Indikasi Kecurangan Warnai Pemilihan Ketua BEM UI


0

Teman-teman semua, ada berita menarik dari Media Indonesia tentang proses Pemilihan Raya (Pemira) Ketua BEM UI yang lalu. Menarik sekali, karena dua media pers kampus kita, Koran Kampus dan Warta Pemiranya Suara Mahasiswa juga mengangkat Pemira sebagai topik utamanya.

DEPOK–MI: Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia seminggu terakhir berlangsung kisruh. Pasalnya, ditemukan sejumlah indikasi kecurangan dan isu politis yang menyudutkan salah satu kandidat.

Hal itu yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi GMNI DPC Depok, Adi Febrianto Sudrajat di Depok, Minggu (7/12). Menurutnya, ‘kampanye hitam’ dilakukan terhadap salah satu calon yang maju, Pamungkas Ayudhani, mahasiswa Fisip angkatan 2005, yang merupakan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Menurut Adi, sejak pembentukan tim kampanye hingga menjelang penghitungan suara, Pamungkas didera berbagai isu politik negatif. Salah satunya, termuat dalam Koran Kampus (pers mahasiswa Universitas Indonesia) edisi Oktober-November 2008. Dalam Koran Kampus disebutkan GMNI terikat hubungan dengan PDIP, PMII dengan NU (PKB), Salam UI dengan PKS, HMI dengan Golkar.

Adi menambahkan pihaknya telah melakukan klarifikasi dalam Koran Kampus tersebut. “Kita patungan dalam menyokong calon kami. Tidak ada sokongan dana dari parpol manapun. GMNI merupakan lembaga independen, bukan di bawah naungan PDIP atau parpol manapun. Apabila kami dibiayai oleh suatu parpol, tentu kami akan menginap di hotel pada saat pengkaderan, enggak perlu susah-susah cari dana,” tegasnya.

Secara organisatoris independensi GMNI, jelas Adi, telah dituangkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AD/ART GMNI, yakni Pasal 2 ayat (4) dan 3 ayat (4) AD serta Pasal 5 ayat (4) danย  2 ayat (2) ART Padahal pencalonan Pamungkas Ayudhaning, jelas Adi dilakukan sesuai aturan yang dikeluarkan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI).

Sementara itu, Forum Komunikasi Kader GMNI UI menilai terjadi beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan Pemira UI tahun ini. Sejak Pemira dimulai Senin (1/12) hingga pencoblosan pada Jumat (5/12) sejumlah TPS diย  beberapa fakultas ditutup sebelum waktunya.

Juga ditemukan adalan segel kotak suara yang tidak resmi, minimnya sosialisasi panitia, dan salah satu panitia di fakultas ekonomi mengintimidasi psikologi calon. Untuk itu, mereka mengajukan keberatan ke DPM UI sebagai penanggung jawab Pemira UI 2008.ย  (Wis/OL-06)

sumber: Media Indonesia

Bagaimana menurut teman-teman semua?


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
ilmanakbar

suka menulis dan berbagi. sudah lulus dari kampus. sudah tidak jomblo lagi, yeay! \^_^/

36 Comments

Leave a Reply

  1. ya jelaslah yang teriak anak GMNI. lah wong ga pernah berkuasa di UI mereka. ya cari isu kecurangan lah.itu kan kecurangan menurut GMNI.kalau mau selesaikan secara jantan di jalur yang benar.

  2. Pemberitaan koran kampus memang tidak berimbang sehingga cukup memprovokasi salah satu calon. Soal minimnya sosialisasi panitia, hal ini agak kurang tepat karena jumlah pencoblos mencapai 8992 orang jauh lebih banyak dari tahun kemarin. Lagian logikanya mereka memiliki TS yang harusnya bisa mengompori para voters untuk menggunakan hak pilihnya. Ingat waktu pencoblosan itu 5 hari!!!!!! Itu bukan waktu yang sedikit…

    Tapi itulah realita negeri ini, yakni pihak yang kalah selalu kesulitan untuk menerima dengan lapang dada.

  3. dari tahun ke tahun belum ada perbaikan yang berarti… khususnya saat2 pencoblosan…
    hmm… indikasi kecurangan.. menarik juga buat dibahas… diadakan debat terbuka aja..

