GEMA Pembebasan UI: Video Viral, Lembaga Ilegal

Tau dong kalau beberapa hari lalu sempat beredar video berjudul #TolakAhok | Seruan Tolak #PemimpinKafir oleh Aktivis GP Universitas Indonesia? Nah, apa kata pihak UI?


0

Lagi-lagi Universitas Indonesia mendapatkan berita miring. Kali ini datang dari mahasiswa S2 Fakultas Ilmu Keperawatan, Boby Febrik Sedianto, yang membuat video orasi bertajuk GEMA Pembebasan UI Tolak Ahok. Berita ini mulai viral di media sosial minggu lalu, tapi gak ada salahnya dong kita bahas sekarang? Biar jatohnya gak hoax dan bisa menyimpulkan dengan lebih bijak dari berbagai sudut pandang. Yuk, langsung aja kita liat ada apa sih ini rame-rame?

Sabtu, 3 September lalu, media sosial dihebohkan dengan video mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari organisasi Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Universitas Indonesia. Mahasiswa tersebut berorasi mengenakan almamater UI di depan Gedung Rektorat yang menyuarakan pendapatnya dengan lantang bahwa dirinya dan lembaga (yang katanya) berada di bawah naungan Universitas Indonesia itu secara tegas menolak Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk lanjut sebagai pemimpin.

“Ahok bukan hanya sekadar kafir, tapi dia juga menzalimi masyarakat.”

“Dalam memimpin Jakarta dia tidak becus untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Jakarta, angkanya melambung tinggi.”

Begitu cuplikan orasi yang diakukan oleh Bobby dalam video berjudul #TolakAhok | Seruan Tolak #PemimpinKafir oleh Aktivis GP Universitas Indonesia itu.

 

Menanggapi hal ini, pihak Universitas Indonesia akhirnya buka suara pada Selasa, 6 September 2016 lalu. Dalam pernyataan resminya, UI menyatakan bahwa organisasi tersebut bukanlah lembaga resmi yang berada di bawah universitas maupun fakultas.

img_1541

Pihak UI menegaskan, video mahasiswanya, Boby Febrik Sedianto itu ilegal atau tidak resmi, dan tidak memiliki hak untuk mengatasnamakan UI. Bayangin aja, dia membuat video ini mengenakan jakun di depan gedung rektorat yang bisa dibilang ciri khasnya “UI banget”. Secara gak langsung ya pasti yang menonton video ini menganggap bahwa dia adalah perwakilan dari Universitas Indonesia, padahal mah sebenernya ilegal. Udah gitu, GEMA Pembebasan UI ini bukanlah lembaga resmi UI maupun fakultas di UI sehingga tidak diperkenankan untuk menggunakan nama, logo, dan atribut UI.

“Video tersebut merupakan bentuk tindakan yang tidak mengindahkan etika kegiatan akademik pada umumnya dan tata tertib kehidupan kampus pada khususnya,” kata Kepala Humas UI Rifelly Dewi Astuti dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Video itu dianggap melanggar Pasal 8 Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia No. 008/SK/MWA-UI/2004 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus UI. Dalam pasal itu disebutkan bahwa warga UI dilarang melakukan diskriminasi atas dasar agama, ras, etnisitas, gender, orientasi seksual, orientasi politik, dan cacat fisik.

Meski hanya satu mahasiswa UI yang bersikap seperti ini, pasti opini masyarakat ada aja yang mengatakan bahwa “Ih kok anak UI cara berpendapatnya gitu sih gak beretika?” Kalau udah terbentuk stigma di masyarakat kayak gini, akan sulit untuk membersihkan nama baik dan opini masyarakat kembali, meski sudah diklarifikasi.

Intinya sih ya meski kita udah dikasih kebebasan buat berpendapat, tetep harus digunakan dengan cara yang bener dan bijaksana. Gak asal menghujat orang yang kita kritik tersebut. It’s okay kalo punya pendapat sendiri mengenai suatu hal, tapi tolong tunjukkin juga kalo kita itu berpendidikan, gak asal ngomong seenaknya seolah-olah opini kita itu paling bener.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
hendrifhrz

0 Comments

Leave a Reply