Mahasiswa itu beragam kelakuan dan ketertarikannya. Ada yang super rajin sampe lupa main, ada yang keranjinan main, ada yang sukanya arsitektur tapi nyasar masuk FKG (agak gak bisa dibilang nyasar juga sih), ada yang sukanya debat politik tapi masuk FMIPA. Macem-macem deh, dan sebenernya gak dosa juga dan malah bagus. Mahasiswa emang idealnya punya banyak interest dan berwawasan luas. Gak dosa kalau anak sastra ngerti tentang kedokteran dan anak ekonomi suka sama psikologi.

BACA JUGA: Informasi Terkini Perihal Seminar atau Acara di UI dapat Kamu lihat di sini

Wawasan luas dan interest yang beragam itu kadang terobati dengan adanya berbagai seminar-seminar di sekitaran kampus atau malah seminar nan jauh di suatu tempat di muka bumi, yang memenuhi dahaga wawasan terpendam mahasiswa. As long as mereka tertarik, mereka pasti bakal memunculkan diri. Namun, banyak juga mahasiswa yang sok aksi ikut seminar, padahal cuma naksir sama free snack dan sertifikatnya. Faktanya, siapa pun yang dateng, gak setiap seminar went well atau berjalan lancar. Berikut ini adalah beberapa skenario umum kegagalan seminar yang didatangi mahasiswa.

 

Ngobrol dan scroll-scroll

Ngobrol dan scroll-scroll via

Ngobrol dan scroll-scroll via Photo Credit: Georgia Southern University via Compfight cc

Gak bisa dipungkiri lagi, kelakuan mahasiswa kalau udah bosen dengerin seseorang yang lagi ngomong di depan publik, pasti bawaannya mau ikutan cuap-cuap. Secara konsep itu sebenernya manusiawi, gimana sih kalo lagi di kantin, temen ngobrol tapi topiknya gak asik? Ganti topik lah. Begitu pula yang terjadi pada seminar. Kalau misalnya pembicaraannya gak asik atau gak kedengeran, atau si pendengar gak ngerti, ujungnya adalah riuh rendah bisik-bisik cekakak-cekikik mahasiswa. Apa mau dikata?

Kalaupun gak ngobrol, mereka bakalan scroll-scroll alias mainan gadget, intinya ya gara-gara bosen atau mati gaya. Tapi itu juga manusiawi, karena jangankan ketika seminar yang gratis dan dapet snack, orang lagi di bioskop aja kalau filmnya bosan dan mengecewakan, pasti pada buka gadget. Itu film dan mereka bayar, loh. Masih untung gak bete terus keluar.

advertisement

 

Ngantuk dan tidur

Ngantuk dan tidur via arafiex

Ngantuk dan tidur via arafiex

Gak perlu dijelasin. Intinya, bosen, ngantuk, lalu tidur. Kalo epik banget ya paling dibangunin ama panitia.

 

Gemes sama mediator

Gemes sama mediator via arofanoor

Gemes sama mediator via arofanoor

Ini yang sebenernya paling gak enak. Puncak banget. Kadang satu dari ratusan seminar itu topiknya gak bener-bener bikin excited. Kadang memang ada beberapa seminar yang penting dan berguna kelak di masa depan plus bisa dapet sertifikat bergengsi. Beberapa seminar malah ada yang pembicaranya luar biasa keren dan bikin rela bolos kuliah tanpa merasa bersalah (kadang yang males malah emang dateng seminar buat bolos).

BACA JUGA: Pengen Kabur dari Kelas? Mikir!

Tapi kemudian ada satu seminar, judulnya aja bikin merinding excited, pembicaranya terkenal keren cakep dan pernah beberapa kali mampir dalam mimpi, gratis, dapet snack dan sertifikat, penyelenggaraannya rapi dan profesional. Eh, taunya si mediator gak jelas. Mau ngelucu, jayus. Pertanyaan gak ada yang berbobot dan mewakili audiens, gak bisa bikin suasana yang enak padahal narasumber udah kece. Mediatornya gugup, atau malah gak menguasai topiknya.

advertisement

Gemeslah kamu mau mencabik-cabik itu mediator dan menggantikannya sendiri.

 

Konten mengecewakan

Konten mengecewakan

Konten mengecewakan

Salah satu jenis seminar yang memperdayai mahasiswa adalah seminar yang punya baliho segede gedung dua lantai, desainnya memanjakan mata, dan judulnya menggugah selera (berasa makanan), tapi ternyata itu semua tipu daya. Judulnya bikin kamu berharap tapi kemudian kamu diphpin sama kontennya.

Misal judulnya menarik macam “Pembuatan Kebijakan Politik Berdasarkan Multikulturalisme dalam Game of Thrones” atau apalah yang kesannya menggabungkan akademik dan non-akademik secara epik. Namun, isinya gak sesuai yang kamu harapkan dan malah berubah jadi dialog antarfans. Yang begitu mah baca aja di forum. Terus kamu bete terus pulang.

 

Pembicara terkenal tidak dapat hadir

Pembicara terkenal tidak dapat hadir via bempsikologiui

Pembicara terkenal tidak dapat hadir via bempsikologiui

Kamu sudah pernah lihat di baliho, sebuah semiar dengan judul keceh dan pembicara yang terkenal bikin kamu geregetan mau ikut. Tanggal udah cocok, jam juga udah cocok sama jadwal kamu, gratis, dan tempatnya gak jauh, eh tapi di akhir nama si pembicara ada tanda bintang (*), yang biasanya berujung kekecewaan. Kalo di advertisement itu tanda * memunculkan kekecewaan gara-gara artinya ‘syarat & ketentuan berlaku’, which is a big turn off, ketika di sebelah nama, itu tanda * artinya “kehadiran menunggu konfirmasi”. Kebanyakan, itu tanda * artinya adalah ‘kedatangan si pembicara adalah suatu keajaiban yang takkan pernah terjadi’. Mengecewakan.

Nah, pengalaman apa yang pernah kamu alami saat seminar? Tetiba mati lampu? Atau si pembicara marah-marah ngambek? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, dan juga berikan komentar tentang fenomena seminar ini biar seru!