GERAKAN MAHASISWA UI: Dimana oh dimana?


0

Bahwa sesungguhnya mahasiswa adalah pemuda-pemudi yang memiliki keyakinan kepada kebenaran dan telah tercerahkan pemikirannya serta diteguhkan hatinya saat mereka berdiri di hadapan kezaliman. Oleh sebab itu, sepatutnya mahasiswa bergerak untuk mengubah kondisi bangsa menuju masyarakat madani yang adil dan makmur. (alinea pertama Pembukaan UUD IKM UI)

 Muncul banyak pertanyaan di benak saya terkait eksistensi gerakan mahasiswa UI dalam beberapa waktu terakhir. Satu kata yang sederhana, namun merupakan hal besar bagi saya dan telah mengusik: DIMANA?

Ya, pertanyaan tersebut saya tujukan untuk gerakan mahasiswa UI. Awalnya saya berharap banyak dengan lembaga kemahasiswaan kampus untuk memotori gerakan mahasiswa UI di awal tahun ini. Bagaimana tidak? Awal 2013 mahasiswa bersatu dengan pedagang stasiun untuk menolak penggusuran kios. Ekskalasi isu ini sempat besar di lingkungan kampus. Siapa tak tahu perihal pemblokiran rel di Stasiun Pondok Cina pada Januari silam? Sebagai contoh lain, saat Ali Abdillah (FHUI 2009) didorong aparat dan terjatuh di Stasiun Lenteng Agung, kurang dari 24 jam kemudian sekitar 300 mahasiswa langsung bersolidaritas dengan kumpul berdemonstrasi di Stasiun UI. Namun kini seiring bergantinya kepengurusan lembaga kemahasiswaan, isu ini meredup dan terkesan kembali ke nol. Tak ada yang peduli dengan Muhammad Arief Nurhidayat (FKMUI 2010) yang kepalanya berdarah dan dilarikan ke rumah sakit akibat membela pedagang Stasiun Kalideres. Tak jauh berbeda dengan nasib Robie Kholilurrahman (FISIPUI 2010) yang mendapat luka lebam di Stasiun Pasar Minggu. Menyedihkan! Harusnya itu bisa menjadi momentum untuk membesarkan gerakan ini. Dimana solidaritas mahasiswa UI? Tak mampukah lembaga kemahasiswaan menjadi penggerak? Apakah para pemimpin lembaga kemahasiswaan menganggap isu penggusuran kios ini sebagai hambatan mereka dalam memperjuangkan isu-isu lainnya sehingga mereka meninggalkan masalah yang ada di stasiun? Apakah bagi mereka mengurusi parpol dan capres ideal jauh lebih penting ketimbang nasib ratusan bahkan ribuan keluarga pedagang yang akan menderita akibat penggusuran kios-kios stasiun? Kemana para pemimpin lembaga kemahasiswaan? Entahlah! Hanya Tuhan dan diri mereka yang tahu.

Gambaran di atas tentang perjuangan mempertahankan kios-kios stasiun hanya sebagian kecil dari potret gerakan mahasiswa UI. Beberapa isu seperti kenaikan harga bawang, penghapusan KRL Ekonomi, wacana kenaikan harga BBM, skandal pajak Keluarga Cikeas, dan lain-lain hingga kini tak ada yang disikapi. Dimanakah gerakan mahasiswa UI? Terlalu nyamankah dengan keadaan sehingga tak peduli? Atau takut? Atau punya rencana lain yang tak jelas?

Tampaknya pembukaan UUD IKM UI yang saya kutip di atas harus kembali direnungkan. Jika sudah tak relevan, silakan diamandemen atau dicabut saja melalui musma.

Dimana gerakan mahasiswa UI? Masih mau diam dalam beberapa hari ke depan saat ada masalah penggusuran kios-kios stasiun? Masih mau diam saat wacana kenaikan BBM digulirkan? Masih mau diam saat pekerja-pekerja dikampusnya mulai bergejolak menuntut keadilan? Kita tunggu!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Patriot Muslim
Mahasiswa Prodi Belanda FIB UI angkatan 2009.

One Comment

Leave a Reply