  4. tenang saja wahai kalian civitas akademika UI,
    nanti disaat saya menjadi ketua BEM UI akan saya jadikan UI kampus yang memiliki transparasi dan segala kejelasan tentang berbagai macam tindakan yang akan diperbuat
    dan dijamin tidak akan ada hal2 yang terjdai seperti pemilihan ketua BEM UI saat ini..
    tapi sekarang saya masih maba,tunggulah 2-3 tahun lagi..
    kalian sabar-sabarlah menanti..ok

  5. # ketua BEM UI kelak:
    anda tidak layak menjadi ketua dimanapun, sombong, pongah, bahkan tidak menggunakan insya Allah.

    Btw, BEM UI = Organisasi Politik, maka tentu intrik2 politik juga akan ada di sini. Dan Pelakunya tentu orang2 politik yang juga akan menggunakan cara2 politik demokratos hina dina.

    Orang pintar dan orang bodoh harganya sama kok, sama2 1 suara.

    Akhi ukhti, Taubatlah kalian dari demokrasi.

  6. @Denny J

    Silahkan hujat sepuasnya demokrasi, tapi saya sarankan anda untuk menghindari semua fasilitas yang sudah demokrasi berikan kepada anda mulai dari yang paling simple i.e. KTP, Kartu Keluarga, SIM, STNK, produk demokrasi semua tuh, diatur dalam undang-undang

    “Wahai orang-orang yang beriman mengapa engkau mengatakan apa-apa yang tidak kau lakukan, sungguh besar murka di sisi Allah ketika engkau mengatakan apa-apa yang tidak engkau katakan”

    CMIIW

  7. Patut disyukuri bahwa pemiRa sekarang ada kesadaran lah, bahwa gak selamanya BEM UI bisa didomplengi kepentingan tertentu. Asalkan pihak pelapor bukan bukan dari kepentingan politik yang berlawanan dengan yang menang. Sama aja busuknya!

    #2 & #7: nice one!
    #5: ah situ ninggalin identitas aja gak berani, gimana mau maju sebagai calon ketua BEM UI? mimpi aja lu ampe kiamat.

    +iR+

  8. @Denny J

    Sebenarnya anda ini siapa??
    Berani sekali mengatakan untuk taubat dari demokrasi,, padahal M. Natsir, Hidayat Nurwahid bahkan Rasulullah SAW adalah para penjunjung demokrasi,,, sungguh hebat sekali anda mengajak orang untuk menjauhi diri dari demokrasi tanpa memberi solusi pasti tentang sistem yang paling tepat sebagai pengganti sistem demokrasi..

  9. demokrasi di UI?? bullshit!! hipokrit!!

    semua ini hanya sebuah sandiwara demokrasi!! enggak cantik bgt seh mainnya, dengan mendiskreditkan pihak sebelah terang2an??

    kehabisan akal ya mas? ketar-ketir?? haha

  10. ya udahlah…. lah wong udah ketaun dari awal sapa yang menang..

    entah kebetulan ato apa, 5 tahun gw kuliah tebakan gw tentang ketua bem 4 kali benar, satu kali salah. yang salah pas gw baru2 masuk blum tau peta politik hehehe

    so… yang salah siapa? sistem ato orang didalamya? hmm… sama seperti kita bertanya, ayam apa telur dulu? hehehe cuma secercah opini dari nubie hehehehe

  11. haduh…pada ngomongin apaan sih nih…??? gak ngerti deh… hahaha…
    @hilman_csui:oiya man, dah register disini belon? biar lebih bisa dipertanggung jawabkan komennya…
    @Deny J: sebenernya persepsi Anda mengenai demokrasi itu apa??jangan2 disamain sama judi dan minum tuak, wonk pake taubat segala, dan perlu Anda ketahui bahwa politik itu ada untuk kepentingan borang banyak tapi di Indonesia orang2 yang bermain politik lah yang kebanyakan kotor, sehingga terlihat dunia politik tersebut hina, kalo gak ada politik mendingan jadi orang bar-bar aja, langsung serbu…
    @bang iR: tetep aja pemira kali ini kurang rame, wonk pendaftarannya ampe 2 putaran
    @call me puzo: hhhuuusss… rahasia umum itu, jangan bilang siapa2 ya…

