Gayus Tambunan, Salahkah?


0

Gayus Tambunan

Gayus Tambunan sedang menjadi Fenomena. ya, Fenomena yang berhasil menunjukan betapa kotornya ‘sapu’ hukum Indonesia. bagaimana tidak? Gayus mampu melenggang bebas ke Bali bahkan luar negeri padahal statusnya adalah tahanan. tapi kita jangan lupa, kasus ini harus dikaji sedari awal.

saya kenal dengan seorang pegawai Ditjen pajak dan dari beliau saya lumayan banyak berdiskusi. Gayus adalah pegawai Ditjen Pajak yang kekuasaannya belum cukup tinggi untuk merubah nominal wajib pajak perusahaan. namun ada satu kelebihan yang Gayus miliki, Cerdas. (tanyakan saja pada teman-teman seangkatannya di SMA 13 dan STAN)

perusahaan-perusahaan yang dikenai wajib pajak dengan nominal sangat besar (wajar, karena incomenya pun besar) boleh mengajukan banding. nah, disinilah mereka menggunakan JASA GAYUS. dengan kecerdasannya, Gayus mampu melampirkan alasan-alasan, pasal-pasal dan kondisi yang mampu mematahkan alasan-alasan pengenaan wajib pajak. sehingga pada akhirnya Ditjen Pajak kalah di persidangan dan nominal wajib pajak perusahaan yang mengajukan banding berkurang hingga 70%.

salahkah gayus? ya, namun Gayus hanya melanggar KODE ETIK Ditjen Pajak. Gayus sama saja dengan menjadi KONSULTAN PAJAK perusahaan yang mengajukan banding ke Ditjen Pajak. ya, Gayus melanggar kode etik, bukan Pidana, dan hukuman terberatnya hanyalah DIPECAT.

namun ada yang ANEH.

mengapa setelah itu kasus Gayus di BLOW UP sedemikian rupa??

buat yang masih ingat, JELAS untuk menutupi KASUS CENTURY yang sedang HOT saat itu.

baca: http://www.facebook.com/note.php?note_id=484812081587

yang aneh adalah,

Gayus dipaksakan menjadi tersangka PENERIMA SUAP tanpa polisi pernah mengusut SIAPAKAH yang MENYUAP?? masa ada sih kasus penyuapan yang pelakunya penerima suap saja?? siapa donk yang nyuap? ANEH

pengusutan kasus ini terus berlanjut..

berlanjut.. berlarut-larut.. dan pasang surut

kemudian muncullah kejadian-kejadian yang lebih ANEH lagi

masih ingat Edi Tanzil?

ya, pelaku pencucian uang yang kemudian kabur ke negara yang tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Indonesia, sehingga Indonesia tidak bisa menangkapnya

YA, Gayus CERDAS tapi BODOH, seharusnya saat Gayus keluar negeri, ia langsung bergegas ke Singapura atau israel (negara yang tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Indonesia) sehingga aparat Indonesia tidak bisa menangkapnya. namun kenyataannya? Gayus hanya jalan-jalan kemudian kembali ke PENJARA di Indonesia.

Aneh Bukan??

simak juga pernyataan ketua komisi III DPR RI

”sulitnya penuntasan kasus Gayus karena dikhawatirkan dapat menggoncang kehidupan bernegara”

wah wah..? ada apa ini??

apakah sedemikian banyaknya jumlah pejabat, Polisi dan politisi yang bermain dalam kasus manipulasi pajak dan hukum peradilan sehingga bisa mengguncang kehidupan bernegara??

dan akhirnya sekarang Gayus baru BENAR-BENAR bisa diproses karena dia melanggar hukuman saat plesiran keluar dengan identitas palsu.

tampaknya kasus Gayus ini memang terlalu memaksakan “GAYUS adalah orang jahat yang SANGAT BERSALAH” dan mencuci pikiran kita dari kemungkinan-kemungkinan terlibatnya PIHAK-PIHAK lain yang lebih kebal hukum.

hati-hati dalam membaca berita,

lihat juga latar belakang medianya ^^

kesimpulan analisis saya pribadi:

1. ada pemaksaan dalam pengenaan hukuman pidana ke Gayus di awal

2. Gayus oriented, tapi tidak pernah mau memeriksa pengusaha, perusahaan ataupun politisi dan polisi yang membantu dan memberikan uang ke Gayus

3. pencitraan Gayus Jahat oleh media-media milik B*krie yang berlebihan membuat visi masyarakat setuju bahwa gayus memang jahat dan lupa bahwa ada orang-orang yang lebih JAHAT diatasnya

4. ada konspirasi besar di negara ini, wallahualam

(dari berbagai sumber)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
arman-math-08

laki-laki berkarakter matahari, mencintai sulap matematika (mathemagic!) dan sastra. aktif menuliskan karya-karya sastranya di notes facebook. karya teranyarnya sekarang adalah anomali.

