagaimana dengan UI sendiri?

Yuk kita berdiskusi lewat kolom komentar! Beberapa hal yang bisa didiskusikan:

  • Bagaimana pengalaman ospek kamu yang paling berkesan? Apakah ada aspek bullying di dalam sana?
  • Dari status Facebook tersebut, benarkah bullying bermanfaat dalam dunia pekerjaan kelak?
  • Apakah praktek bullying terjadi dalam proses orientasi mahasiswa baru di UI, dari tingkat universitas hingga jurusan?
  • Bagi teman-teman yang pernah jadi panitia ospek, apakah niatan untuk melakukan bullying, ada dalam benak teman-teman?
  • Apa manfaat ospek yang kamu rasakan hingga saat ini?
  • dan lain-lain

 

Referensi:

  • Definisi bullying: Suatu tindakan dengan menggunakan kekuatan atau kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik maupun psikologis, sehingga membuat korban merasa tertekan, takut dan tak berdaya (sumber)

Artikel dengan judul [Diskusi] adalah artikel yang mengundang teman-teman semua untuk berbagi pendapat lewat kolom komentar. Yuk ramaikan kolom komentar dengan merbagi apa pendapat kamu tentang topik ini?