  12. wah wah
    #2
    mungkin kaya gini kali : berantem…hehe
    #3
    Yang kalah ga lapang dada : nice one..!!
    yang menang : sudah diperkirakan..heehhee
    #4
    hehe
    #5
    Kalo lo beneran maju : gw lempar pake sepatu!!
    #6
    Setuju sih..abis demokrasi ternyata kaya gini…aneh, ngaco, anarkis,,
    klo gw sih malah setuju kita khilafah islamiyah…cuma masalahnya bos, gw ga tahu, gimana sih caranya?? wah, gw mesti mengaji lbh byk nih, sbelum ngomong…
    #7
    CMIIW apaan sih?? gw ga ngerti..hehe
    Oia, emang Rasulullah mendukung demokrasi ya?? wah, gw baru tahu tuh,,,haduh kayana gw mang kurang ngaji niyh..
    #8
    hihi
    #9
    Hai bung!! Idola gw!! hehe..
    pa kabar??
    gw tertarik ikutan forum ini, awalnya karna ada loe! hehe (sorry OOT)
    @10
    Setuju!!
    @11
    Stuju lagi!! (haha, gw kayak orba ya??)
    @12
    tahun depan Insya Allah tebakan loe salah, hehe
    karna,,emang taun depan BEM UI masih ada?? hihi
    ๐Ÿ™‚
    @10

  13. @doni

    Udah kok, gw udah register. Tapi secara moral juga gw gak pernah komen pake nick lain. Selalu hilman_csui

    @duniakeputerbalik

    CMIIW itu Correct Me If I’m Wrong

    kayaknya elo salah kutip, yang bilang rasulullah mendukung demokrasi itu @naran di komen #10 bukan gw. lah sotoy banget gw bawa-bawa rasulullah tanpa rujukan yang jelas.

  14. udahlah..mo ngomong kayak gmana juga emang dia yang menang. yg kalah..legowo lah.. ga usah nyari2 alasan..

    gw rada heran klo sampe sekarang isu “kelompok2″an masi dibawa juga. trus emang kenapa klo misalkan gw anak mesjid,HMI,GMNI ato bahkan dari antah berantah..yang diliat itu kompetensinya bos!

    makanya klo bsok2 ada yg mau majuin kadernya, ditentir dulu yg bener. bikin visi misi yg jelas..biar ga abstrak dan ga malu2in.

    yah..begitulah..

  15. maaf sedikit meluruskan..
    Dalam hidupnya rasulullah termasuk orang yang terbuka dalam menerima pendapat terhadap suatu hal yang tak bertentangan dengan Islam selain itu beliau kerap bermusyawarah atau mendorong sahabatnya untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Mengenai pernyataan saya tentang beliau menjunjung demokrasi. Itu beliau lakukan dengan batasan sesuai dengan yang digariskan dalam hukum Islam. Bukan seperti penerapan demokrasi masa kini yang udah kelewat batas seperti penghinaan melalui kartun nabi yang dianggap sebagai bentuk kebebasan berpendapat.

  16. @udin
    ah basa-basi aja,, majuin kader gmn neh??visi misi siapa yg abstrak dan malu2in??

    lo udh tau lum visi-misi ketiga pasang calon??

    ngomz seh gampang legowo, lo kira berapa modal buat maju ketua BEM UI?? apalagi kalo kita lihat ada indikasi2 kecurangan..

    hhh

  17. dear terow..

    eh, klo loe udah siap maju..ya berarti loe udah siap modal. logis kan? lagian siap suruh juga pake modal gede2. lain kali cari yang hemat ajah.. (kudu transparan juga sumber dananya)

    sayang kali kertas kebuang2 buat bikin flyer.

    klo loe ngeliat ada indikasi kecurangan..ya buktiin dong. kita butuh bukti, bukan sekedar berkoar2 aja..

    paham?
    maap OOT.

  18. agaknya bung terow mengerti dengan baik seluk beluk dinamika kemahasiswaan UI, sampai bisa menyebut orang lain ‘naive boy’

    di-share lah infonya, biar kita semua yang masih naif ini jadi rada tercerahkan gitu…

  19. Wah alumnus boleh nongkron bareng lagi kan disini? hehe..

    Buat Terow, gw paham perasaan loe.. tapi di dunia hukum positif, ya harus punya bukti. Kalau ga punya bukti namanya jadi nuduh. en bisa ditangkep hehe.. (kecuali jaman soeharto).

    Buat Udin, bener juga, kalau isu kelompok lagi yg dibawa ya ga maju2. Dari jaman gue juga udah ada. basi ah..Asal ada jaminan luber dan jurdil, yang menang simpel aja, yang DICOBLOS paling banyak. Kalau ada loyal voters ya bukan salah dia hehe.. mending penantang lain bikin aliansi, asah ilmu dan retorika. termasuk nanti orasi ilmiah nya bung hehe.. ๐Ÿ™‚ Kalau memang curang, wah tidak bisa dimaafkan, tapi kalau Anda ngeliat dari sisi personal si Ketua BEM, kira-kira layak gak? itu aja sih. ๐Ÿ™‚

  20. Btw, kalau afiliasi secara formal, ya nggak ada. tapi kalau memang iya, ada afiliasi personal (paling tidak) terus kenapa ? hihi.. udah akuin aja GMNI ke PDIP, SALAM ke PKS, PMII ke NU, HMI ke Golkar. Beres kan? Tapi kalau bicara dalam konteks komunikasi politik ya dibikin ribet deeehhhh…

    Bingung? Tanya aja sama yang ikutan ormas tersebut. Kalau boong bilang disamber geledek hehe

    Salam.

