[Diskusi] Jenjang Apa yang Kamu Pilih untuk Kuliah di UI, S1 atau D3?


0

Halo temen-temen pembaca setia anakui.com! Gimana kabarnya yang abis dikasih surprise sama SIAK-NG? Hehehe kalo bagus ya berkah Ramadhan, kalo jelek ya… sabar aja, namanya juga lagi puasa.

Jadi kali ini anakUI.com mau mengajak kita semua berdiskusi lewat komentar, tentang dua jenjang yang berbeda yang disediakan kampus UI tercinta ini. Yak, antara S1 dan D3, antara Sarjana dan Diploma, antara Fakultas dan Program Vokasi. Di UI sendiri udah kita ketahui sekarang ada 13 Fakultas dan 1 Program Vokasi.

 

S1

Kelebihan

  1. Setelah lulus mendapatkan gelar “Sarjana” dan bebas menentukan apakah ingin langsung bekerja atau lanjut ke S2.
  2. Jangan khawatir kekurangan biaya untuk kuliah, S1 Reguler dapat mengajukan keringanan biaya sampai Rp 100.000,00 melalui BOPB atau bahkan gratis melalui Bidik Misi.
  3. Posisi dan gaji yang didapatkan setelah masuk ke dunia kerja relatif lebih tinggi.
  4. Solid satu Fakultasnya lebih terasa karena terkumpul dalam satu wilayah sendiri dan masing-masing program studi masih dalam satu lingkup pengetahuan yang sama.

 

Kekurangan

  1. Sebelum lulus kita masih harus membuat mahakarya nan indah mempesona bernama skripsi dan menghadapi berbagai macam revisi.
  2. Kurang siap dalam menghadapi dunia kerja karena lebih banyak belajar teoritis, sedikit praktik langsung di lapangan.
  3. Masuk susah, keluar juga susah.
  4. Lulus paling cepet 3.5 tahun, paling lama ya… terserah aja.

 

D3

Kelebihan

  1. Ga usah capek-capek dan ribet ikut OBM, setelah registrasi ulang tinggal duduk manis di rumah nunggu Kamaba.
  2. Lebih siap dalam menghadapi dunia kerja karena lebih banyak mempelajari praktik dan skill kerja daripada teori. Untuk memperdalam teorinya, bisa melanjutkan ke jenjang S1 melalui Program Ekstensi.
  3. Jangan khawatir akan kejamnya skripsi, karena di Vokasi adanya cuma Tugas Akhir.
  4. Kuliah berasa sekolah, cuma 6 semester a.k.a 3 tahun.

 

Kekurangan

  1. Di Program Vokasi ini, setelah lulus kita tidak mendapatkan gelar Sarjana, melainkan Ahli Madya (AMd).
  2. Rencananya sih akan punah, karena UI dikabarkan akan menjadi Kampus Internasional, dan salah satu syaratnya adalah tidak memiliki Program Diploma..
  3. Uang per semester yang harus dibayar hampir sama dengan S1 Reguler. Lebih parahnya lagi, mahasiswa tidak dapat mengajukan BOPB atau keringanan.
  4. Denger-denger ada mahasiswa yang nyantumin Vokasi sebagai pilihan terakhir ya?

 

Nah, karena admin juga manusia, apakah ada yang salah dalam persepsi kami mengenai kedua jenjang tersebut?

Untuk teman-teman sendiri, apa alasan mengapa memilih jenjang S1 atau D3?

Silakan berdiskusi yang seru di kolom komentar yaa! Selamat menunggu berbuka puasa.


Artikel dengan judul [Diskusi] adalah artikel yang mengundang teman-teman semua untuk berbagi pendapat lewat kolom komentar.

Apakah teman-teman punya topik yang bisa memancing diskusi seperti ini? Tulis saja di anakUI.com ya!



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Admin anakUI.com
Semua postingan resmi dari anakUI.com, baik itu pemberitahuan, info, dan lain-lain, hanya diposting dari akun ini. Follow juga twitternya @anakuidotcom dan FB Fanpagenya.

2 Comments

Leave a Reply

  1. Ijinkan saya memberi kesempatan untuk komentar pertama ini.

    Saya merasa diskusi ini tidak layak untuk diangkat di AnakUI.com, mengingat tidak jelas apa maksud dari tujuan diskusi ini, apakah yang ingin dicapai didiskusi ini, apa manfaatnya untuk pembaca? Saya tidak melihatnya pada seluruh poin-poin yang dikemukakan oleh penulis.

    Kedua, artikel dibuka dengan standing point yang tidak baik karena hanya berdasarkan asumsi-asumsi dan dugaan penulis. Maaf saja, jika ingin membuka diskusi yang baik, mohon pergunakan bahasa yang baik, tidak menggunakan kata-kata provokasi. Apakah diskusi ini memang dipancing untuk tujuan itu? Menggunakan bahasa media mainstream kekinian yang provokasi hanya demi untuk memancing jumlah klik-an?

    Jika dibuka dengan standing point seperti di atas, saya rasa diskusi ini juga tidak akan menghasilkan apa-apa, hanya debat kusir saja, yang ujungnya hanya membandingkan dan membanggakan labelnya masing-masing.

    Demikian komentar saya, terima kasih.