Akhir tahun yang sunyi di sekitaran MUI, kala itu, Desember 2016. Bunyi-bunyian alat memasak, bau-bauan makanan rakyat, dan keceriaan yang hadir di setiap sudut Kantin MUI kehilangan auranya. Asing, hanya terdengar riuhan suara pembangunan gedung di sebelah MUI. Kemana? Kemana aroma Mie Ayam yang menggugah selera, kemana aroma siomay yang sambalnya membuat air luar terurai, kemana teh manis yang manisnya mampu menghilangkan rasa lelah?

Ya kalo itu sepi gara-gara emang lagi liburan.

Kalo beberapa bulan ke depan, akan ada banyak orang yang mungkin juga menanyakan hal yang sama. Kemana para juru masak itu pergi? Kemana perkakas masak itu hilang? Kemana kantin ini lenyap? Nampaknya, akan hanya menjadi rindu yang membeku untuk menikmati sajian para juru masak sambil menikmati pemandangan Danau Kenanga, hanya akan menjadi saksi bisu sebagai tempat penghilang dahaga ketika usai melaksanakan solat, dan hanya menjadi sebongkah masa lalu perjalanan panjang kehidupan mahasiswa kampus perjuangan.

View yang disuguhkan Kantin MUI, asri bukan? (via juliantohandoko66)

Padahal, para pedagang yang berjualan di Kantin MUI telah dianggap menjadi keluarga besar di sana. Mereka ikut membayar sewa, mereka berkontribusi membangun dan menjaga MUI hingga saat ini, dan mereka sering kali menjadi penyumbang makanan buka puasa di masjid saat bulan Ramadhan tiba. Namun, setelah manajemen kepengurusan masjid diambil alih DPPF yang notabene memang penanggung jawab fasilitas UI, hubungan bukan lagi kekeluargaan, tapi menjadi konkrit layaknya pemilik tanah-pemilih usaha.

Usut punya usut, ternyata penggusuran yang dilakukan terbilang mendadak, dengan alasan karena ketidaksesuaian peruntukkan wilayah tersebut dengan master plan yang ada dan akan dilakukan pelebaran bangunan Masjid Ukhuwah Islamiyah pada tahun 2018. Terlihat dari isi surat rektorat seperti biasa, di bulan Februari tahun lalu, pedagang tetap memenuhi perjanjian-perjanjian umum yang diberikan tiap tahun, dengan tanpa keterangan adanya master plan teranyar di UI. Tak ada informasi apapun mengenai master plan anyar tersebut. Dilanjutkan pada November 2016, dengan membawa itikad baik, para pedagang mengajukan kontrak perpanjangan sewa tempat. Namun, kali ini, cinta bertepuk sebelah tangan, pedagang pulang dengan beban. Bagaimana tidak, mereka pulang dengan membawa surat perintah menghilangkan seluruh aktivitas penimbun nafkah bagi keluarganya, mereka wajib mengosongkan tempat pencair peluh mereka.

 

advertisement

BACA JUGA: Belum Pernah Nongkrong di Kantin-kantin Ini? Jangan Ngaku Anak UI Deh

 

Suasana di Kantin MUI (via kodeposindo)

Tanpa ketengaran, tanpa informasi yang jelas sebelumnya, tiba-tiba surat perintah itu muncul dengan hanya memberikan waktu 14 hari, atau dua minggu, untuk mengosongkan tanah MUI segera. Mungkin bagi mereka mudah hanya untuk mengangkat dan mengosongkan, tapi batin mereka sakit, teriris, dan bingung karena tak tau lagi kemana akan berlabuh dalam waktu singkat itu. Tanpa ada informasi, tanpa ada pemberitahuan, dan tanpa ada keterangan sebelumnya!

Informasi kian terombang-ambing tak tahu benar atau salah. Gosip beredar, mereka semua akan dipindahkan di Rumah Sakit UI dan Gedung Kesenian yang ada tepat di sebelah MUI. Mendengar itu, tentu ada kelegaan tersendiri, namun kelegaan itu justru menjadi kekhawatiran lagi ketika tahu bahwa kantin itu akan dirubah menjadi konsep kafe. Tentu akan membutuhkan biaya sewa, dan dagangan yang bernilai lebih tinggi dari sebelumnya, mengingat modal para pedagang itu kecil dan pas-pasan. Semilir angin membawa informasi yang lain, yakni pedagang dengan modal yang kurang akan diberikan dana pinjaman dari Bank untuk menyewa tempat dan pelunasan jatuh tempo 30 Juni mendatang.

Oleh karena itu, pada Rabu (1/2), BEM UI ikut berdialog dengan DPPF UI, pedagang di Kantin Tenda Biru Pocin, dan pedagang di kantin MUI. Diperoleh kesepakatan bagi pedagang kantin MUI bahwa DPPF akan menunda penggusuran Kantin MUI sampai 30 Juni 2017 tanpa biaya sewa, memberikan kompensasi penggusuran Rp 5.000.000,- dan memberikan rekomendasi kepada pengelola kantin untuk menempatkan para pedagang kantin MUI di Rumah Sakit UI dan Gedung Kesenian.

Suasana Kantin MUI dan sekitarnya pada Rabu, 8 Februari 2017

 

advertisement

BACA JUGA: Wah, Tempat Makan Favorit Anak UI Mau Ditertibkan, Nih?

 

Jadi, buat kamu yang cinta banget sama makanan di kantin MUI, buruan borong sebelum kehabisan sampai tanggal 30 Juni nanti! Mari, bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian! Bantu mereka mewujudkan tempat yang nyaman dan tak memeras, bantu mereka mempermudah segala aktifitas mencari nafkah dengan harga yang umumnya kita rasakan saat masih di lokasi yang lama!



[reaction_buttons]