Sejak dulu, karena diwajibkan oleh sekolah, kita semua harus ngikut upacara setiap hari Senin. Itu adalah suatu bentuk simbol nasionalisme. Sejak kelas 1 SD, sudah hafal isi Pancasila (meskipun harus nyebutin dari awal secara berurutan), dan kelas 3 SD sudah bisa ikut melantunkan Pembukaan UUD 1945.

Sekarang udah jadi mahasiswa, kapan terakhir kali kamu upacara? Atau dengerin sepaket lagu-lagu upacara, yaitu kombinasi Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, dan beberapa lagu nasional lainnya? Nah loh. Eits, jangan khawatir. Sebenernya, tanpa mahasiswa sadari, ada beberapa hal yang sering dilakukan mahasiswa dan bisa dikatakan sebuah tindakan yang nasionalis yang bahkan mereka sendiri gak sadar. Gak percaya?

Makan Indomie

Indomie... Seleraku... via wanderersaraswati

Indomie… Seleraku… via wanderersaraswati

 

Makan Indomie kok jadi nasionalis? Iya, kalau kamu sebagai anak kosan, memilih makan Indomie di warkop dibanding pergi ke restoran cepat saji atau pun restoran Jepang-Korea-Prancis-Itali dan lainnya, itu bisa dikatakan nasionalis, loh. Gak masuk akal? Yah, kamu pake batik ke kampus instead of baju D&G plus tas Louis Vuitton dan sepatu Nike; cinta produk dalam negeri, apa gak masuk nasionalis? By the same logic, makan Indomie pun begitu.

Yah, tapi jangan sering-sering juga. Makan Indomie tiap hari namanya nyuplai mecin, bukan nasionalis.

 

advertisement

Beli Sepatu KW

Mau gaya, tapi pake KW  via ershoess

Mau gaya, tapi pake KW via ershoess

Yang satu ini sebenernya agak jahat, tapi kalau dipikir-pikir, masuk akal juga. Perusahaan luar negeri semua udah pada tahu dan sepakat kalau Indonesia adalah pasar yang sangat, sangat sangat potensial. Mereka kemakan mode, mereka kemakan gaya hidup ala globalisasi. Maunya yang bermerk, maunya yang gampang. Jadi, banyak sekali barang yang diimpor ke Indonesia dan membanjiri pasar, mulai dari yang namanya smartphone, motor, baju, tas, sampai sepatu.

Sayangnya, mereka lupa kalau di Indonesia juga banyak orang-orang ‘berkemampuan tinggi’ dalam membuat replika. Mereka jago bajak. Mereka jual barang-barang yang KW. Lalu, kenapa itu nasionalis? Yah, katakanlah kamu lebih milih beli running shoes Nike model terbaru di Taman Puring, dan enggan membeli di Nike Store resmi. Itu nasionalis?

Yaa… pedagang di Tampur butuh duit dan pelanggan, dan kamu gak ada duit untuk beli sepatu ori. Maka si pedagang untung, kamu juga, dan untungnya jelas gak lari ke Nike. Jahat sih, tapi ya makes sense ‘kan?

 

Pake Batik

Pake batik via plat-m

Pake batik via plat-m

Ini bisa dibilang salah satu contoh sikap atau tindakan nasionalis yang sangat populer, gampang dan banyak dilakukan. Siapa yang gak tau batik, siapa yang gak tau kalau batik itu ciri khas Indonesia dan produk-produk batik Indonesia itu berkualitas. Dateng ke kampus tiap hari pake batik, or at least ada aksesoris macam tas, sepatu, dan lain-lain yang mungkin juga bahannya dari batik. Kamu cinta produk Indonesia.

 

advertisement

Bikin Makalah

Bikin makalah via Youtube

Bikin makalah via Youtube

Yang terakhir ini yang mahasiswa paling gak sadar. Gimana bisa bikin makalah dibilang suatu tindakan nasionalis? Silakan bicara seenaknya, karena sebenarnya memang demikian. Kalau kamu bikin makalah dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, lalu benar-benar menuangkan pikiran kamu ke dalam makalah itu, benar-benar ingin belajar sesuatu yang berguna atau bahkan ingin menyampaikan ide yang berguna, itu adalah suatu sikap nasionalis.

Gimana enggak? Kamu itu mahasiswa, generasi penerus bangsa. Kalau bukan kamu yang nulis makalah pake bahasa Indonesia yang baik dan benar, siapa lagi? Katanya mahasiswa, masa pake bahasa ibu sendiri aja gak bisa, ya ‘kan? Jadi, jangan ngeluh kalau dosen corat-coret itu makalah gara-gara kebodohan pribadi kamu yang emang gak bisa bedain kapan pake ‘di’ dan kapan ‘di-‘. Malu, Bung. Sana belajar nulis yang bener. Emang si bikin makalah itu tidak mudah-mudah amat, akan tetapi dengan aplikasi ini kamu bisa ringanin tugas makalah kamu.

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line ke temen-temen kamu, mengingatkan kalau cinta Indonesia dan bersikap nasionalis itu bisa dimulai dari hal-hal kecil!

Masih terkait dengan tujuh belas agustusan nih: Daftar Lomba Agustusan yang Masih Pas Buat Mahasiswa.