Horornya Ujian Praktik di Laboratorium FIK UI

Ujian praktik offline di laboratorium rasanya beda aja, lebih horor, lebih deg-degan dan kadang nge-freeze kalo nggak bisa jawab saat dosen penguji bertanya yang aneh-aneh!


0

Halo.. pembaca setia AnakUI.com, mana nih yang anak keperawatan atau anak RIK?

Kalau kita kuliahnya offline, pasti ujian prakteknya juga dilaksanakan secara langsung di laboratorium. Tapi, berhubung kita masih banyak yang kuliah online, mungkin `angkatan corona` yang dari awal semester online terus, nggak bisa relate sama betapa ngerinya ujian praktek langsung di lab. Rasanya beda aja, lebih horor, lebih deg-degan dan kadang nge-freeze kalo nggak bisa jawab saat dosen penguji bertanya yang aneh-aneh.

Kalau ujian praktek online umumnya sih cukup bikin video terus responsi. Nah, buat angkatan corona kali ini, penulis ingin bercerita horornya ujian praktik di lab biar kalian tau ceritanya gimana. Bagi kalian yang sudah pernah merasakan ujian praktik di lab, yuk mari kita bernostalgia.

Ujian Praktik FIK Yang Mendebarkan

Ujian praktik sering jadi momok yang bikin anak-anak RIK takikardia (alias deg degan). Apalagi kalau dapet dosen penguji yang killer-nya bikin senam jantung. Sebenarnya sih, dosen-dosen FIK baik-baik, tapi kalo lagi ujian auranya jadi beda aja.

Ujian praktek yang biasanya lebih bikin deg-degan yaitu ujian praktik KMB karena selain dosen nya lebih strict dari dosen departemen lain juga materinya lebih rumit. Ada beberapa dosen yang suka bertanya saat kita lagi mempraktikkan intervensi atau tindakan. Biasanya penulis sering pecah fokus kalau ditanya-tanya begitu apalagi kalo nggak tau jawabannya, bisa-bisa kayak mainan keong (alias ha ho ha ho doang). Ada juga dosen yang diem aja ngeliat kita melakukan tindakan tapi tatapannya mematikan bikin kita deg-degan dan jadi nge-frezee terus lupa mau ngapain.

https://clipboardacademy.org/

Kalau tidak pandemi, di FIK biasanya ujian praktek bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali. Misalnya materi tentang pemasangan infus, lalu pertemuan berikutnya langsung ujian dengan syarat udah latihan praktik mandiri di luar kelas sebanyak dua kali.

Waktu itu penulis ingat sekali saat semester 6, sebelum pandemi, penulis merasakan susahnya bagi waktu untuk latihan praktik mandiri. Jadwal kelas yang padat sampe sore dan banyak tugas dari mata kuliah lain sehingga sulit menentukan jadwal praktik mandiri untuk satu kelas praktik. Waktu itu pernah sampe di sela-sela pergantian jam kelas, kami sempatkan buat latihan praktik sehingga kami jadi nggak istirahat.

Pentingnya Latihan Praktik Sebelum Ujian

Latihan praktik sebelum ujian memang penting sekali dan menjadi syarat ujian karena biasanya ada dosen yang melakukan pengecekan modul sebelum ujian. Nah, di dalam modul tersebut ada tabel tindakan dan paraf temen peer kalau kita udah latihan tindakan.

Lab RIK sebenarnya terbuka banget untuk dipinjam latihan praktik tapi kita harus pinter-pinter mencari waktu karena banyak yang ingin pinjam juga. Jadi, kita harus cepat-cepat menyesuaikan jadwal antar temen sekelas praktek lalu memesan lab untuk dipinjam biar tidak didahului kelas yang lain. Triknya, kadang kita bagi dua kelompok kecil kalau memang nggak memungkinkan latihan bareng sekelas praktikum. Jadi, sipennya minjem lab untuk dua hari yang berbeda.

Sistem Ujian di FIK

Kalau di FIK, sistem ujiannya kita kocok urutan maju sebelum hari H kemudian nanti maju sesuai urutan. Kalau anak se-kelompok praktikumnya ingin minta bertukar urutan maju bisa saja kita nego sesama teman. Biasanya hari H ujian kita dipanggil berdua-dua nanti tapi tetap ujiannya individu ya, ga boleh kerja sama. Walaupun berdua, bisa aja kasusnya berbeda jadi tindakannya beda juga.

Ujian praktik di FIK bisa berbasis kasus atau bisa juga tanpa kasus, tapi biasanya tanpa kasus sih cuman praktikin keterampilan tindakan aja. Misalnya tentang medikasi, nanti dosennya cuman bilang ini medikasi nya lewat IV ya coba praktekin. Kalau ujiannya ada kasusnya kira kira kayak gini, misal topiknya medikasi juga tapi nanti dikasih soal kayak coba berikan antibiotik ceftriaxone 500 mg. Nah, nanti kita perlu cari dulu obat nya terus lihat diberikan lewat apa, mikir dulu sediaan obat nya berapa terus harus dilarutkan berapa ml dengan WFI (Water for Injection) atau NaCl untuk menentukan dosis yang diberikan ke pasien (aka panthom)

Freepik.com

Penulis pernah karena grogi dan kurang fokus jadi sangat lama menyiapkan medikasinya. Waktu itu, penulis sudah bisa menentukan dosis obatnya tapi karena satu dan lain hal jadi keliatan kurang terampil.  Penulis waktu itu lupa untuk fiksasi spuit nya dulu jadinya susah deh ambil obatnya dari vial. Kemudian saat mau mengeluarkan udara dari spuit malah obatnya ikutan keluar. Ampun deh.

Btw, kalau memberi obat ke pasien pastiin sputinya nggak mengandung udara ya, karena bisa jadi emboli di pembuluh darah nanti, apalagi kalo lewat IV. Jadilah waktu itu penulis sedih paska ujian karena merasa gagal, penulis kecewa karena kesalahan kecil sehingga akau mesti remed.

Tapi, memang sekelas tuh hampir semuanya remed ujian medikasi, seingat penulis hanya 4 orang dari 12 yang nggak remed. Entahlah, ini dosennya yang perfeksionis nggak mentolerir kesalahan sedikit pun atau kita nya aja yang emang kurang terampil 🙁

https://ar.cetl.hku.hk/

Nah, gitu deh ceritanya kalau ujian praktek langsung di lab, deg degan-nya dobel dobel daripada online. Penulis juga sempat merasakan ujian praktik online jadinya tau lah bedanya.

Kalau online tuh kan biasanya kita latihan di Rumah, OP nya keluarga kita jadi lebih fleksibel latihannya. Terus kalau mau ujian biasanya bikin video terus responsi, ada juga sih dosen yang minta praktik langsung di depan layar tapi cuman dikit yang kayak gitu.

Nah, kalau bikin video terus responsi kan kita enak bisa memperkirakan pertanyaan dan menyiapkan jawabannya jauh jauh hari. Terus juga pas bikin video ujian bisa di-edit jadi kalau lupa langkah tindakan bisa di retake video. Beda ceritanya kalau ujian langsung, ke skip satu tindakan bisa alamat remed deh.

Omong-omong, mau itu ujian nya online atau offline tetap semangat ya! Jangan lupa juga selalu jujur dan ga boleh curang!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Aisyah Syarofina
Hai! It's me Aisyah... I'm a nursing student (FIK 17). I like cooking, drawing, writing and singing also I'm a movie lover. To get to know me more...hit me up on IG: aissyarofina or visit my website on: https://aisyarofina.wixsite.com/website

0 Comments

Leave a Reply