Head Up and No Problem


0

Selamat malam teman-teman sivitas UI. Semoga dalam kondisi yang baik ya. Amin. Yap liburan panjang 3 bulan panjang mau ngapain yaaa? haha buat belum punya rencana pasti bingung ya tapi buat temen-temen mahasiswa yang udah punya rencana pastinya ga bingung.

Tapi dilihat dari yang udah-udah sih banyak yang udah punya plan ya entah itu ikut kepanitiaan, jalan-jalan, atau ngisi liburan dengan magang atau kerja. Nah kalo buat yang mau cari-cari link atau temen baru tentunya ikut kepanitiaan, buat yang punya uang tentunya jalan-jalan dan  nah buat mahasiswa yang kantong kosong kayak gw gini ya alternatifnya cari kerja atau magang haha. Dan tentunya semuanya menyenangkan kan karena itu bawa benefit semua ke temen-temen tapi bagaimana nih buat mahasiswa yang masih belum bisa liburan gara-gara tersendet masalah siak dan kuliah yang having trouble?

Yap ternyata eh ternyata temen-temen kita masih banyak yang ngurusin uas nih sob. Ini dikarenakan masih banyak dari mereka yang di siak nilai uas nya masih I atau ada dari mereka yang semester ini belum punya kesempatan lulus mata kuliah yang mereka ambil. Huuh kasihan yah. Mungkin buat temen-temen yang udah tenang karena siak atau mata kuliah nya lulus sih fine-fine aja. Tapi dia? yap dia yang masih harus bolak-balik ke departemen untuk ketemu dosen atau dia yang susah payah ngurus ke bagian akademik buat ngurus kuliah. bagaimana? Ga bisa dibayangin deh lelahnya. Dan yang lebih menyedihkan lagi buat dia yang getting stressed karena ga lulus mata kuliahnya. Nah coba bayangin deh kalo kalian jadi mereka. Kebayang ga lelahnya? pusingnya? waktu yang udah di sisihkan selama satu semester lalu tiba-tiba mereka harus ulang di semester yang akan datang.

Gw sebagai mahasiswa yang ngerasain bener-bener banting tulang buat ngejar nilai ternyata ga gampang buat dapat lepas dari sekedar bisa nyesuain maunya dosen. Karena terkadang ketidaklulusan terjadi karena alasan kecil yang sepele. Entah ya karena tugas akhir telat kumpul beberapa jam sebelum deadline lah, uas yang bahasanya ga sesuai maunya dosen, dan soft copy tugas yang kekirim ke email dosen ga sampai tepat ke email dia gara-gara mailure daemon atau apalah. Tapi ya ga semuanya juga kaya begitu.

Nah yang ingin gw angkat adalah menanggapi deperesi-depresi mereka yang sedang jatuh ini. Mungkin ga semua temen-temen kaya begitu ya. Dan kalau bisa ya jangan. Cuma bagi mereka yang lagi keadaan seperti ini, mereka akan jatuh banget. Bisa dibilang he/she lost their life motivation. Karena buat info aja ya kalo jadi orang yang pernah matkulnya ga lulus itu gaenak banget looh.

Nah hal itu pernah terjadi sama gw. Masalahnya sih sepele, yaitu cuma gara-gara gw mengumpulkan tugas akhir dalam versi b inggris dan dosen ga suka dengan alasan tugas itu akan susah dimengerti kalau dengan  penulisan b inggris.  Dan yup selanjutnya matkul gw di siak itupun seketika muncul huruf D dan fix artinya ga LULUS. Huuuh dibilang kesel ya kesel banget cuma itu dia akhirnya gw hilang motivasi dan yup sedikit jatuh untuk hilang kendali dalam kontrol hidup gw.