  21. ah bung zulfan merendah neh.. mungkin anda lebih tahu banyak dari saya..

    @miskin beranjak bla3
    yeah, memang ini ranah hukum positif.. real nya buanyak bila kita melakukan penelitian terhadapnya.. tapi males jg seh.. ngapain jg coba? toh gw bukan tim salah satunya jg =P

  22. emang grup band? naif.. kalo muna’ artinya apa?hehe..

    Btw, dari berita yg ada di situs ini juga, yang “memalukan” dan dimuat di detik, kayaknya pertanyaan gw bisa gw jawab sendiri, gak layak deh..

    (teringat dengan debat reformasi–lebih tepat pembantaian–oleh reinhart, ketua FMN atau FAM ato anggota PRD saya lupa.. ke siapa tu lupa juga anak BEM mewakili ketua bem .. culun banget dah, ga ngerti apa2 tu bem..kurang baca buku, ujung ke ujung dibantai oleh si reinhart. gw yang Senat FISIP waktu itu aja ampe malu ama Bem. Ga berani kirim ketua, kirim wakil ga jelas dari divisi kastrat atau apa lupa.Anak baru, klo ga salah.. Lawan mahasiswa Abadi yg udah malang melintang di dunia pergerakan.. duh! pengen ketawa ya sedih juga)

    Salam..

  23. @udin
    ah peace aja deh! hhe..

    @kismin beranjak
    anak2 pergerakan kaya gt emang luas pemahamannya.. dibanding sm yg udh dikungkung kaku sm pemahaman tertentu

  24. Ass.. Wr wb…
    menurut pendapat saya… hal ini sih karena dekat dekat pemilu 2009.. ada indikasi salah satu partai politik beraliran nasionalis sedang mencoba untuk masuk dan membawa kepentingan pragmatis ke UI…
    Teman teman marilah kita lihat dengan jeli… jangan sampai ideologi mahasiswa terantuk dan tercemari dengan hal hal seperti ini…

  25. udH…GK USAh ribut…
    yang menang dari PKS kok….heheheheh

    botol aja klo udah ditunjuk MS SALAM UI (dapet wangsit dari PKS) pasti menang…heheheheh
    saya aja yang maba udah tw….

  26. wew.. maap sy dr FK unair.. lg browsing dan menemukan topik menarik di sini
    boleh tanya ngga temen2 UI, ormek terbesar yg mnguasai UI apa emangnya??
    krn sepengetahuanku, ormek di PTN yang uda BHMN tu uda ngga terlalu dianggap gt

  27. Sudah lama tidak berbincang-bincang dan bersahut sapa dengan rekan-rekan yang baik,

    Mungkin pada saat ini saya secara pribadi menyatakan kembali dengan tegas bahwa memang sejak GMNI Kom FHUI terbentuk, secara tegas kami pengurus saat itu memposisikan diri bahwa permasalahan keuangan organisasi kami diselesaikan dengan usaha kerja keras, tidak melalui cara menodong uang lewat proposal baik ke alumni maupun Partai Politik hal tersebut dilakukan demi mempertahankan integritas pikiran kami.
    Yang kedua, keadaan Pemira pada saat itu merupakan pintu masuk untuk memperbaiki sistem Ketatakampusan (meminjam istilah ketatanegaraan) UI. Dimana saat itu fungsi lembaga-lembaga tingginya tidak berjalan semestinya. Terdapat Lembaga seperti DPM UI yang menyelenggarakan sistem ketatakampusannya tidak sesuai dengan amanat UUD IKM UI. Saya ingat sekali kondisi pada saat itu telah terjadi beberapa penyelewengan kekuasaan seperti diserapnya fungsi Mahkamah Mahasiswa oleh DPM UI, padahal DPM sejajar dengan MM. Apabila kita sadar secara penuh akan hal-hal tersebut seharusnya kita tahu bahwa UUD IKM UI kita bermasalah dan perlu diperbaiki. Salam hormat,
    Adi Febrianto Sudrajat