Hei, Sekarang Motor Ga Bisa Sembarangan Masuk UI!


0

Kemarin nggak sengaja baca pengumuman di website UI, tentang filterisasi kendaraan beroda dua yang akan masuk ke UI:

Subdit PLK UI akan melaksanakan Operasi Filterisasi bagi pengendara sepeda motor yang akan masuk kampus mulai 01 Januari 2010 hingga seterusnya di wilayah Kampus UI Depok.  Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi kasus kecelakaan dan tindak kriminal, serta meningkatkan disiplin berlalu lintas di dalam kampus yang sejalan dengan program tertib lalu lintas di dalam kampus pada bulan Oktober lalu.  Sebelumnya, Subdit PLK telah mengawali sosialisasi kegiatan ini kepada tokoh masyarakat dan warga melalui aparat kelurahan hingga Rukun Warga di sekitar kampus pada bulan Mei dan Juni.  Selain itu, sosialisasi dalam bentuk spanduk dan pamflet yang dibagikan bagi pengendara sepeda motor pada bulan Desember.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka pengendara sepeda motor akan diperiksa dan diseleksi dengan ketentuan sebagai berikut

  • Warga Universitas Indonesia harus menunjukkan identitas sebagai warga UI, seperti KTM, Kartu Pegawai, dll.
  • Warga masyarakat sekitar kampus (Pondokcina, Kukusan, Beji Timur, Kemirimuka, dan Srengseng Sawah) yang memiliki kepentingan/urusan dan melintasi kampus wajib menunjukkan KTP.
  • Pengendara sepeda motor diwajibkan untuk menggunakan helm, membawa SIM dan STNK, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta
  • Pengendara sepeda motor yang tidak mempunyai kepentingan di dalam kampus dilarang masuk.

Operasi Filterisasi ini akan menjadi program rutin Subdit PLK, anggota Satuan Pengamanan UI dan pihak-pihak terkait pada setiap saat akan melakukan pengawasan di tiap titik masuk kampus.   Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung Kampus UI sebagai kawasan Tertib Lalu Lintas, serta mewujudkan Keamanan, Ketertiban dan Keselamatan di lingkungan Kampus.

Sumber: Filterisasi Kendaraan Roda Dua (Motor) di Kampus UI Depok

Akhirnya kita tahu fungsi pos-pos di pondok cina, kutek dan kukel itu untuk apa ya.. Sebagai pos pemeriksaan motor-motor yang masuk..

Menurut teman-teman, bagaimana kebijakan UI yang ini? Mengingat banyak sekali kecelakaan yang terjadi di UI bukan menimpa civitas akademika UI, terus banyak sekali pelanggaran lalu lintas yang ada di UI (ini penyebab kecelakaan juga), juga banyak orang luar yang suka pacaran di halte-halte UI (saya sering ngeliat di halte perpus pusat) atau di tempat2 gelap, dan untuk mencegah banyak tindak kejahatan lanjutan, apakah kebijakan ini tepat dan efektif untuk dilaksanakan? Atau malah kebijakan ini membuat UI makin dipandang eksklusif dan tidak ramah bagi masyarakat?

Hmm… bagaimana menurut teman-teman?


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
ilmanakbar

suka menulis dan berbagi. sudah lulus dari kampus. sudah tidak jomblo lagi, yeay! \^_^/

17 Comments

Leave a Reply

  1. semoga aja di setiap pintu itu tidak terjadi kemacetan yang parah (kayak setiap sore setiap menjelang buka puasa). karena kalo dilihat dari perbandingan jumlah motor dengan mobil yang masuk ui, lebih banyakan motornya.