Nah ini nih, ga semua orang mampu ngelewatin masa-masa deperesi itu. Mungkin kalo yang strength enough then he/she will be allright tapi sob buat dia yang baru pertama ga lulus pasti berat bgt deh. Mengapa ? Alasannya adalah pertama karena ketika kita tidak lulus kita akan ada rasa bersalah dimana kuliah yang kita udah jalanin satu semseter akan sia-sia. Yap satu semseter bukan waktu yang sebentar loh. Kita udah ngeluarin biaya untuk kuliah ternyata hasilnya tidak sepadan dan kita harus ngulang itu lagi untuk yang kedua kalinya dan itu butuh waktu, biaya dan tenaga lagi. Capek kan? ya capek  tapi setidaknya they have been kept their apperance up ketika mereka ngejalanin kuliah. Kedua rasa minder, rasa minder ini datang ketika dia  melihat temen-temen kita yang lulus.

Yap, rendah diri menjadi bom atom banget bagi dia yang ga lulus. Dia merasa malu karena gabisa menyandingkan nilainya sesuai standar minimal. Emang dalam poin ini kita bisa bilang kalo itu salah mereka karena mereka terlalu main-main atau ga serius dalam jalanin kuliah. Tapi brooh, kalo kejadiannya seperti posisi yang hal-hal sepele kaya gw gimana? ga habis pikir, ga logis, dan yap ga lucu banget kali. Nah itu dia,  kadang yang suka ngeganjel perjalanan akademis kita  bukanlah hal-hal besar yang menghalangi kita tapi justru malah hal yang sepele yang kita ga pernah duga. Nah itu kan diluar dugaan mereka tapi apa daya ini non teknis dimana kita ga bisa menebak dan menghandle secara tepat. Terakhir adalah kemampuan untuk bangkit dari rasa bersalah itu. Mungkin yang kondisi psycholgistnya kuat, mereka akan baik-baik aja tapi kalo yang belum mungkin akan butuh waktu yang  sangat lama tentunya untuk bisa terlepas dari rasa bersalah mereka. Psychologist manusia ga semuanya sehat. Kondisi ekonomi, keluarga, dan pertemanan pada masa lampau sangat mempengaruhi kondisi psychologis manusia. Bagi mereka yang punya pscyhology troumatic mungkin akan lebih susah untuk menghandle itu.

Nah disini lah peran kita, bagi kita sebagai teman mereka, kita berkewajiban untuk menghibur mereka, meringankan beban mereka. Dalam kondisi terpuruk seseorang akan mudah bangkit jika ada push moril dari orang-orang terdekatnya. Karena dengan adanya dorongan tersebut seketika psychologist akan berada pada titik seimbang dimana itu akan menyeimbangkan pola pikir dan keseimbangan jiwa. Dan jurus ini sangat efektif hasilnya. Nah tapi bagi kamu yang mengalami kegagalan ini maka cobalah menjadi seseorang yang tetap tenang dan positive thinking.  Karena hal tersebut tidak akan menggangu masa depan kamu. Oke sebagai contoh adalah ketika einstein gagal dalam beribu percobaan yang ia lakukan? Yap jawabannya dia ga menyerah sob. Dia terus mencari runut-runut kesalahannya dan mencoba untuk memperbaikinya. Dan yap setelah beribu percobaan finnaly he found Rumus E=MC² yang mana adalah rumus yang terkenal pada saat zaman itu dan rumus itu merupakan awal mula penemuan dari suatu penciptaan alam semesta  dimana teori baru tersebut  teori yang juga didasari teori relativias Albert Einstein menjawab bagaimana Alam semesta ini lahir. Teori ini biasa disebut dengan “Big Bang Theory” dimana massa tercipta dari suatu energi yang sangat besar. So, kegagalan bukan untuk di gelisahkan melainkan  kegagalan merupakan segelumit  krikil kecil yang kamu harus singkirkan dalam proses menemukaan keberhasilan. Dan terakhir ada ucapan dari pelatih sepak bola negara laos yang membuat gw terenyuh dan segera bangkit dari kegagalan gw yaitu ;

“we all sometimes mistake. this is normal. head up and no problems”.

So, any painful experience is not soon forgotten, and your job is just be very careful to see that it doessn’t happen again 🙂

 

Dony Pratidana

Library Information Science ’10

Faculty of Humanity – University Of Indonesia


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Dony Pratidana
A single dream is more powerful than a thousand realities. — J.R.R. Tolkien

One Comment

Leave a Reply