Udah lihat lampu lalu lintas aka Traffic Light UI yang ada di depan halte Stasiun UI? Nah, kali ini BMKG mau membahas fasilitas ini dari sudut pandang mahasiswa, karena BMKG kurang gawean.

 

Asal muasal

Asal mausal

Asal muasal

Asal muasal, atau bahasa kerennya Traffic Light U: Origin (berasa judul film), diakibatkan peliknya situasi di lokasi tersebut pada momen-momen tertentu, seperti sekitaran pukul 8 pagi dan sekitaran pukul 4 sore dan 6 sore. Seberapa pelik? Peliknya itu bisa sampai dibilang rusuh, macam bola muntahan di kotak penalti dengan sepuluh orang berebut itu bola. Agak nyebelin emang, kalau dipikir.

Pukul 8 pagi, sekitaran seratus orang mahasiswa berusaha dateng gak telat-telat amat. Mereka itu ada yang naik mobil, ada yang jalan, dan ada yang naik kereta lalu ada yang naik bikun. Nah, berebut lah mereka. Ada yang nunggu bikun dan berbaris dengan riang di sepanjang jalan, ada yang berusaha menerobos pager betis penunggu bikun karena mau nyebrang, ada mobil yang kehalangan mereka yang mau nyebrang, atau ada bikun yang ngalang-ngalangin semua orang yang mau nyebrang.

BACA JUGA: Susahnya Naik Bikun, Gara-gara Mahasiswa Egois yang Berdiri Di Dekat Pintu

advertisement

Awalnya dipekerjakan beberapa pegawai lalu lintas (bukan polantas, bukan juga satpam tampaknya), tapi gak efisien dan gak terlalu ngebantu juga. Malah ada beberapa satpam yang miskoordinasi dan gak ngerti kapan saatnya menyebrangkan dan kapan saatnya membiarkan mobil lewat. Dan para pegawai lalu lintas ini juga hanya hadir pagi hari dan sore hari, gak bisa terus-terusan hadir ‘melayani’ pengguna lalu lintas. Entah ide dari mana, muncullah lampu lalu lintas yang cuma merah dan hijau itu.

 

Penting?

Seberapa pentingnya untuk mahasiswa UI? via PetaDepok

Seberapa pentingnya untuk mahasiswa UI? via PetaDepok

Penting gak sih? Penting sih penting, tapi ga selalu terlihat penting ga’ sih? Oke ketika hectic macam pukul 8 pagi memang penting karena semuanya tentu harus mematuhi aturannya si lampu supaya gak berebut dan tetep lancar. Tapi ketika bukan masa hectic, itu lampu cuma jadi gurauan belaka.

BACA JUGA: Demonstrasi yang Egois

Kadang itu lampu merah buat para penyebrang padahal gak ada mobil, jadi pejalan kaki ya nyebrang aja. Kadang hijau buat mobil tapi mobil malah ngalah dan memberikan pejalan kaki jalan, atau pejalan kaki ada yang batu udah tau merah masih jalan terus mobil juga jadi ikut bingung. Penting memang untuk keteraturan, namun sedih ketika melihat banyak mereka yang berlalu lalang udah terbiasa nyebrang seenak jidat. Langkah yang baik dari UI menyediakan itu tapi kurang disambut baik oleh kelakuan dan kebiasaan mereka yang sering lewat.

 

advertisement

Efisien?

Apakah dengan adanya traffic light jadi efisien? via moertiannisa

Apakah dengan adanya traffic light jadi efisien? via moertiannisa

Kalau bahas efisiensi, sebenernya ada yang aneh dan harus dipertanyakan. Kombinasi pegawai lalu lintas dan lampu lalu lintas itu bagus, efektif. Teratur karena selain ada lampu, ada pegawai lalu lintas juga yang bisa negur mereka yang nyebrang atau nyetir seenaknya. Namun jadi gak efisien karena itu lampu tetep nyala ampe malem, dan pegawai hanya ada di jam-jam tertentu.

BACA JUGA: Cara Melamar Pekerjaan ke Banyak Perusahaan dengan Efisien

Kalau berpikiran positif, kelak semua bakal nurut sama lampu lalu lintas dan pegawai pun akan tidak diperlukan lagi, akan lebih efisien kalau cuma ada satu fasilitas. Tapi terus pegawainya mau dikemanain?

 

Realita

Apakah fungsinya sudah digunakans ecara baik? via inspirazis

Apakah fungsinya sudah digunakans ecara baik? via inspirazis

BMKG merasa kenyataannya lampu lalu lintas dan pegawainya sangat membantu. Namun, yang jadi permasalahan adalah pembatas-pembatas jingga yang mempersulit pejalan kaki untuk lewat. Pembatas itu tujuannya agar tidak ada yang parkir, tapi malah jadi menghalangi. Akan menarik kalau petugas lalu lintas yang punya pos persis di depan halte itu terus berjaga supaya tidak ada yang parkir, jadi pembatas jingga itu bisa disingkirkan supaya gak menghalangi dan petugas lalu lintas bisa hadir dan bertugas kalau bukan nyebrangin, ya mencegah orang parkir di depan halte. Lebih efisien dan gak mengganggu. Tapi gini juga udah lumayan kece, setidaknya zebra cross-nya lurus dan gak belok-belok. Saran doang sih, BMKG mah tau apaan. Cuma kurang gawean doang.

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau kenyamanan pengguna lalu lintas di UI bisa lebih ditingkatkan dan efisien, dan mungkin mahasiswa UI lain punya ide yang lebih baik dan bisa sekalian menyuarakan idenya!



[reaction_buttons]