  2. Menurut pendapatku, agak percuma melakukan filerisasi karena akan menambah permasalahan baru, yaitu merepotkan terutama di jam-jam sibuk. Mobil saja yang tidak terlalu banyak bikin macet ketika difilterisasi uang masuk kampus, apalagi motor” yang banyak dan kecil suka berlalu lalang. Tidak terbayangkan nantinya ketika mau ke kampus lewat stasiun UI bakal lihat wajah pengendara sepeda motor yang jengkel dan marah karena antri terlalu lama.
    Pengecekan dengan menggunakan kartu identitas dan pertanyaan” tentunya akan sangat membutuhkan waktu. Efektifitas juga sangat dipertanyakan. Pertanyaan saya sebagai orang yang bodoh (anggap saja!) adalah apakah kita tahu maksud dan tujuan orang itu ketika melihat kartu identitasnya? Mahasiswa memang masih bisa. Tapi dengan warga sekitar yang kebetulan lewat UI karena menghindari macet?
    Saran nih ya jika UI memang benar-benar ingin mengamankan UI. Bangun kesadaran di mahasiswanya misalnya jangan pulang terlalu larut jika tidak ada urusan penting/ Bangun titik-titik aman UI yang ada satpamnya 24 jam misalnya di setiap pos di kampus dengan satpam yang bergilir keliling fakultas dan titik aman di areal UI secara umum kayak pos satpam di depan stasiun UI yang biasanya kosong ketika sudah jam 10 ke atas (karena saya sering lewat di sana).
    UI juga masih banyak uang kan? kenapa jalur sebelah barat dari kutek ke asrama tidak segera diaktifkan daripada hanya ditutup seperti itu? Dan menjadi daerah potensi rawan bencana?

    Pertanyaan terakhir nih, tidak setiap orang masuk UI naik kendaraan bermotor. Lebih banyak pejalan kaki (sepertinya). Semakin banyak, potensinya semakin besar. Mengapa tidak setiap pejalan kaki dicek-in satu-satu pakai kartu identitas sekalian? hehe

  3. Ada beberapa cara ngebedain pengendara itu orang luar sama mahasiswa/civitas. Kalo gak salah, hampir setiap parkir motor beberapa fakultas di ui ada kebijakan stiker kan? Screening motor dengan melihat stiker pada motor itu bisa mempercepat laju antrian motor di pintu2 itu sih menurut gw.

  4. agaknya saya setuju untuk filterisasi kendaraan bermotor karena beberapa kali saya melihat sendiri kengerian kecelakan di dalam ui yang mana semuanya bukan warga ui. udah tau mau jalanan kejam, ga pake alat pengaman pula, jadi akibatnya pada luka parah.

    memang pada awalnya akan sulit melaksanakan itu semua. namun, untuk mendapatkan sebuah lingkungan yang aman dan tertib memang butuh pengorbanan.

    tinggal yang harus ui pikirkan sekarang adalah mekanisme filterisasi kendaran tersebut, jangan sampai mengurangi produktifitas warga ui sendiri.

  5. Kayaknya kita perlu sadar bhwa kampus bukan jalan tol ..Kendaraan masuk asal bayar fillterisasi memang perlu.Tpi tidak esensial.harusnya yg masuk ui sebisanya hanya orang yg cerkepentingan. biar suasana lampus nyaman. dan 1 tinjauan.. jalan dpan asrama sebisanya diaktifkan. soalnya hanya jadi tempat angker dan kayak tempat malam..bnyak prostitusi

  6. diliat scr semangatnya jg lah. mnrt gw c oke utk menetralisir lingkungan kampus ui. tujuanny lebih ke arah menjaga agar semua yg ada d dalam kampus bs lebih terkendali. mekanismenya emang bkal bikin ribet d awal tp lama klamaan jg smuanya bkl ngerti n ga ada orang luar yg cm asal lewat. toh batas2nya kan emang jelas. kita ga ky unud ato ugm. so, lingkungan kampus ya lingkungan kampus. bukan jalur perlintasan umum ato tmpt rekreasi, nge-hotspot, ato mesum2an. dan lagi dgn filterisasi di pintu masuk yg ada d dket2 daerah kos bs ‘menghimbau’ mahasiswa utk ga perlu pake motor utk jarak relatif dekat. hal ini bs mengefisienkan lahan parkir motor di fakultas2. mnrt gw agak mengkhawatirkan laju perluasan parkir di kampus kita ini..

