Peristiwa tenggelamnya kapal motor Risma Jaya di perairan Papua meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi civitas akademika FKUI, hal ini dikarenakan salah satu korban tewas dalam peristiwa tersebut adalah dr. Wendyansah Sitompul, SpOG yang merupakan Alumni FKUI lulusan tahun 2000 dan lulusan Program Spesialis Obstetri & Ginekologi FKUI tahun 2005.

dr. Wendyansah Sitompul, SpOG gugur manakala beliau sedang menjalankan tugas sebagai Dokter PTT di Kabupaten Mimika – Papua. Pada hari naas tersebut, dia beserta 2 rekannya yang juga dokter (dr. Hendy Prakoso-FK Unair & dr. Boyke Mowoka-FK Univ. Sam Ratulangi) menaiki KM Risma Jaya dengan tujuan Kabupaten Asmat – Papua, namun ditengah perjalanan lambung kapal mengalami kebocoran setelah dihantam ombak besar dan tenggelam di Muara Kali Aswet Distrik Agast Kabupaten Asmat Provinsi Papua. Mereka menumpang kapal barang, karena bandara Agast rusak akibat gempa beberapa waktu yang lalu.

Pada hari ini (Minggu,18/01) jenazah disemayamkan di Lobby Bawah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari civitas akademika FKUI sebelum dikebumikan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Dekan FKUI Dr. dr. Ratna Sitompul, SpM mengatakan bahwa, semangat dan dedikasi dr. Wendy dalam melaksanakan profesi membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat didaerah terpencil haruslah menjadi contoh dan teladan bagi setiap calon dokter, khususnya di FKUI.

Almarhum dr. Wendy meninggalkan seorang istri, dr. Lidya Theresia Purba, SpRad dan dua orang anak yaitu Rachel Jelita Yessyca Marlinang Sitompul ( 4 tahun ) dan Rainier Lukas Sitompul ( 2 tahun ).

advertisement

Selamat jalan dr. Wendy, semangatmu takkan pernah padam………