Mulai mendekati tanggal tua nih. Uang buat makan harian menipis, saatnya makan mie instan! Siapa, sih, yang tidak menggemari makanan ini? Dari anak kecil sampai orang dewasa banyak yang suka. Apalagi anak kost, biasanya mereka penggemar nomor satu makanan yang mudah dimasak ini. Harganya yang murah dan rasanya yang enak membuat kita jatuh cinta padanya.

Eh, kan, mie instan itu nggak sehat tau, tapi apakah memang benar seperti itu adanya? Yuk, kita cek fakta salah kaprah dari mie instan ini.

1. Styrofoam dalam mie instant cup tidak beracun

Styrofoam dalam mie instant cup tidak beracun (Sumber:)

Styrofoam dalam mie instant cup tidak beracun (Sumber:Photo Credit: Aaron G (Zh3uS) via Compfight cc)

Ada kabar gembira, untuk kamu penggemar mi instan cup, kamu tak perlu takut akan status keamanan dari styrofoam yang digunakan sebagai kemasannya. Karena sudah dipastikan bahwa ia aman. Kemasan ini terbuat dari expandable polystyrene yang khusus digunakan untuk makanan dan telah melewati berbagai penelitian dan dinyatakan memenuhi syarat dari BPOM dan Kementrian Lingkungan Jepang. Mengapa aman? Karena saat diproduksi, ia melalui proses pressing yang ketat. Proses ini membuat molekul styrofoam tidak rontok dan larut bersama mie saat diseduh air panas.

 

2. Merebus mie instant berikut dengan bumbunya akan menyebabkan ‘racun’

1408973290_a20b69dce6_o

Masak mie bersama bumbu? (Sumber:Photo Credit: isriya via Compfight cc)

Pernah dengar info yang mengatakan bahwa merebus mie instan dengan bumbunya dalam suhu 120 derajat celcius  berisiko melepas senyawa karsinogen yang akan memicu sel kanker dalam tubuhmu? Jika ya, berbahagialah karena hal itu tidak benar. Alasan mengapa mereka tidak boleh dimasak bersamaan adalah karena hal itu dapat mengurangi cita rasanya. Jika hal itu terjadi, mi instan akan menjadi hambar dan tidak enak. Itu dia ternyata si ‘racun’.

 

advertisement

3. Mie instan tidak mengandung zat lilin

Mie enak ini beneran ada lilinnya? (Sumber:)

Mie enak ini beneran ada lilinnya? (Sumber:Photo Credit: www.higbyphotography.com via Compfight cc)

Ini dia satu mitos salah kaprah lagi tentang mi instan. Percayalah, mi instan tidak mengandung zat lilin (wax) sama sekali. Mie instan tidak saling melekat satu sama lain karenanya adanya kandungan minyak di dalamnya. Sama sekali bukan karena lilin.

 

4. Mie + nasi = big no!

Indomie dan nasi? (Sumber:)

Indomie dan nasi? (Sumber:Photo Credit: Chandra Marsono via Compfight cc)

Mie instan dan nasi putih merupakan pasangan serasi yang tak dapat dipisahkan. Tahukah kamu, penyatuan duo maut ini harus dihentikan. Mengapa? Karena keduanya mempunyai kadar karbohidrat yang cukup tinggi sehingga tidak cocok dimakan bersama. Karena kebutuhan kalori manusia dalam sehari hanya berkisar 1700 – 2000, itu pun sudah termasuk dengan berbagai asupan gizi dalam 3 kali makan besar serta 3 kali makan ringan. Sedangkan dalam sekali makan mie dan nasi dapat menghasilkan 1100-1200 kalori. Bukan hanya itu, duo ini juga dapat meningkatkan gula darah dan menyebabkan diabetes. Hiii…

 

5. Air rebusan mie instant mengandung gizi

Air rebusannya bergizi (Sumber:)

Air rebusannya bergizi (Sumber:Photo Credit: syaphotography via Compfight cc)

Banyak kabar yang mengatakan bahwa agar aman mie instant diharuskan direbus sebanyak 2 kali agar terhindar dari zat kimia. Selain itu, air rebusan pertama pun tidak boleh digunakan karena terdapat banyak zat kimia. Tapi siapa sangka, semua hal yang disebutkan tadi sama sekali tidak benar? Menurut Prof. Dr. F. G. Winarno, di dalam air rebusan mie justru terdapat banyak kandungan zat besi, zinc, vitamin, dan betakaroten tinggi yang dibutuhkan tubuh.

Pada proses pembuatannya, mie instan mengalami proses fortifikasi, yaitu penambahan zat gizi dan vitamin yang diperlukan tubuh. Saat perebusan itulah semua kandungan perpindah ke air rebusan. Yang mana apabila kuah tersebut dibuang gizinya pun akan hilang. Sayang kan jadinya?

advertisement

Nah, sekarang sudah tau kan fakta salah kaprah yang benar mengenai mie instan? Jangan termakan isu lagi ya. Sebenarnya mie instan tidak seburuk itu kok. Tapi tetap dibatasi ya makannya, jangan sering-sering, semua yang berlebihan jelas tidak baik 😉

 

Referensi