  7. baguslah,,,,,harus didukung,,,maklum saya juga alumni UI…
    malahan jalanan yang mau ke asrama UI Via jalur tikus didepan Fak. teknis kalo malem suka ada motor nganggur (Motornya aja yg ada,,,orangnya lagi pacaran di semak2),,,,wah harus didukung Program ini,,,

  8. Mungkin gw akan ngejelasin latar blkg yg gw tau..
    1. UI sdg bergerak mndptkan sertifikasi AUN utk world class univ.slh 1 poin yg blm dpunyai UI adl aspek safety & health (K3) d kampus.. Teori Frank Bird yg d ajarkan Bpk Dadan Erwandi, Kasubdit PLK skaligus dosen sy d K3 FKM menjelaskan kecelakaan dpt tjd krn adny kondisi dan/atau perilaku tdk aman/tdk sesuai standar sebgai pilar domino terluar menuju kecelakaan, sdgkan pilar domino terdalam/paling dasar adl underlying causes berupa sistem yg ad..
    Nah utk mengatasi perilaku tdk aman tsb maka dibuatlah sbuah sistem,yg d ejawantahkan tim PLK UI sbgai ‘filterisasi kendaraan bermotor’..jadi bung, sistem ini bukan asal jadi,tp berdasar teori ilmiah..itu yg beliau berulang x bilang dlm kelas.

  9. Saya lebih concern sama orang asing yang masuk ke lingkungan UI trus coret2 fasilitas UI seperti jembatan teksas. Sangat tidak bertanggung jawab….

  10. Sebaiknya pintu masuk or keluar UI Depok di tutup aja… so…pasti kampus UI akan aman… untuk masalah kost atau tempat tinggal mahasiswa itu bisa diatur… hutan UI masih luas, tinggal di babatin and di jadiian asrama UI aja… saya rasa penduduk asli dari sekitar UI gak ada masalah. Karena kost2 yang ada or kontrakan yang ada disekitar UI kan bukan punya penduduk asli… alias milik para pendatang. Sehingga yang untung dari kost2an and kontrakan bukan penduduk asli melainkan para pendatang… (sedangkan para pribumi hanya menjadi tukang ojek). and bagi saya pribadi (sebagai warga sekitar UI) gak keberatan kalo pintu UI di tutup… karena kebeadaan UI tidak terasa manfaatnya bagi warga…. (alias tidak membawa keuntungan bagi pribumi)…. klo cuman jalanan dan pekerjaan sebagai tukang ojek yang dapat diberikan UI untuk warga pribumi, padahal jalan lebih banyak digunakan oleh mahasiswa UI bukan oleh warga pribumi… (banyakan jumlah mahasiswa dibandingkan pribumi… Klo gak percaya, silahkan rasakan lebaran di sekitar UI). saya rasa warga juga dapat membuat jalanan sendiri… (banyak jalan menuju ROMA…H)… dimana ada jalan, disitu ada tukang ojek…

  11. Saya setuju bgt, bukannya mau sok eksklusif, tp saya baru aja kena kecelakaan didalem ui, mobil saya lg muter didepan parkiran fisip, trus tiba2 ada motor jalan kenceng bgt dan nabrak mobil saya yg lg dalam posisi diam karna nunggu mobil depan jalan. Ternyata si pendara motor cuma org lewat, bukan mahasiswa, pegawai, ataupun tukang ojek resmi berhelm kuning. Kalau staff ui pasti tau nggak boleh kenceng2 kalo dlm lingkungan kampus.

  12. sangat tidak setuju..pasti berakhir maslah baru…apalagi para wara sekitar yang setiap hari meggunakan lalu lintas tersebut.apastunya sangat menggaggu.

    ya cuma bisa berdoa terbaik aja.