Wahai anak – anak UI, siapakah diantara kamu yang punya hobi doyan debat?

Sebenernya hobi berdebat itu punya dampak positif lho, asal gak ngedebatin gebetan apalagi mantan yah. Bisa perang dunia ketiga itu hohoho.

Disadari atau tidak, terkadang kita terjebak pada perdebatan yang seringkali tidak ada artinya. Perdebatan bisa terjadi karena masing-masing merasa pendapatnya benar, lebih benar, dan paling benar. Celakanya, kalau salah satu dari peserta debat tidak memahami masalah. Lebih parah lagi kalau keduanya adalah orang yang tidak memahami substansi masalah. Itulah yang kemudian seringkali disebut-sebut sebagai “debat kusir” alias debat sama kusir.

advertisement

Lalu, bagaimana cara mewadahi bakat seseorang dalam berdebat?

Jika memang kamu memiliki hobi atau bahkan bakat dalam berdebat, maka salurkanlah bakat tersebut dalam hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti mengikuti kompetisi debat ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Selain wawasan kamu bertambah, kamu juga berkesempatan untuk mengenal individu-individu lain yang juga memiliki bakat yang sama atau bahkan lebih hebat dari kamu.

 

advertisement

Varsity English Debate

Salah satu ajang bergengsi di dunia perdebatan adalah Varsity English Debate via ivedpcu2016

Salah satu ajang bergengsi di dunia perdebatan adalah Varsity English Debate via ivedpcu2016

Salah satu ajang bergengsi di dunia perdebatan adalah Varsity English Debate, sebuah kompetisi debat parlementer berbahasa Inggris yang di dalamnya terdapat berbagai bakat insan debat yang tak bisa kamu temukan di tempat lain.

Pada tahun 1996, tiga mahasiswa berprestasi dari Universitas Indonesia (UI) dikirim oleh kampus kuning ini untuk mengikuti lomba debat parlementer se-ASEAN, ASEAN Varsities Debate 1996 di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Walaupun belum dapat berprestasi banyak saat itu, salah satu dari ketiga pedebat ini kemudian bertekad untuk mengembangkan kegiatan ini sekembalinya ke tanah air.

Pada tahun 1998, terbentuklah Indonesian Varsities English Debate (IVED), sebuah kompetisi debat parlementer tingkat universitas se-Indonesia yang pertama. Dalam perkembangannya, IVED kemudian diselenggarakan oleh universitas-universitas yang berbeda setiap tahunnya. Kini, IVED telah menjadi salah satu lomba debat nasional paling bergengsi di Indonesia.

advertisement

BACA JUGA: Tujuh Mahasiswa UI Mewakili Indonesia dalam Asia Pacific Model United Nations Conference di Australia

 

Kesuksesan Anak UI Pada IVED 2016

Kesuksesan Anak UI Pada IVED 2016 via Tempo

Kesuksesan Anak UI Pada IVED 2016 via Tempo

Pada 10—15 Januari 2016 lalu, IVED kembali diadakan dan diselenggarakan oleh Universitas Parahyangan. Diikuti oleh 50 tim dari universitas-universitas di seluruh Indonesia dan tentunya juga diikuti oleh anak UI yang berbakat di bidangnya.

advertisement

Tahun ini, UI mengirimkan dua tim untuk berkompetisi. Pada Tim UI B yang beranggotakan Kristi Ardiana, Alif Azadi Taufik, dan Qurrat Aynun Abu Ayub berhasil meraih juara pertama dengan memenangkan semua babak pertandingan dari babak pre-eliminasi hingga grand final. Sementara itu, Tim UI A yang diwakili oleh Gabriel Charlotte, Regina Cara Riantoputra, dan Jessica Andriani berhasil meraih juara kedua dalam perlombaan ini.

Dalam pertarungan debat yang seru dan ilmiah ini, Alif Azadi Taufik berhasil meraih Best Speaker dan Kristi Ardiana meraih prestasi 2nd Best Reply Speaker. Tak dinyana, keduanya ternyata merupakan hasil didikan para pelatih yang merupakan alumni dari English Debating Society (EDS) UI. Sebuah organisasi yang mewadahi bakat perdebatan dan aktif di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa), Universitas Indonesia.

Buat kamu atau teman kamu yang emang doyan debat, bisa mengikuti informasi terkini mengenai EDS UI melalui situs http://eds.ui.ac.id/ agar kamu gak cuma jago debat kusir, namun juga debat yang penuh dengan wawasan ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan secara sains.

Penasaran dengan segudang prestasi lain yang dapat dicapai oleh anak UI? Yuk, bagikan inspirasi ini lewat laman Facebook, Twitter dan LINE kamu!