10 Comments

Leave a Reply

  1. ini pengaliuh perhatian nih dari negara kita. kasus Gayus di blow up, padahal ada yang lebih parah mungkin dari dia. Yuk, kita beralih fokus ke kasus Ban Century yang masih belum jelas, mau dibawa kemananya. Sama kayak kasusnya Ariel, dimana juga terlalu di blow up, padahal lagi panas2nya kasus Bank Century.

    1. Let us make history. Our Nation’s survival and existence is once again at stake. We the People must save Indonesia! We owe it to our founding fathers. We owe it to our children, their children, and their children’s children. We owe it to our future generation. We owe it to our fellow citizens who are poor and suffering. We can no longer let a small number of corrupt elites, oligarchs, and their cronies destroy this beautiful and blessed country. How do we make history? By joining the 2012-Million-Man-March to save Indonesia. Be there, be involved and spread the news. Thank you very much! May God bless you and May God bless Indonesia! Merdeka!

    2. The year is 2012. The happening: “a-million-man march to save Indonesia”. Millions of Indonesians are marching peacefully on the streets of Jakarta. 2 Millions approximately. Most, college students. All, wearing red shirts and headbands. Thousands, waiving the national flags. Many, singing Indonesia Raya: the nation’s anthem. As far as the eyes can see: the sea of RED, the symbol of Blood and Bravery. Many have tears rolling down their cheeks. Their hearts are aching and longing for change. Thousands come from places far away, most from places nearby. The young and old, the rich and poor, the educated and uneducated, they all gather peacefully joining hands in unity. Their hearts are crying out for a new beginning. Their minds are united in one goal. Their goal is simple: TO SAVE INDONESIA: the most beautiful country in the continental Asia; the friendliest people on earth, the blessed nation.The question now is: Will you be there? – – The Date: August 17, 2012 – – The Theme: “Save Our Nation from Corruption and Destruction” – – The Time: 9 am – 5 pm – -The Place: Monas – the National Monument, Jakarta – – The Speakers: TBA (to be announced) – – The Attire: Red shirts/T-shirts, red hats, red headbands, red flags – – What to bring: Pocket money, a day supply of bottle water, a day supply of non-perishable food, basic medical and first-aid kit, plastic bags (for your own trash disposal, you come with them, you leave with them, please leave Jakarta clean) – -There will be more details to come! – – PS: please spread the news by sending this entire post to major universities and colleges across Jakarta, Java, and Indonesia. Tweet it, facebook it, copy it, paste it, translate it! Get involved! Our future as a nation is at stake! Remember the keyword here is: PEACEFULLY. Let’s make this a reality. Thank you very much! May God bless you and May God bless Indonesia!

  2. Hello friends 🙂 Gayus’ case is just the tip of the iceberg. The entire system is so corrupt beyond repair. I am going to say this again as I have said it many times before: The only solution to Indonesia’s rampant culture of corruption is DEATH PENALTY. Until these parasites are shot dead or hung, Indonesia will always be the mecca of other Gayuses. It’s like this: a healthy body is being attacked by cancerous parasites, now do we let the parasites take over and cause death? or do we remove them so the body can heal completely? It is that simple. Let’s remove these parasites so our nation can once again be clean, healthy, prosperous, and advanced, just like our closest neighbor Singapore.

  3. gayus tidak salah, gayus hanya “membantu” perusahaan besar yang ternyata memiliki masalah dalam membayar pajak perusahannya. perusahaan besar tersebut berterima kasih kepada gayussetelah membantu nya dalam masalah pembayaran pajak perusahaan. apa yang salah dengan tolong menolong antara gayus dan perusahaan besar ini?

  4. Nggak kok, entah ente nulis ini pas kasus dia mau ke Guyana belum terungkap ane gak tau, tapi yang pasti dia kemaren pengen ke French Guyana gan. Negara pilihan tuh, emang.

  5. Bener tuh. Klo liat dari kasus awalnya ( minus kasus dia pas udah jadi tahanan), si gayus kan “cuman” bergerak sebagai konsultan, jadi cuman melanggar kode etik mereka. Lho kok tau2 jadi kasus suap? emangnya si gayus punya jabatan?

    Lanjut monitor di BP @ kaskus :ngacir: