[Diskusi] Bagaimana Pendapat Anak UI mengenai LGBT?


0

Keputusan Majelis Tinggi Amerika Serikat untuk melegalkan pernikahan sesama jenis menimbulkan berbagai macam respon dan komentar. Ada yang setuju, menolak mentah-mentah, bahkan menghujat dengan cacian dan makian.

Berita ini membuat banyak orang geram untuk ikut menyuarakan pendapatnya mengenai fenomena ini di berbagai media sosial. Oleh karena itu, anakUI.com mencoba merangkum apa saja pendapat-pendapat umum yang sering disuarakan oleh teman-teman yang juga merupakan anak UI. Sebab anak UI ga boleh menutup mata akan apa yang terjadi di sekelilingnya, ya!

 

Kontra LGBT

Karena admin yakin di Indonesia sendiri masih banyak yang kontra akan hal ini, maka admin akan mulai membahas ke bagian kontra terlebih dahulu.

  1. Hubungan sesama jenis dilarang oleh agama dan tergolong dosa besar. Hal ini telah diatur dalam kitab di semua agama, dan setiap orang pasti memiliki tafsiran atau pemahaman yang berbeda-beda akan hal tersebut.
  2. Manusia diciptakan berpasang-pasangan oleh Tuhan, sudah seharusnya kita sebagai manusia mengikuti aturan tersebut dan tidak bertindak melawan kodrat. Orang yang tergolong dalam LGBT merupakan mereka yang melakukan penyimpangan dan upaya perlawanan terhadap Tuhan.
  3. LGBT merupakan penyakit dan digolongkan dalam gaya hidup yang tidak sehat. Pengaruh lingkungan yang buruk sangat menentukan perilaku tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kemauan yang sungguh-sungguh dari pelaku LGBT agar dapat sembuh dan kembali normal.
  4. Bencana alam semakin hari semakin banyak terjadi dan merupakan tanda-tanda berakhirnya zaman, seiring dengan semakin banyaknya orang yang menyatakan dirinya bagian dari LGBT, apalagi dengan maraknya pernikahan sesama jenis.

 

Pro LGBT

Belum banyak masyarakat Indonesia yang pro akan LGBT, mengingat masih rendahnya pengetahuan masyarakat Indonesia akan hal ini serta perbincangan tentang LGBT yang masih dianggap tabu.

  1. Seharusnya kita dapat menghargai keberadaan LGBT atas dasar kemanusiaan sebagaimana kita menghargai perbedaan yang ada di sekitar kita. Ingat, LGBT juga manusia yang sama seperti kita yang berhak menjalani kehidupan dan meraih kesuksesan.
  2. Mendukung bukan berarti menjadi bagian darinya. Kita cukup menerima dan memahami keadaannya, bahwa terlahir berbeda bukanlah perkara mudah. Jangan mengucilkan apabila ia tidak mengganggu kita. Apakah kita pantas mengucilkan ciptaan Tuhan?
  3. LGBT bukanlah lagi penyakit atau kelainan mental menurut penelitian yang dilakukan oleh American Psychiatric Association semenjak tahun 1973. Stop mengatakan bahwa LGBT dapat disembuhkan.
  4. Setiap orang berhak jatuh cinta dan semestinya mereka tidak boleh dipisahkan. Sayangnya, setiap orang tidak ada yang dapat memilih untuk jatuh cinta dengan siapa; laki-laki dengan wanita, laki-laki dengan laki-laki, atau laki-laki dengan wanita. Orientasi seksual seseorang tidak dapat diubah, ia telah diatur dalam gen manusia ketika lahir muncul secara alamiah ketika manusia memasuki masa pubertas.

 

Mungkin segitu aja rangkuman admin anakui.com mengenai pendapat-pendapat anak UI tentang LGBT. Btw, yang mungkin temen-temen ga sadari, sebenernya LGBT ini udah ada dari masa lampau, jauh-jauh hari sebelum Amerika melegalkan pernikahan sesama jenis. Pernikahan sesama jenis juga telah lebih dulu dilakukan oleh Belanda dan Irlandia.

Namun, inilah salah satu pengaruh media, dapat mengangkat permasalahan yang sebenarnya telah lama ada menjadi hangat diperbincangkan kembali. Ditambah lagi kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka melebih-lebihkan. Yang sedang hangat diperbincangkan adalah pernikahan sesama jenis, tetapi bangsa kita heboh memperdebatkan mengenai pelakunya itu sendiri, yakni LGBT; apakah pantas diterima atau tidak.

Yang jelas, tentu saja kita sebagai anak UI yang berpendidikan tinggi harus memiliki pedoman dan prinsip masing-masing bagaimana untuk menyikapi permasalahan ini, jangan mudah terprovokasi dan harus tetap berpikir logis. Semoga kita tidak termasuk dalam orang yang terbuai akan Pancasila sila pertama, sampai pada akhirnya lupa akan empat sila lainnya.

Teman-teman sendiri, bagaimana pendapatnya mengenai LGBT?

 


Artikel dengan judul [Diskusi] adalah artikel yang mengundang teman-teman semua untuk berbagi pendapat lewat kolom komentar.

Apakah teman-teman punya topik yang bisa memancing diskusi seperti ini? Tulis saja di anakUI.com ya!



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Admin anakUI.com
Semua postingan resmi dari anakUI.com, baik itu pemberitahuan, info, dan lain-lain, hanya diposting dari akun ini. Follow juga twitternya @anakuidotcom dan FB Fanpagenya.

3 Comments

Leave a Reply

  1. Menurut gua LGBT itu merupakan sesuatu yang wajar aja tetapi karena masyarakat terlalu melebih-lebihkan masalah ini akhirnya menjadi sesuatu yang kurang ajar menurut mereka, disini gua tekankan GUA BUKAN BAGIAN LGBT tapi gua coba memberikan pendapat gua mengenai LGBT disini. Semua orang memiliki hak asasi manusia yang berikan oleh Tuhan YME sebagai anugerah terindah , tetapi kenapa mereka itu dihina dan dicacimaki? apa mereka berbuat kerusakan apa mereka menganggu orang-orang yang berorientasi seksual normal? TIDAK!! mereka itu sama seperti manusia yang lain hanya saja ada kelainan dalam dirinya yang telah ada sejak lahir, lu hina mereka itu sama aja lu menghina ciptaan tuhan , okelah lu bilang dalam agama LGBT itu dilarang tetapi itu hak setiap orang apakah hak itu dapat diganggu gugat? hak itu diberikan oleh Tuhan jika lu kaitkan dengan agama … ibarat Tuhan vs Tuhan maka tidak akan pernah berakhir.

  2. Manusia nya ciptaan Tuhan, hak mencintai juga ciptaan Tuhan. Tapi, apakah manusia punya hak utk semena-mena nempergunakan hak sebebasbebasnya? Tentu saja tidak, saudaraku.

    Se-bebasbebas-nya hak juga ada batasannya. Setidaknya dibatasi oleh norma yang berlaku. Drmn kah sumber norma itu? Salah satunya adlh dengan berpegang pd sumber norma agama, serta norma dan nilai masyarakat.

    Ketika itu dilanggar, harusnya kita sadar bahwa terjadi pelanggaran, bukannya justru ikut membiarkan atas nama hak.