Geofast, Inovasi Anak UI Masuk Jajaran Top 52 Dunia

Kali ini, perusahaan rintisan binaan Direktorat Inovasi dan Science Technopark Universitas Indonesia mencetak prestasi di tingkat dunia. Geofast, startup company yang memproduksi semen ramah lingkungan berhasil masuk dalam jajaran 52 besar dalam ajang kompetisi Extreme Tech Challenge (XTC) 2020.


0

Kali ini, perusahaan rintisan binaan Direktorat Inovasi dan Science Technopark Universitas Indonesia mencetak prestasi di tingkat dunia. Geofast, startup company yang memproduksi semen ramah lingkungan berhasil masuk dalam jajaran 52 besar dalam ajang kompetisi Extreme Tech Challenge (XTC) 2020.

Kompetisi Extreme Tech Challenge (XTC) 2020 merupakan kompetisi global yang digelar dalam upaya mengatasi tantangan global. Ajang yang diikuti lebih dari 2.400 perusahaan rintisan dari 87 negara berfokus pada sektor layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, pangan dan air, teknologi bersih dan energi, fintech, transportasi dan kota cerdas hingga enabling technologies (tekonologi yang mampu mendorong perubahan).

Awalnya, Geofast ini merupakan tim inovasi Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FT UI). Geofast yang dikembangkan oleh Suparlan, Elton Chang, dan Achmad Fauzi T dibawah naungan Dr. Ir. Sotya Astutiningsih, M.Eng menawarkan produk inovasi berupa semen cepat kering berbahan slag (limbah tambang/smelter) sehingga lebih ramah lingkungan dibanding semen biasa.

Jika semen konvensional membutuhkan 28 hari untuk menjadi beton biasa, Geofast hanya butuh 8 jam-3 hari untuk mendapatkan kuat optimum beton. Keunggulan lain, umumnya semen konvensional menggunakan tanah kapur sebagai bahan baku dan harus dipanaskan pada tanur +- 600 derajat Celcius.

Sumber: geofast.id

Dibandingkan semen konvensional, proses produksi Geofast pun lebih minim emisi karbon dan polusi. Pada semen konvensional dibutuhkan proses kalsinasi batu kapur (CaCO3) menjadi CaO mengeluarkan emisi gas CO2 ke atmosfer, sedangkan semen buatan Geofast lebih ramah lingkungan karena dibuat dari limbah industri. Inovasi inilah yang membuat Geofast dikenal hingga skala global.

Pada masa bootcamp, Geofast berkesempatan melakukan “Pitching Virtual” dengan calon investor dan Venture Capitalist. Pada pitching virtual tersebut, Geofast membawa proposal berjudul “3D Printing for Building, Using Industrial Solid Waste” pada kategori teknologi bersih dan energi (Cleantech and Energy). Pengumuman kompetisi ini akan dilakukan pada 15 Juli 2020 nih, Anak UI. Kita doakan saja ya semoga Geofast mampu membanggakan UI di kancah internasional dan menyabet gelar juara!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ditha Adinda

Content Writer. Are you the end of my prayer? Because Amen love with you. Hit me on: Ditha Adinda (Vokasi, Administrasi Rumah Sakit 2017). Baca artikel Ditha Adinda lainnya.

0 Comments

Leave a Reply